Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal 7 Lapisan Sayatan Operasi Caesar, Ibu Hamil Perlu Tahu

Mengenal 7 Lapisan Sayatan Operasi Caesar, Ibu Hamil Perlu Tahu
Popmama.com/Putri Syifa N/AI
Intinya Sih
  • Operasi caesar melibatkan tujuh lapisan sayatan mulai dari kulit hingga rahim, menunjukkan bahwa prosedur ini merupakan operasi besar yang memerlukan ketelitian tinggi dari tenaga medis.
  • Setiap lapisan seperti kulit, lemak, fasia, otot, peritoneum, dan rahim dibuka dengan teknik khusus untuk menjaga keamanan ibu serta mempercepat proses pemulihan pascaoperasi.
  • dr. Yusfa Rasyid menegaskan bahwa operasi caesar bukan jalan pintas melahirkan, melainkan bentuk perjuangan ibu yang juga membutuhkan kekuatan fisik dan emosional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Operasi caesar sering dianggap sebagai jalan instan untuk melahirkan. Padahal untuk melahirkan anak dengan operasi caesar, perut ibu hamil akan disayat sebanyak 7 lapisan.

dr. Yusfa Rasyid, Sp.OG., lewat Instagram pribadinya @yusfarasyid membagikan informasi mengenai lapisan sayatan operasi caesar melalui sebuah video. Ia juga menyebut kalau operasi caesar bukanlah jalan pintas.

“Ini adalah operasi besar yang melibatkan pembedahan kulit, lemak, otot, hingga rahim demi melahirkan bayi dengan aman,” jelas dr. Yusfa di Instagramnya, yang dikutip Popmama.com, Selasa (28/4/2026).

Semua sayatan itu dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tenaga medis. 

Berikut Popmama.com rangkum berbagai lapisan sayatan operasi caesar yang perlu diketahui ibu hamil.

1. Sayatan pertama: Kulit

Pexels/Tom Fisk
Pexels/Tom Fisk

Lapisan pertama yang disayat adalah kulit perut. Biasanya, dokter membuat sayatan horizontal di bagian bawah perut (bikini line) karena lebih aman dan hasil lukanya lebih mudah disamarkan.

Kulit berfungsi sebagai pelindung utama tubuh dari lingkungan luar. Oleh karena itu, sayatan dilakukan dengan teknik khusus agar meminimalkan risiko infeksi serta mempercepat proses penyembuhan setelah operasi.

2. Sayatan kedua: Jaringan lemak

Pexels/Saúl Sigüenza
Pexels/Saúl Sigüenza

Setelah kulit terbuka, dokter akan melanjutkan ke lapisan jaringan lemak atau subkutan. Lapisan ini berada tepat di bawah kulit dan berfungsi sebagai bantalan sekaligus penyimpan energi.

Jaringan lemak tidak memiliki struktur sekuat lapisan lain, sehingga biasanya dibuka dengan hati-hati untuk menghindari perdarahan berlebih. Ketebalan lapisan ini juga bisa berbeda pada setiap ibu, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

3. Sayatan ketiga: Fasia (jaringan pengikat otot)

Pexels/Jonathan Borba
Pexels/Jonathan Borba

Fasia merupakan lapisan jaringan ikat yang kuat dan berfungsi melindungi serta membungkus otot perut. Lapisan ini harus dibuka agar dokter dapat mengakses bagian dalam perut.

Karena sifatnya yang cukup tebal dan kuat, pembukaan fasia dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Penanganan yang tepat pada lapisan ini penting untuk menjaga kestabilan struktur perut setelah operasi selesai.

4. Sayatan keempat: Otot perut

Pexels/Hannah Barata
Pexels/Hannah Barata

Berbeda dari yang banyak dibayangkan, otot perut tidak dipotong selama operasi caesar. Dokter biasanya hanya memisahkan otot ke samping menggunakan teknik khusus agar jalan menuju rahim terbuka.

Metode ini dipilih untuk mengurangi kerusakan jaringan dan mempercepat proses pemulihan. Dengan otot yang tidak dipotong, ibu umumnya dapat pulih lebih cepat dibandingkan jika otot harus disayat.

5. Sayatan kelima: Peritoneum (selaput rongga perut)

Pexels/Jozemara Friorili Lemes
Pexels/Jozemara Friorili Lemes

Peritoneum adalah lapisan tipis yang melapisi organ-organ di dalam rongga perut. Setelah otot dipisahkan, dokter akan membuka lapisan ini untuk masuk ke area yang lebih dalam.

Meskipun tipis, peritoneum memiliki peran penting dalam melindungi organ dalam. Oleh karena itu, pembukaan lapisan ini dilakukan dengan sangat hati-hati untuk mencegah cedera pada organ di sekitarnya.

6. Sayatan keenam: Lapisan luar rahim

Pexels/Jonathan Borba
Pexels/Jonathan Borba

Setelah mencapai rahim, dokter akan membuat sayatan pada bagian luar rahim. Biasanya sayatan dilakukan di segmen bawah rahim karena area ini lebih aman dan memiliki risiko komplikasi lebih rendah.

Teknik ini juga membantu mengurangi risiko robekan pada kehamilan berikutnya. Selain itu, sayatan di bagian bawah rahim cenderung lebih mudah sembuh dibandingkan bagian lainnya.

7. Sayatan ketujuh: Rahim (uterus)

Pexels/Saúl Sigüenza
Pexels/Saúl Sigüenza

Lapisan terakhir yang dibuka adalah rahim itu sendiri. Setelah sayatan dilakukan, bayi dapat dikeluarkan dengan aman oleh tim medis.

Setelah bayi lahir dan plasenta dikeluarkan, dokter akan menjahit kembali semua lapisan yang telah dibuka secara berurutan. Proses penutupan ini sama pentingnya dengan pembukaan karena menentukan pemulihan ibu setelah operasi.

Perlu digaris bawahi kalau melahirkan anak dengan operasi caesar juga penuh perjuangan. dr. Yusfa menyebut ada rasa nyeri, ada keterbatasan gerak, ada proses penyembuhan fisik dan emosional yang sering tidak terlihat oleh orang lain.

“Cara melahirkan tidak pernah menentukan nilai seorang ibu, yang ada hanyalah bentuk perjuangan yang berbeda,” kata dr. Yusfa.

Ini yang perlu di-highlight kalau apa pun cara melahirkan ibu hamil akan membutuhkan kekuatan, keberanian, dan cinta.

Itulah tadi lapisan sayatan operasi caesar yang perlu ibu hamil tahu. Wah, kagum sekali bagaimana Tuhan menitipkan kehidupan di perut mama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Related Articles

See More