7 Kandungan Labu untuk Ibu Hamil, Baik untuk Mata dan Kulit

- Kandungan beta-karoten dalam labu sangat aman dan penting untuk perkembangan mata janin serta kesehatan kulit mama.
- Labu merupakan sumber serat alami yang efektif mengatasi sembelit dan wasir yang sering dialami ibu hamil.
- Sebagai sumber karbohidrat kompleks, labu aman untuk menjaga gula darah stabil dan mencegah diabetes gestasional.
Labu kuning atau waluh sering kali menjadi primadona saat bulan puasa untuk dijadikan kolak, atau diolah menjadi sup krim yang hangat. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang manis alami membuat labu sangat mudah disukai. Namun, tahukah Mama bahwa di balik warna oranyenya yang cerah, labu menyimpan segudang manfaat untuk kehamilan?
Labu kuning termasuk dalam kategori superfood yang rendah kalori namun padat nutrisi. Mengonsumsi labu tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral penting bagi perkembangan janin.
Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa kandungan labu untuk ibu hamil secara lebih detail.
Yuk Ma, simak manfaatnya!
Deretan Kandungan Labu untuk Ibu Hamil
1. Beta-karoten untuk mata dan kulit

Warna oranye mencolok pada daging labu menandakan tingginya kandungan beta-karoten. Di dalam tubuh mama, zat ini akan diubah menjadi vitamin A. Vitamin A sangat krusial untuk perkembangan mata janin, memastikan penglihatannya berfungsi optimal sejak dalam kandungan.
Berbeda dengan vitamin A dari hati hewan (retinol) yang bisa berbahaya jika berlebih, beta-karoten dari labu sangat aman bagi mama saat hamil. Selain untuk mata, zat ini juga berfungsi menjaga kesehatan kulit mama agar tetap elastis dan tidak kusam, serta memperbaiki jaringan tubuh pasca melahirkan nanti.
2. Serat tinggi pencegah sembelit

Gangguan pencernaan seperti sembelit dan perut kembung termasuk keluhan langganan ibu hamil akibat hormon progesteron yang memperlambat gerak usus. Labu kuning adalah sumber serat pangan yang sangat baik untuk mengatasi masalah "macet" ini.
Daging labu yang lembut sangat mudah dicerna oleh lambung, namun seratnya efektif membantu memadatkan feses dan melancarkan buang air besar. Dengan rutin makan labu kukus atau sup labu, Mama bisa terhindar dari risiko wasir yang menyakitkan tanpa perlu obat pencahar.
3. Kalium untuk kontrol tekanan darah

Menjaga tekanan darah tetap stabil sangat penting untuk mencegah komplikasi preeklamsia. Labu mengandung kalium (potasium) yang cukup tinggi, mineral yang bertugas menyeimbangkan kadar garam dan cairan di dalam tubuh.
Kalium bekerja dengan cara merelaksasi dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah ke janin tetap lancar. Selain itu, asupan kalium yang cukup dari labu juga sangat membantu meredakan kram kaki yang sering menyerang di malam hari.
4. Zat besi untuk stamina

Ibu hamil membutuhkan pasokan darah yang lebih banyak, dan zat besi adalah komponen utamanya. Labu mengandung zat besi yang dapat membantu meningkatkan produksi hemoglobin, sehingga Mama terhindar dari anemia yang menyebabkan pusing dan lemas.
Meskipun kandungan zat besinya tidak setinggi daging merah, labu bisa menjadi sumber zat besi nabati yang baik. Agar penyerapannya maksimal, Mama bisa mengolah labu menjadi sayur bening yang diberi sedikit perasan jeruk nipis atau tomat (sumber vitamin C).
5. Vitamin C untuk kekebalan tubuh

Ibu hamil memiliki sistem imun yang unik dan cenderung lebih rentan terhadap infeksi. Labu mengandung vitamin C yang berperan sebagai antioksidan kuat untuk membentengi tubuh mama dari serangan virus flu atau batuk.
Selain menjaga imun, vitamin C dalam labu juga penting untuk pembentukan kolagen. Kolagen dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tulang rawan janin serta menjaga kulit perut mama agar tetap kuat saat meregang, meminimalkan munculnya stretch mark.
6. Asam folat untuk saraf janin

Nutrisi wajib bagi ibu hamil, yaitu folat, juga terdapat dalam labu kuning. Folat sangat penting, terutama di trimester pertama, untuk mencegah cacat tabung saraf pada bayi seperti spina bifida.
Mengonsumsi labu sebagai variasi makanan sumber folat akan membantu melengkapi kebutuhan harian ibu hamil. Dengan asupan folat yang cukup, risiko bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah juga dapat diminimalkan.
7. Karbohidrat kompleks untuk energi stabil

Bagi Mama yang memiliki risiko diabetes gestasional, labu adalah pilihan karbohidrat yang cerdas. Meskipun rasanya manis, labu mengandung karbohidrat kompleks dengan indeks glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih atau roti tawar.
Artinya, gula dari labu dilepaskan ke darah secara perlahan. Ini memberikan ibu hamil energi yang tahan lama dan stabil tanpa memicu lonjakan gula darah drastis. Mama jadi tidak mudah lapar dan berat badan kehamilan pun lebih terkontrol.
Itulah beberapa kandungan labu untuk kesehatan ibu hamil. Cara terbaik menikmati labu bisa dengan dikukus, dipanggang, atau dijadikan sup. Hindari memasaknya dengan santan kental yang terlalu banyak dan gula berlebih agar manfaat sehatnya tetap terjaga.
FAQ Labu untuk Ibu Hamil
| Apakah biji labu boleh dimakan ibu hamil? | Sangat boleh. Biji labu (pumpkin seeds) justru kaya akan mineral seng (zinc) dan Omega-3 yang sangat bagus untuk perkembangan otak janin. Ibu hamil bisa memanggangnya sebagai camilan sehat pengganti keripik. |
| Apakah labu menyebabkan perut kembung? | Secara umum tidak, karena serat labu cukup lembut. Namun, bagi sebagian orang yang sangat sensitif terhadap serat, konsumsi berlebihan bisa memicu gas. Mulailah dengan porsi kecil dan lihat respons tubuh. |
| Mana yang lebih baik, labu kukus atau kolak labu? | Untuk kesehatan, labu kukus atau sup labu jauh lebih baik. Kolak biasanya mengandung santan kental dan gula pasir atau merah yang sangat tinggi, yang bisa memicu kenaikan berat badan berlebih dan heartburn (asam lambung). |

















