2 Ibu Melahirkan di tengah Gempa NTT, Melahirkan di Bawah Pohon

- Gempa di Nusa Tenggara Timur yang mulai terjadi pada 15 Agustus 2026 masih disusul getaran hingga 17 Agustus 2026.
- Gempa susulan bermagnitudo 5,5 melanda Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, saat dua ibu hamil menjalani proses persalinan.
- Kedua ibu mendapat perawatan dari tenaga kesehatan Puskesmas Watubaing di tengah situasi bencana yang kacau.
Gempa di Nusa Tenggara Timur pertama kali terjadi pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 kemarin, namun sampai sekarang gempa susulan masih terjadi. Selama bencana itu, ada dua ibu yang melahirkan di tengah kacaunya suasana.
Melahirkan tidak bisa ditunda karena ada bencana. Hal ini terjadi pada 2 ibu di Kabupaten Sikka, NTT. Saat itu, gempa susulan terjadi pada hari Senin, 17 Agustus 2026 kemarin.
Gempa berkekuatan magnitudo 5,5 ini menerpa wilayah Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka. Saat gempa terjadi, ada dua ibu hamil sedang dalam proses persalinan dan tengah mendapat perawatan medis dari nakes Puskesmas Watubaing.
Seperti apa kisahnya, dan apakah kedua ibu bisa melahirkan dengan selamat? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.
1. Seorang ibu melahirkan di dalam ruangan puskesmas

Ilustrasi gempa bumi (Unsplash.com/Emad El Byed) Gempa sudah berlangsung dari hari Sabtu (15/8/2026) dan masih berlangsung sampai senin (17/8/2026). Di Kabupaten Sikka, gempa susulan masih terus terjadi dan hal itu membuat para nakes di Puskesmas Watubaing terus bergerak untuk mengevakuasi para pasien, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak dan lansia ke luar gedung.
Di waktu yang sama, seorang ibu berhasil melahirkan di dalam ruangan puskesmas. Namun saat penanganan pasca persalinan berlangsung, gempa susulan kembali terjadi sehingga ibu dan bayi harus segera dilarikan ke luar gedung demi keselamatan.
2. Seorang ibu melahirkan di bawah pohon dengan ditutupi kain dan sarung

ilustrasi gempa bumi (pixabay.com/Tumisu) Setelah itu, ada lagi satu ibu hamil yang terpaksa melahirkan di luar gedung puskesmas saat proses evakuasi gempa susulan. Ibu tersebut terpaksa melahirkan di bawah pohon, tepatnya di area belakang Gedung Puskesmas Watubaing.
Tidak ada tenda darurat, apalagi fasilitas kesehatan memadai, para nakes terpaksa memutar otak. Mereka berinisiatif menutup tempat tidur pasien menggunakan kain dan sarung milik pribadi.
3. Kedua ibu dalam keadaan sehat

Ilustrasi gempa megathrust di Indonesia (Sumber: GeminiAI) Meski persalinan berlangsung dalam situasi mencekam dan dengan fasilitas sangat terbatas, namun kedua ibu beserta bayi berhasil diselamatkan dan dinyatakan dalam kondisi sehat.
Sayangnya, terjadi perubahan kesehatan pada salah satu ibu dan bayi. Salah satu pasangan ibu dan anak ini terpaksa dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
4. Para pasien dirawat di area terbuka

ilustrasi gempa (Pixabay/Angelo Giordano) Saat ini, para pasien yang ada di Puskesmas Watubaing mendapatkan perawatan medis di area terbuka, tepatnya di luar gedung puskesmas. Hal ini terjadi karena minimnya ketersediaan tenda darurat di lokasi.
5. Gempa susulan masih terjadi

ilustrasi gempa bumi (pexels.com/Wilson Malone) Ditengok dari situs BMKG, masih terjadi gempa bumi magnitudo 5,2 di 54 km barat laut Ende, NTT. Korban sudah berjatuhan, setidaknya sudah ada 71 orang yang dinyatakan meninggal karena gempa bumi ini.
Masih dari BMKG, ada 2.768 gempa susulan pasca gempa M 7,7 di minggu lalu. Sampai saat ini, pemerintah mengerahkan bantuan semaksimal mungkin untuk NTT namun belum ada jadwal kapan Presiden akan berkunjung ke sana.





















