Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Ibu Hamil Sering Cemas dan Gelisah?

Freepik/valeria_aksakova
Freepik/valeria_aksakova
Intinya sih...
  • Ibu hamil sering cemas dan gelisah karena perubahan hormonal, kondisi fisik, peran baru, kekhawatiran terhadap janin, dan riwayat masalah kesehatan mental.
  • Cara mengatasi kecemasan saat hamil meliputi berbagi cerita, tetap aktif, luangkan waktu untuk diri sendiri, istirahat yang cukup, pola makan sehat, bekali diri dengan pengetahuan, dan berkonsultasi dengan dokter.
  • Waspadai gejala gangguan kecemasan saat hamil seperti rasa cemas berlebihan yang sulit dikontrol, kesulitan berkonsentrasi atau fokus, gangguan tidur, dan gejala serangan panik.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kehamilan adalah momen yang begitu membahagiakan, namun juga penuh tantangan bagi perempuan. Memasuki masa kehamilan, perubahan besar tidak hanya terjadi pada tubuh, tetapi juga pada emosi. Salah satu hal yang sering dirasakan oleh ibu hamil adalah perubahan suasana hati secara tiba-tiba. 

Tak jarang ibu hamil merasa suasana hatinya mudah berubah, muncul rasa gelisah, cemas, atau khawatir tanpa alasan yang jelas. Kondisi emosional yang tidak stabil ini sebenarnya wajar terjadi selama kehamilan.

Meski begitu, penting bagi Mama untuk mengenali penyebab kecemasan dan memahami gejalanya sejak dini. Hal ini perlu diperhatikan karena jika kecemasan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat, dampaknya bisa berpengaruh pada kesehatan Mama dan perkembangan si Kecil dalam kandungan.

Berikut Popmama.com telah rangkum penjelasan mengenai kenapa ibu hamil sering cemas dan gelisah. Yuk, simak selengkapnya, Ma!

1. Kenapa ibu hamil sering cemas dan gelisah?

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Rasa cemas dan gelisah adalah kondisi emosional yang paling sering dialami oleh ibu hamil. 

Hasil dari sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Mental Health & Clinical Psychology menunjukkan bahwa sekitar 20–40 persen perempuan mengalami kecemasan hingga depresi yang termasuk komplikasi penting selama masa kehamilan. 

Bahkan sebagian ibu hamil mengalami gejala yang lebih parah hingga didiagnosis menderita gangguan kecemasan atau anxiety disorder. Rasa cemas yang muncul selama kehamilan ini umumnya dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Perubahan hormonal

Selama kehamilan, tubuh perempuan mengalami peningkatan hormon yang cukup signifikan. 

Lonjakan hormon estrogen dan progesteron diketahui dapat memengaruhi kerja zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur emosi. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih sensitif dan rentan mengalami perubahan suasana hati, termasuk rasa cemas.

  • Perubahan kondisi fisik

Kehamilan membawa berbagai perubahan fisik yang terkadang terasa tidak nyaman. Keluhan seperti mual dan muntah, nyeri punggung, kram kaki, hingga sembelit bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari. 

Rasa tidak nyaman yang terus dirasakan ini dapat memicu stres dan meningkatkan kecemasan pada ibu hamil.

  • Peran dan tanggung jawab baru

Kehamilan menandai dimulainya peran baru yang besar dalam hidup seorang perempuan. Banyak calon ibu merasa khawatir apakah dirinya mampu menjalani peran sebagai ibu dengan baik. 

Rasa kurang percaya diri inilah yang sering memicu kegelisahan dan kecemasan selama masa kehamilan.

  • Kekhawatiran terhadap kondisi janin

Kesehatan dan perkembangan janin menjadi perhatian utama bagi hampir semua ibu hamil. 

Setiap perubahan kecil yang terasa tidak biasa, seperti gerakan janin yang berkurang, dapat memicu rasa khawatir berlebihan.

  • Riwayat masalah kesehatan mental

Ibu hamil dengan riwayat gangguan mental, seperti kecemasan atau depresi sebelum hamil, memiliki risiko lebih tinggi mengalami keluhan serupa saat kehamilan. 

Kondisi emosional yang sudah ada sebelumnya bisa menjadi lebih intens akibat perubahan hormon dan tekanan selama hamil. Oleh karena itu, gejala kecemasan pada kelompok ini cenderung muncul lebih berat dan perlu perhatian ekstra.

2. Cara mengatasi kecemasan saat hamil

Freepik
Freepik
  • Hindari memendam perasaan sendiri

Saat kecemasan terasa semakin berat selama kehamilan, penting bagi Mama untuk tidak memendamnya sendiri. Berbagi cerita dengan pasangan, sahabat, atau anggota keluarga bisa membantu meringankan beban pikiran. Jika diperlukan, Mama juga dapat meminta rujukan ke tenaga profesional seperti terapis yang berpengalaman menangani kecemasan pada masa kehamilan.

