“Diberikan pengencer darah kalau ada indikasi sesuai dengan resiko tinggi atau rendahnya, kalau tinggi (pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan USG) di bawah 1:50mkita berikan. Kalau tidak, kita tidak berikan, dan diberikannya di bawah usia kehamilan 16 minggu,” kata dr. Marcel.
Kapan Ibu Hamil Harus Suntik Pengencer Darah? Ini Kata Dokter

- Kehamilan meningkatkan faktor pembekuan darah sebagai perlindungan saat persalinan, tetapi kondisi tertentu dapat menaikkan risiko trombosis dan memerlukan pengencer darah.
- Suntikan LMWH dapat diberikan pada ibu dengan riwayat trombosis, trombofilia, sindrom antifosfolipid, atau risiko tinggi preeklamsia; obat ini menghambat pembekuan dan tidak melewati plasenta.
- Tablet pengencer darah untuk pencegahan preeklamsia dinilai berdasarkan risiko, tekanan darah, dan USG; diberikan sebelum 16 minggu secara kontinu dengan pengawasan dokter karena berisiko perdarahan.
Selama masa kehamilan, umumnya ibu hamil akan mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya. Tak hanya perubahan bentuk tubuh, kondisi di dalam tubuh ibu hamil pun ikut berubah untuk mendukung pertumbuhan janin.
Salah satunya adalah perubahan pada sistem peredaran darah yang bisa membuat peningkatan faktor pembekuan darah. Kondisi ini pada dasarnya adalah proses perlindungan tubuh untuk mencegah perdarahan berlebih saat waktu persalinan nanti.
Namun, pada kondisi tertentu, darah yang lebih mudah membeku juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penggumpalan darah (trombosis), sehingga ibu hamil mungkin memerlukan suntikan pengencer darah.
Lantas, kapan ibu hamil harus suntik pengencer darah? Simak penjelasannya yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.
Kapan Ibu Hamil Harus Suntik Pengencer Darah?

Magnific Tidak semua ibu hamil memerlukan obat pengencer darah. Ibu hamil memerlukan suntikan pengencer darah ketika memiliki kondisi atau faktor risiko tertentu seperti riwayat penggumpalan darah (trombosis), kelainan genetik trombofilia, sindrom antifosfolipid (autoimun), atau risiko tinggi preeklamsia.
Salah satu obat yang umum digunakan adalah jenis Antikoagulan yakni low-molecular-weight heparin (LMWH) atau heparin berat molekul rendah, yang diberikan melalui suntikan. Obat ini bekerja dengan menghambat proses pembekuan darah dan tidak melewati plasenta, sehingga dapat digunakan selama kehamilan.
Bagaimana dengan Tablet Pengencer Darah?

Magnific/azerbaijan_stockers Obat pengencer darah tak hanya dalam bentuk suntikan, tapi juga tersedia dalam bentuk tablet. Penggunaan dan jenisnya tentu berbeda dengan bentuk suntikan. Dokter Kandungan dr. Marcel Elian Suwito, Sp.OG. dalam akun Instagram pribadinya, @marcel.elian.suwito menjelaskan bahwa tablet pengencer darah pada ibu hamil salah satunya digunakan untuk membantu mencegah preeklamsia atau tekanan darah tinggi selama kehamilan. Obat ini juga cukup sering digunakan pada ibu yang menjalani program bayi tabung.
Menurutnya, pemberian tablet pengencer darah untuk mencegah preeklamsia perlu mempertimbangkan risiko ibu hamil. Penilaian tersebut dapat melibatkan kalkulasi atau pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan USG, termasuk melihat aliran darah melalui arteri uterina
Kapan Tablet Pengencer Darah Diberikan?

Magnific/Pressfoto Khusus untuk pencegahan preeklamsia, dr. Marcel menjelaskan bahwa tablet pengencer darah diberikan sebelum usia kehamilan 16 minggu. dr. Marcel menyebutkan bahwa penelitian menunjukkan jika pemberian setelah usia tersebut tidak lagi memberikan hasil yang signifikan.
Pemberiannya pun dilakukan secara kontinu, bukan baru dimulai ketika kehamilan memasuki trimester kedua atau ketiga. Meski begitu, dr. Marcel menekankan bahwa kondisi khusus pada setiap ibu hamil tetap perlu didiskusikan dengan dokter kandungan.
Manfaat Obat Pengencer Darah bagi Ibu Hamil dan Janin

Magnific Apabila digunakan sesuai indikasi dan anjuran dokter, obat pengencer darah dapat memberikan sejumlah manfaat selama kehamilan, di antaranya:
- Membantu Menjaga Aliran Darah: Obat ini dapat membantu menjaga aliran darah melalui plasenta agar tetap optimal. Plasenta sendiri berperan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu kepada janin.
- Mendukung Pemenuhan Oksigen dan Nutrisi Janin: Aliran darah yang baik ke plasenta membantu mendukung kebutuhan oksigen dan nutrisi yang diperlukan janin selama proses pertumbuhan dan perkembangannya.
- Membantu Mencegah Komplikasi: Pada kondisi tertentu, obat pengencer darah dapat digunakan untuk membantu menurunkan risiko komplikasi yang berkaitan dengan masalah pembekuan darah, seperti preeklamsia, hambatan pertumbuhan janin, atau keguguran berulang.
Manfaat-manfaat ini hanya akan Mama dapatkan jika penggunaan obatnya sesuai dengan anjuran dan pengawasan dokter, ya.
Risiko dan Efek Samping Obat Pengencer Darah

Magnific/Tirachardz Meski dapat memberikan manfaat bagi ibu hamil dengan kondisi tertentu, penggunaan obat pengencer darah tetap memiliki risiko, terutama jika tidak digunakan sesuai dengan dosis dan anjuran dokter, seperti:
- Pendarahan: Obat pengencer darah bekerja dengan mengurangi proses pembekuan darah, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan. Kondisinya bisa ringan, seperti mudah memar atau mimisan, hingga lebih serius berupa perdarahan internal.
- Komplikasi lainnya: Efek samping yang muncul dapat berbeda, tergantung pada jenis obat yang digunakan. Misalnya, penggunaan heparin melalui suntikan dapat menyebabkan iritasi atau reaksi pada area penyuntikan, sedangkan aspirin (berbentuk tablet) dapat menimbulkan gangguan pencernaan ringan.
Umumnya, dokter akan menilai manfaat dan risikonya serta memantau kondisi Mama selama penggunaan obat.
Nah, itu tadi informasi mengenai kapan ibu hamil harus suntik pengencer darah. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama, ya!





















