Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kampanye PFI: ASI Eksklusif Naik ke 66,4%, Hemat Biaya Kesehatan?

2 min read
Kampanye PFI: ASI Eksklusif Naik ke 66,4%, Hemat Biaya Kesehatan?
Dok. Perhimpunan Filantropi Indonesia
  • PFI bersama sejumlah lembaga meluncurkan kampanye nasional “Menyusui Selamatkan Nyawa, Hemat Biaya” di Jakarta, menekankan ASI eksklusif sebagai investasi kesehatan ibu dan anak.

  • ASI eksklusif mendukung tumbuh kembang, daya tahan tubuh, dan kecerdasan anak, sekaligus mengurangi pengeluaran susu formula serta biaya perawatan penyakit yang dapat dicegah.

  • Keberhasilan menyusui memerlukan dukungan suami, keluarga, tempat kerja, dan fasilitas umum melalui ruang laktasi, cuti melahirkan memadai, serta akses konseling berkualitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bersama Dompet Dhuafa, doctorSHARE, Nutrition International, dan SUN CSA resmi meluncurkan kampanye nasional berjudul "Menyusui Selamatkan Nyawa, Hemat Biaya". 

Dalam kampanye lintas sektor yang dilaksanakan saat acara Philanthropy Learning Forum (PLF) #98 pada Rabu, (30/09/26) di Jakarta. Kegiatan ini mengambil tema "Investasi Menyusui untuk Menyelamatkan Kehidupan dan Menghemat Biaya Kesehatan".

Dengan memiliki pesan utama yaitu menegaskan memberikan ASI eksklusif bukan sekadar pemenuhan nutrisi harian si Kecil. Biar Mama nggak penasaran lagi Popmama.com telah rangkum informasi selengkapnya di bawah!

  1. 1. Menyusui menjadi investasi jangka panjang

     Menyusui Bisa Hemat Biaya dan Bikin Sejahtera (2)
    Dok. Perhimpunan Filantropi Indonesia

    Pemberian ASI eksklusif merupakan langkah awal dalam intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) setiap anak, dukungan dari ASI membantu mengoptimalkan tumbuh kembang serta daya tahan tubuh si Kecil.

    Dukungan pemberian ASI juga ditegaskan langsung oleh Prof. Dr. R. Budi Haryanto sebagai Dewan Pakar Perhimpunan Filantropi Indonesia. 

    “Menyusui merupakan bagian penting dari kesehatan Ibu dan anak. Menyusui juga mempengaruhi tumbuh kembang anak dan berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga. Karena itu, menyusui dapat menjadi investasi pada masa depan,” ungkap Budi.

    Investasi ASI terbukti memberikan dorongan pada kecerdasan anak di masa pendidikannya, dukungan menyusui yang optimal akan menyelamatkan ratusan juta poin IQ anak.

  2. 2. Memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan keluarga

     Menyusui Bisa Hemat Biaya dan Bikin Sejahtera (3)
    Dok. Perhimpunan Filantropi Indonesia

    Proses menyusui tidak hanya memberikan manfaat bagi tubuh, tetapi juga mendatangkan manfaat finansial yang nyata. Dengan memberikan ASI secara penuh, Mama dan Papa dapat menekan anggaran belanja bulanan untuk pembelian susu formula. 

    Secara global, penguatan program dukungan menyusui diperkirakan mampu memberikan manfaat sosial ekonomi hingga puluhan triliun rupiah. 

    Penghematan ini berasal dari menurunnya beban biaya perawatan medis akibat penyakit yang bisa dicegah dengan pemberian ASI. Maka, menyusui terbilang efektif dalam meningkatkan stabilitas keuangan dan kesejahteraan keluarga.

    Dengan berdasarkan data nasional, angka keberhasilan ASI eksklusif meningkat pesat dari 52% pada 2017 menjadi 66,4% di 2024.

  3. 3. Keberhasilan menyusui butuh dukungan

     Menyusui Bisa Hemat Biaya dan Bikin Sejahtera (4)
    Dok. Perhimpunan Filantropi Indonesia

    Menyusui bukanlah tugas tunggal yang harus dipikul Mama sendiri di rumah. Proses memberikan ASI membutuhkan pendukung yang kuat dari suami, keluarga besar, hingga lingkungan sekitar.

    Peran aktif Papa dan anggota keluarga sangat menentukan kenyamanan serta kesehatan mental Mama saat menyusui. Selain di rumah, dukungan di lingkungan kerja dan fasilitas umum juga memegang peranan penting.

    Ketersediaan ruang laktasi yang layak, kebijakan cuti melahirkan yang memadai, serta akses konseling menyusui berkualitas sangat diperlukan oleh Mama yang bekerja.

    Jika pemberian ASI didukung penuh setiap Mama bisa menyusui dengan tenang dan bahagia!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More