  • Tetap aktif selama kehamilan

Melakukan aktivitas yang dapat menurunkan tingkat stres bisa membantu meredakan kecemasan. Aktivitas fisik mendorong tubuh melepaskan endorfin yang berperan sebagai pereda stres alami di otak.

Berjalan kaki, jogging ringan, atau yoga menjadi pilihan yang aman dan efektif, selama dilakukan sesuai anjuran dokter.

  • Luangkan waktu untuk diri sendiri

Meluangkan waktu untuk diri sendiri menjadi salah satu cara penting untuk membantu meredakan kecemasan. Ibu hamil dapat mencoba berbagai aktivitas yang membantu tubuh melepaskan endorfin tanpa harus melakukan aktivitas fisik berat, seperti meditasi, akupunktur, pijat, atau latihan pernapasan dalam.

Selain itu, lakukan aktivitas sederhana yang mampu menghadirkan rasa tenang dan nyaman. Menikmati secangkir teh sambil membaca buku atau mendengarkan musik yang menenangkan bisa menjadi momen relaksasi yang berharga.

  • Istirahat yang cukup

Memastikan waktu istirahat yang cukup sangat penting selama masa kehamilan. Meski tidur nyenyak sering kali sulit didapat karena perubahan tubuh, menjadikan tidur sebagai prioritas dapat membantu meredakan gejala kecemasan. 

Kurang tidur justru bisa membuat emosi lebih sensitif dan pikiran terasa semakin gelisah. Jika ibu hamil kerap terbangun di malam hari, cobalah memanfaatkan waktu siang untuk tidur sejenak saat tubuh merasa lelah. 

Tidur singkat atau power nap dapat membantu memulihkan energi dan menenangkan pikiran. Dengan pola istirahat yang lebih terjaga, tubuh dan emosi pun bisa terasa lebih seimbang.

  • Terapkan pola makan sehat

Menerapkan pola makan bergizi seimbang dapat membantu menjaga suasana hati ibu hamil tetap stabil. Konsumsi buah, sayur, serta biji-bijian memberikan asupan nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh sekaligus membantu mengurangi rasa cemas. 

Asupan makanan yang tepat juga berperan dalam menjaga energi dan keseimbangan emosi selama kehamilan. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan cukup minum air putih setiap hari. 

Ibu hamil juga disarankan membatasi konsumsi kafein karena asupan kopi berlebihan dapat memicu rasa gelisah. Jika ingin minum kopi, sebaiknya tetap dalam batas aman, yaitu tidak lebih dari dua cangkir per hari.

  • Bekali diri dengan pengetahuan

Ketakutan berlebihan terhadap proses persalinan atau tokophobia sering menjadi sumber kecemasan bagi ibu hamil. Mengikuti kelas persiapan melahirkan dapat membantu memahami tahapan persalinan, respons tubuh, serta hal-hal yang akan dihadapi selama proses tersebut. 

Selain itu, ibu hamil berkesempatan berbagi cerita dan pengalaman dengan calon ibu lain yang memiliki kekhawatiran serupa. Dukungan sosial seperti ini dapat membantu mengurangi rasa cemas.

  • Berkonsultasi dengan dokter

Apabila kecemasan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. 

Hal ini penting demi menjaga kesehatan ibu sekaligus perkembangan janin. Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan solusi yang tepat dan aman selama kehamilan.

3. Waspadai gejala gangguan kecemasan saat hamil

Freepik/wavebreakmedia_micro
Freepik/wavebreakmedia_micro

Rasa khawatir merupakan hal yang wajar selama kehamilan, apalagi jika ini menjadi pengalaman baru bagi Mama. Pengalaman kurang menyenangkan di masa lalu, seperti keguguran, juga bisa membuat rasa cemas muncul kembali. 

Namun, bila kekhawatiran tersebut mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini patut diwaspadai sebagai tanda gangguan kecemasan.

Gejala gangguan kecemasan saat hamil antara lain:

  1. Muncul rasa cemas berlebihan yang sulit dikontrol

  2. Terlalu sering mengkhawatirkan berbagai hal, terutama kondisi kesehatan diri dan janin

  3. Sulit berkonsentrasi atau fokus

  4. Mudah merasa kesal, gelisah, atau tegang

  5. Otot terasa kaku atau menegang

  6. Mengalami gangguan tidur atau sulit tidur nyenyak

Gejala serangan panik yang perlu diwaspadai:

  1. Merasa sesak napas atau sulit bernapas

  2. Timbul perasaan kehilangan kendali

  3. Muncul ketakutan berlebihan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Apabila kecemasan atau serangan panik mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, Mama disarankan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis.

Penanganan yang tepat sejak awal dapat membantu menjaga kesehatan Mama sekaligus memastikan tumbuh kembang janin tetap berjalan dengan baik.

Itu dia alasan kenapa ibu hamil sering cemas dan gelisah. Semoga informasinya dapat membantu, ya, Ma.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

6 Rekomendasi Minuman Hangat untuk Ibu Hamil, Sangat Menyehatkan!

04 Feb 2026, 11:30 WIBPregnancy