Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

11 Gejala Kehamilan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter

11 Gejala Kehamilan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter
Magnific/yanalya
  • Segera periksakan muntah ekstrem, perdarahan vagina, sakit kepala parah, nyeri perut intens, demam tinggi, atau cairan vagina sangat banyak karena dapat menandakan komplikasi kehamilan.
  • Kontraksi teratur sebelum 37 minggu, nyeri saat buang air kecil, serta gatal hebat pada telapak tangan dan kaki perlu dikonsultasikan untuk mendeteksi persalinan prematur, infeksi, atau kolestasis.
  • Hubungi tenaga kesehatan bila gerakan janin berkurang, atau muncul nyeri, bengkak, kemerahan, dan hangat pada satu kaki; sesak napas atau nyeri dada membutuhkan pertolongan segera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan memang membawa berbagai perubahan pada tubuh ibu hamil. Mulai dari mudah lelah, mual, perubahan suasana hati, hingga munculnya berbagai rasa tidak nyaman di beberapa bagian tubuh. 

Sebagian besar keluhan tersebut memang merupakan bagian normal dari kehamilan. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan karena bisa menjadi tanda adanya masalah yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter profesional.

Lalu, bagaimana gejala kehamilan yang perlu segera diperiksakan ke dokter? Melansir Parents, berikut Popmama.com sajikan informasinya untuk Mama.


  1. 1. Muntah ekstrem

    Muntah ekstrem
    Magnific

    Mual dan muntah atau morning sickness merupakan keluhan yang umum terjadi selama kehamilan. Namun, Mama perlu segera menghubungi dokter jika gejala ini terjadi terus-menerus hingga tidak mampu menahan cairan, mengalami dehidrasi, atau jarang buang air kecil.

    Muntah yang berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi berat yang tidak baik bagi Mama maupun janin. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda hyperemesis gravidarum, yaitu bentuk mual dan muntah berat selama kehamilan yang dapat berlangsung lebih lama. Kondisi ini pun paling dikhawatirkan pada kehamilan 4–20 minggu. 

    Mama juga perlu menghubungi dokter jika:

    • Tidak mampu mempertahankan makanan selama dua hari berturut-turut
    • Mencurigai mengalami keracunan makanan
    • Muntah disertai demam tinggi

    Pada kondisi tertentu, Mama mungkin membutuhkan perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus.


  2. 2. Perdarahan

    Perdarahan
    Magnific

    Mama, perdarahan dari vagina dapat terjadi selama kehamilan, terutama pada trimester pertama. Bahkan, sebagian ibu hamil mengalami bercak darah atau perdarahan dalam 13 minggu pertama kehamilan dan sebagian besar tetap menjalani kehamilan yang sehat.

    Penyebabnya pun beragam. Pada awal kehamilan, bercak darah ringan dapat terjadi akibat proses implantasi. Polip serviks yang tidak berbahaya juga dapat menyebabkan perdarahan. Selain itu, serviks yang mengalami iritasi setelah berhubungan seksual atau menjalani pemeriksaan serviks juga dapat menyebabkan bercak darah.

    Meski begitu, perdarahan juga bisa menjadi tanda keguguran, terutama jika darah yang keluar cukup banyak dan disertai kram perut. Pada trimester kedua dan ketiga, perdarahan perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi ini dapat berkaitan dengan berbagai masalah kehamilan, termasuk gangguan pada plasenta.

    Oleh karena itu, jika Mama mengalami perdarahan kapan pun selama kehamilan, sebaiknya segera menghubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya.


  3. 3. Sakit kepala parah

    Sakit kepala parah
    Magnific

    Sakit kepala sesekali selama kehamilan umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, Mama perlu waspada jika sakit kepala terasa sangat berat dan terus-menerus, terutama jika disertai dengan pingsan, pusing, atau penglihatan kabur.

    Sakit kepala berat yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu dapat menjadi salah satu tanda preeklamsia, yaitu kondisi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Preeklamsia dapat mengurangi aliran darah ke janin dan menimbulkan masalah kesehatan bagi Mama.

    Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko preeklamsia antara lain memiliki riwayat preeklamsia, tekanan darah tinggi, diabetes sebelum hamil, obesitas, atau mengandung lebih dari satu janin.

