- Kabupaten Manggarai: 26 jiwa
- Kabupaten Manggarai Timur: 24 jiwa
- Kabupaten Nagekeo: 8 jiwa
- Kabupaten Sikka: 4 jiwa
- Kabupaten Ende: 2 jiwa
- Kabupaten Manggarai Barat: 2 jiwa
- Kabupaten Ngada: 2 jiwa
Kronologi Ibu Hamil Kehilangan Bayi dalam Kandungan saat Gempa NTT

- Gempa Flores pada 15 Agustus 2026 mengganggu layanan RSUD Dr TC Hillers Maumere, sehingga operasi caesar Rensiana Dua yang dijadwalkan hari itu tertunda.
- Operasi dilakukan pada 16 Agustus, tetapi bayi perempuan Rensiana dan Yohanes Sil Tiket dinyatakan meninggal dalam kandungan; rumah sakit menyebut indikasi kematian sudah ada sejak pemeriksaan 13 Agustus.
- Hingga 17 Agustus, Rensiana menjalani pemulihan di tenda darurat rumah sakit. BNPB mencatat gempa NTT menyebabkan 68 orang meninggal dan 213 orang terluka.
Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi tidak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga duka mendalam bagi keluarga yang terdampak.
Salah satunya dirasakan pasangan suami istri asal Kabupaten Sikka, Rensiana Dua (21) dan Yohanes Sil Tiket (23). Pasangan yang merupakan warga Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka ini harus kehilangan anak pertama mereka di tengah situasi darurat akibat gempa bumi Flores.
Rensiana yang sebelumnya dijadwalkan menjalani operasi caesar harus menghadapi kondisi tak terduga usai gempa. Hal ini membuat pelayanan rumah sakit setempat terganggu hingga berujung merenggut nyawa bayinya di dalam kandungan.
Simak Kronologi ibu hamil kehilangan bayi dalam kandungan saat gempa NTT, yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini, dari berbagai sumber.
Table of Content
1. Operasi caesar terpaksa ditunda akibat gempa

Pexels/Raul Infante Gaete Yohanes mengungkapkan bahwa ia dan istrinya telah berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr TC Hillers Maumere sejak Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Saat itu, Rensiana direncanakan menjalani operasi caesar pada Sabtu (15/8/2026) untuk melahirkan anak pertama mereka yang berjenis kelamin perempuan. Namun, rencana tersebut berubah setelah gempa bumi dahsyat mengguncang Pulau Flores pada Sabtu pagi.
Kondisi rumah sakit ikut terdampak, sehingga pelayanan medis dan aktivitas di dalam rumah sakit mengalami kelumpuhan dalam situasi darurat. Ketika gempa terjadi, Yohanes langsung menggenggam tangan istrinya dan berusaha menyelamatkan diri keluar dari gedung rumah sakit.
Keduanya keluar untuk menghindari kemungkinan tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa. Situasi bencana membuat proses operasi Rensiana harus ditunda. Dokter kemudian meminta keluarga menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk melakukan tindakan medis.
2. Bayi perempuan dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan

Pexels/Pixabay Operasi persalinan Rensiana akhirnya baru dapat dilakukan pada Minggu (16/8/2026). Namun, pasangan muda tersebut harus menerima kenyataan pahit karena bayi perempuan yang mereka nantikan dinyatakan meninggal dunia di dalam kandungan.
Pihak RSUD Dr TC Hillers Maumere kemudian memberikan penjelasan mengenai kondisi bayi tersebut.
Berdasarkan keterangan medis dari rumah sakit, bayi pasangan Rensiana dan Yohanes sebenarnya terindikasi telah meninggal dunia di dalam kandungan sejak pertama kali Rensiana datang dan menjalani pemeriksaan di rumah sakit pada Kamis (13/8/2026).
3. Rensiana menjalani pemulihan di tenda darurat rumah sakit

Pexels/Nothing Ahead Hingga Senin (17/8/2026), Rensiana masih dalam kondisi lemas setelah menjalani operasi. Namun, kondisi bangunan RSUD Dr TC Hillers Maumere yang terdampak gempa membuat area rumah sakit dinilai tidak aman untuk digunakan sebagai tempat perawatan seperti biasa.
Alhasil, Rensiana pun harus menjalani masa pemulihan pasca operasi di bawah tenda darurat yang didirikan di halaman rumah sakit. Ia mendapatkan pendampingan dari sang suami serta anggota keluarga selama menjalani perawatan.
Kisah pasangan muda asal Sikka ini menjadi salah satu cerita pilu di tengah bencana gempa bumi yang melanda wilayah Pulau Flores. Di sisi lain, pemerintah masih terus melakukan evakuasi, penanganan korban, serta pendataan dampak gempa di sejumlah wilayah NTT.
4. BNPB mencatat 68 orang meninggal dunia akibat gempa NTT

Pexels/Roman Apaza Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (17/8/2026), sebanyak 68 orang dilaporkan meninggal dunia dan 213 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, NTT.
Berikut rincian korban meninggal dunia akibat gempa NTT berdasarkan data per 17 Agustus 2026:
Pemerintah memastikan data mengenai korban luka-luka maupun korban meninggal dunia akibat gempa bumi di NTT akan terus diperbarui secara berkala. Pendataan tersebut dilakukan seiring dengan proses evakuasi dan penanganan korban yang masih berlangsung di lapangan.
Demikian informasi mengenai kronologi ibu hamil kehilangan bayi dalam kandungan saat gempa NTT. Mari kita doakan untuk teman-teman kita yang berada di wilayah terdampak gempa, ya, Ma.



















-cf4163f640c5a1fa2a7eeb3068e19385.png)
