Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Wajah Mama Terlihat Lebih Kusam setelah Melahirkan?
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • Wajah kusam setelah melahirkan umum terjadi akibat penurunan estrogen dan progesteron yang cepat, membuat kulit kehilangan kelembapan, terasa kering, kasar, serta butuh waktu beberapa bulan untuk stabil.

  • Kurang tidur, dehidrasi terutama saat menyusui, dan stres pascapersalinan dapat mengganggu regenerasi sel, sirkulasi darah, serta pasokan oksigen dan nutrisi ke kulit wajah.

  • Rutinitas skincare yang terabaikan dapat memicu penumpukan sel kulit mati dan kerentanan kerusakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah melahirkan Mama mungkin kaget saat bercermin dan melihat wajah tampak lebih kusam serta kehilangan kilau alaminya, padahal sebelumnya kulit terasa begitu cerah.

Kondisi kulit kusam setelah melahirkan sebenarnya terjadi akibat perubahan besar dalam tubuh, terutama penurunan kadar hormon yang drastis hingga stres emosional. Tapi Mama tenang saja, karena kondisi ini normal dialami oleh hampir sebagian besar Ibu baru. 

Yuk, cari tahu penyebab wajah kusam setelah melahirkan yang telah Popmama.com rangkum dari website epitome of beauty agar Mama bisa lebih tenang dalam menghadapi situasi ini.

1. Penurunan kadar hormon estrogen secara drastis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Selama masa kehamilan, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh Mama berada di puncaknya, kondisi inilah yang membuat kulit terlihat lembap dan sehat. Tetapi begitu buah hati lahir, kadar hormon ini akan menurun dengan sangat cepat.

Penurunan hormon estrogen yang drastis berdampak langsung pada kelembapan. Kulit Mama akan kehilangan cairan, terasa kering, dan teksturnya menjadi kasar sehingga membuat wajah terlihat lebih kusam.

Kondisi hormonal ini memerlukan waktu beberapa bulan hingga benar-benar kembali stabil, tapi Mama bisa membantunya dengan rutin memakai pelembap yang menghidrasi kulit secara ekstra.

2. Kurang tidur

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Merawat bayi baru lahir akan membuat jam tidur Mama menjadi berantakan, terbangun di malam hari untuk menyusui atau menenangkan si Kecil membuat Mama kekurangan waktu istirahat yang berkualitas. 

Saat tidur nyenyak, sel-sel kulit sebenarnya sedang melakukan regenerasi dan perbaikan jaringan. Ketika jam tidur berkurang, siklus pembaruan sel kulit terganggu serta aliran darah ke wajah tidak maksimal. 

Mama bisa mencoba ikut beristirahat sewaktu si Kecil sedang tertidur di siang hari, serta jangan ragu untuk berbagi tugas mengurus bayi bersama Papa agar waktu istirahat Mama tercukupi.

3. Dehidrasi dan kurang cairan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Fokus merawat si Kecil sering membuat Mama lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Terlebih jika Mama sedang aktif menyusui, kebutuhan cairan akan meningkat tajam untuk memproduksi ASI. 

Kulit wajah yang mengalami dehidrasi akan kehilangan elastisitas alaminya, sehingga permukaan kulit menjadi terlihat bersisik hingga garis-garis halus terasa lebih jelas. 

Maka, pastikan Mama selalu menyediakan botol air minum di dekat area menyusui dan minumlah air putih secara berkala tanpa menunggu rasa haus datang menghampiri.

4. Stres setelah melahirkan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Proses persalinan menguras energi fisik yang sangat besar sehingga membutuhkan masa pemulihan. Ditambah lagi, peran baru Mama tak jarang mendatangkan tekanan emosional. 

Stres memicu tubuh melepaskan hormon kortisol secara berlebihan ke aliran darah, peningkatan hormon ini dapat merusak lapisan pelindung kulit dan mengganggu sirkulasi darah. 

Hal ini dapat membuat aliran oksigen dan nutrisi ke sel kulit wajah menjadi terhambat, wajah pun akan terlihat pucat dan kusam.

5. Rutinitas skincare terabaikan

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Hadirnya bayi baru lahir menyita sebagian besar perhatian Mama, akibatnya rutinitas perawatan wajah yang dulu rajin dilakukan kini menjadi terabaikan. 

Tanpa pembersihan dan eksfoliasi yang teratur, penumpukan sel mati bisa menghalangi pancaran cahaya alami kulit. Selain itu, tidak menggunakan pelembap dan sunscreen juga bisa membuat kulit rentan terhadap kerusakan. 

Perubahan kondisi kulit setelah melahirkan merupakan hal yang wajar terjadi seiring adaptasi tubuh Mama. Kuncinya ialah tetap merawat diri dengan sabar, penuhi asupan nutrisi, minum air yang cukup, serta nikmati setiap momen bersama si Kecil.

Curated For You

Editorial Team

Related Article