    Selain sakit kepala yang terus berulang atau tidak kunjung membaik, beberapa tanda preeklamsia lainnya meliputi:

    • Nyeri perut, terutama di bagian kanan
    • Berat badan meningkat secara cepat, misalnya sekitar 4,5 kilogram dalam empat hari
    • Penglihatan kabur atau melihat kilatan cahaya maupun bintik-bintik
    • Pembengkakan berlebihan pada kaki, tangan, atau wajah
    • Ditemukannya protein dalam urine saat pemeriksaan

    Jika Mama mengalami gejala-gejala tersebut, segera konsultasikan dengan dokter, ya.


  4. 4. Nyeri perut yang intens

    Nyeri perut yang intens
    Magnific/diana.grytsku

    Nyeri perut selama kehamilan bisa terjadi karena berbagai alasan. Namun, nyeri yang sangat kuat atau berulang perlu diperhatikan. Pada kehamilan kurang dari 12 minggu, nyeri tajam dan hebat di salah satu sisi perut, terutama jika Mama belum menjalani pemeriksaan USG, perlu segera diperiksakan. 

    Dokter mungkin perlu memastikan tidak terjadi kehamilan ektopik, yaitu kondisi ketika hasil pembuahan menempel di luar rahim, paling sering di tuba falopi. Sementara itu, nyeri perut pada akhir kehamilan dapat disebabkan oleh perubahan normal seperti rahim yang semakin membesar, peregangan ligamen penyangga rahim, atau gas.

    Namun, Mama tetap perlu memeriksakan diri jika nyeri semakin parah, tidak kunjung mereda, atau disertai perdarahan. Nyeri perut yang intens atau berulang pada akhir kehamilan juga dapat berkaitan dengan kontraksi hingga kondisi lain seperti radang usus buntu.


  5. 5. Menggigil atau demam tinggi

    Menggigil atau demam tinggi
    Magnific/benzoix

    Demam tinggi selama kehamilan perlu mendapat perhatian karena peningkatan suhu tubuh dapat memberikan risiko tambahan bagi janin. Pada awal kehamilan, gangguan terhadap suhu tubuh dapat memengaruhi proses perkembangan kehamilan dan meningkatkan risiko keguguran.

    Sementara itu, demam pada usia kehamilan yang lebih lanjut mungkin tidak berdampak langsung pada janin sebesar pada awal kehamilan. Namun, demam dapat menjadi tanda adanya infeksi atau kondisi lain yang tetap perlu diketahui oleh dokter. Jika Mama mengalami demam tinggi atau menggigil, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga kesehatan.


  6. 6. Cairan vagina yang keluar sangat banyak dan encer

    Cairan vagina yang keluar sangat banyak dan encer
    Magnific

    Menjelang akhir kehamilan, cairan vagina yang encer dan berair bisa saja merupakan keputihan yang jumlahnya meningkat selama kehamilan. Cairan tersebut juga bisa berupa urine yang tidak sengaja keluar karena tekanan rahim yang semakin besar pada kandung kemih.

    Namun, jika Mama mengalami keluarnya cairan dalam jumlah banyak secara tiba-tiba, terutama sebelum usia kehamilan 37 minggu, segera hubungi dokter. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa ketuban pecah lebih awal dan berpotensi berkaitan dengan persalinan prematur.

    Meski begitu, Mama tidak perlu langsung panik. Terkadang, cairan yang keluar ternyata bukan air ketuban, melainkan urine yang keluar ketika janin memberikan tekanan pada kandung kemih.


  7. 7. Kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu

    Kontraksi sebelum usia kehamilan 37 minggu
    Magnific/Yanalya

    Kontraksi yang muncul sebelum usia kehamilan 37 minggu dapat menjadi salah satu tanda persalinan prematur. Karena itu, Mama sebaiknya segera menghubungi dokter jika mengalami kontraksi pada usia kehamilan tersebut.

    Namun, Mama juga perlu mengenali perbedaan antara kontraksi persalinan dan kontraksi Braxton Hicks. Kontraksi Braxton Hicks sering disebut sebagai kontraksi latihan karena membantu tubuh mempersiapkan diri menghadapi persalinan. Kontraksi ini sangat umum terjadi pada kehamilan dan tidak selalu menandakan persalinan akan segera dimulai.

    Berbeda dengan kontraksi persalinan, kontraksi Braxton Hicks biasanya:

    • Tidak muncul secara teratur
    • Tidak semakin sering
    • Tidak semakin kuat
    • Dapat berkurang atau menghilang setelah Mama mengubah posisi atau aktivitas

    Sementara itu, kontraksi persalinan biasanya muncul secara teratur, semakin sering dan intens, serta tidak berhenti hanya karena Mama mengubah posisi atau aktivitas.

    Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kontraksi yang menghilang setelah beristirahat dan mencukupi kebutuhan cairan kemungkinan bukan kontraksi persalinan.

