Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Ibu Melahirkan saat Gempa NTT, sedang Operasi Caesar
ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Mustafa Akin)
  • Gempa magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menimbulkan banyak korban, kerusakan parah, dan gempa susulan yang masih terjadi.
  • Di tengah gempa, Maria menjalani operasi caesar yang ditangani dr Yona, sehingga proses persalinan berlangsung dalam situasi sangat menegangkan.
  • Saat bumi berguncang, dr Yona berupaya maksimal melanjutkan operasi dengan hati-hati agar tidak melukai bayi yang akan dilahirkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi ibu yang melahirkan dengan cara caesar, nyawa sungguh terjaja di atas meja operasi. Lalu, bagaimana kalau terjadi gempa di tengah berjalannya operasi caesar? 

Di hari Sabtu, 15 Agustus 2026, terjadi gempa dengan magnitudo 7,7 dan menelan banyak korban. Bahkan sampai sekarang pun, gempa susulan masih terjadi dan lokasi terjadinya gempa masih mengalami kerusakan parah. 

Di tengah gempa kemarin, ada sebuah proses operasi caesar. Hal yang menegangkan ini dialami oleh ibu Maria dan dr Yona. Saat bumi berguncang, dokter Yona berusaha semaksimal mungkin agar tidak melukai bayi yang akan menyambut dunia. 

Seperti apa kisahnya, dan apakah operasinya berhasil? Popmama.com akan merangkumkannya untukmu. 

1. Maria melahirkan anak keempatnya

Pexels.com/Lemniscate L

Ini adalah kali keempat Maria melewati persalinan. Namun sudah pasti, ini menjadi persalinan yang tak akan dirinya lupakan selama-lamanya. 

Ia harus bertaruh nyawa dalam menjalani operasi saat gempa besar melanda Flores. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr Yona Sara Pardede pun menceritakan hal ini dengan bergetar. 

2. Operasi berlangsung di Kabupaten Nagekeo

Unsplash.com/Solen Feyissa

Gempa berlangsung di laut, 30 km dari Nagekeo. Sedangkan Maria berdomisili di Kabupaten Negekeo, sangat dekat dengan pusat gempa. 

Hebatnya seorang ibu, Maria mengaku tidak merasa takut sama sekali. Ia mengaku tidak merasa takut selama operasi, karena ia harus tetap sehat demi anak-anaknya, demikian dilansir dari The Straits Times. 

3. Dokter harus ekstra hati-hati karena bayi prematur

Unsplash.com/Alex Hockett

Persalinan Maria bukan persalinan biasa, karena ia melahirkan 2 bulan lebih awal dari perkiraan. Hal ini terjadi karena ia mengalami komplikasi kehamilan yang mengancam nyawa ibu dan bayinya. 

Operasi harus tetap dilakukan di tengah gempa karena mereka tidak punya pilihan lain. Jika ditunda, maka bisa membuat Maria kejang hebat yang berpotensi fatal. 

Sedangkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah yaitu 1,3 kg karena memang prematur. 

4. Operasi dengan senter

Unsplash.com/Jonathan Borba

Di tengah operasi, gempa terjadi sehingga listrik padam total. Tim dokter terpaksa menggelar operasi penanganan darurat. Mereka melanjutkan operasi dengan berbekal pencahayaan senter, sementara bangunan rumah sakit masih bergoyang karena gempa. 

Dokter Yona menceritakan kalau saat itu ia sempat merasa takut. Operasi itu sangat sulit karena ukuran bayinya sangat kecil. 

Resah pun melanda, karena mereka tidak memiliki fasilitas ventilator saat itu. Di tengah keresahan dan ketakutan, dokter Yona terus melantunkan doa memohon pertolongan pada Tuhan. 


5. Bayi lahir dan diberi nama Gempita

Reuters.com

Syukurnya, operasi berjalan lancar dan bayi pun lahir dengan sehat dan selamat. Bayinya yang lahir di tengah gempa diberi nama Gempita. Baik Maria dan Gempita saat ini dalam tenda perawatan. 

Gempita masih harus menjalani perawatan intensif di dalam inkubator yang ditempatkan di dalam tenda darurat luar ruangan. 

Karena tindakan heroik tim dokter dan nakes, Maria pun merasa sangat berterima kasih. Ia sangat bersyukur, karena saat ruangan sudah rubuh dan sangat berbahaya, para nakes tidak meninggalkannya. 

Semoga NTT segera pulih, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article