    Jika Mama masih ragu atau memiliki kekhawatiran mengenai kontraksi yang dirasakan, jangan ragu untuk menghubungi dokter.


  8. 8. Buang air kecil terasa sakit atau perih

    Buang air kecil terasa sakit atau perih
    Magnific/ArtPhoto_studio

    Lebih sering buang air kecil merupakan keluhan yang umum dialami selama kehamilan. Namun, rasa perih atau sakit saat buang air kecil bukanlah keluhan yang sebaiknya diabaikan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih (ISK), yang cukup umum terjadi selama kehamilan.

    ISK perlu mendapatkan pengobatan karena jika dibiarkan dapat menyebabkan komplikasi, termasuk meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan persalinan prematur. Infeksi yang tidak ditangani selama beberapa hari atau minggu juga dapat berkembang menjadi infeksi ginjal yang berkaitan dengan persalinan prematur.

    Mama memang tidak selalu harus mendapatkan pertolongan medis darurat ketika mengalami gejala tersebut. Namun, jika keluhan tidak segera membaik, sebaiknya jadwalkan pemeriksaan dengan dokter.


  9. 9. Gatal di seluruh tubuh, terutama tangan dan kaki

    Gatal di seluruh tubuh, terutama tangan dan kaki
    Magnific/karlyukav

    Rasa gatal ringan dapat menjadi bagian dari perubahan kulit selama kehamilan. Namun, jika Mama mengalami rasa gatal yang sangat berat, terutama pada telapak tangan dan telapak kaki, sebaiknya konsultasikan kepada dokter.

    Gatal yang intens dapat menjadi tanda kolestasis kehamilan, yaitu gangguan pada hati yang perlu dipantau oleh dokter. Kondisi ini sering kali dapat ditangani, termasuk dengan obat untuk membantu meredakan rasa gatal.

     Namun, pada kasus tertentu, kolestasis kehamilan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Karena itu, rasa gatal yang berlebihan selama kehamilan sebaiknya tidak dianggap sebagai keluhan kulit biasa.


  10. 10. Gerakan janin berkurang

    Gerakan janin berkurang
    Pexels/MART PRODUCTION

    Berkurangnya gerakan janin dapat menjadi tanda adanya masalah pada kehamilan sehingga Mama perlu segera menghubungi tenaga kesehatan jika menyadarinya. Pada akhir kehamilan, biasanya sekitar usia 28 minggu, Mama mulai dapat memantau pola gerakan janin melalui kick count atau hitungan gerakan janin.

    Sebagian dokter menyarankan Mama memeriksa gerakan janin beberapa kali dalam sehari dan memperhatikan setidaknya 10 gerakan dalam waktu satu jam. Jika Mama mencoba menghitung gerakan tetapi tidak merasakan gerakan janin, cobalah minum segelas jus buah. 

    Jika setelah mencoba kembali Mama masih tidak merasakan gerakan janin atau tidak merasakan 10 gerakan dalam waktu dua jam, segera hubungi dokter. Biasanya, kondisi tersebut tidak selalu berarti ada masalah karena bisa saja janin sedang lebih banyak diam. Namun, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan seperti non-stress test atau USG untuk memastikan kondisi janin.


  11. 11. Nyeri pada salah satu kaki

    Nyeri pada salah satu kaki
    Magnific/Lifestylememory

    Kehamilan dapat meningkatkan risiko terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah vena dalam pada kaki atau deep vein thrombosis (DVT). Perubahan hormon selama kehamilan membuat darah lebih mudah membeku. Selain itu, rahim yang semakin besar dapat menekan pembuluh darah dan menghambat sirkulasi sehingga darah lebih mudah berkumpul di kaki.

    DVT terkadang sulit dibedakan dengan kram kaki yang umum terjadi selama kehamilan. Namun, beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah keluhan yang hanya terjadi pada satu kaki dan disertai:

    • Kemerahan
    • Pembengkakan yang terasa sakit
    • Area kaki terasa hangat ketika disentuh

    DVT juga dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Dalam kondisi tersebut, tanda pertama yang muncul bisa berupa emboli paru, yaitu ketika sebagian gumpalan darah terlepas dan bergerak menuju paru-paru. Jika Mama mengalami sesak napas, nyeri dada, atau detak jantung yang cepat, segera cari pertolongan medis.

    Nah, itu tadi informasi mengenai gejala kehamilan yang perlu segera diperiksakan ke dokter. Jika Mama mengalami beberapa gejala seperti di atas, maka segeralah periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More