Mengapa Retinol Tidak Baik untuk Ibu Menyusui? Simak Selengkapnya

Risiko penggunaan lebih besar daripada manfaatnya bagi ibu menyusui

3 Agustus 2022

Mengapa Retinol Tidak Baik Ibu Menyusui Simak Selengkapnya
Pexels/Tamilles Esposito

Ibu menyusui tak hanya wajib menjaga kondisi fisiknya melalui pola makan sehat. Namun penting juga untuk memerhatikan kesehatan kulit wajahnya. 

Oleh karena itu, Mama yang sedang dalam masa menyusui juga disarankan untuk tetap menggunakan produk perawatan kulit. Dengan catatan skincare tersebut aman untuk ibu menyusui. 

Salah satu kandungan skincare yang terbukti efektif untuk merawat kulit wajah adalah retinol. Sayangnya, kandungan ini tidak busui friendly. Jadi, sebaiknya Mama menghindari penggunaan retinol selama menyusui Si Kecil. 

Berikut Popmama.com jelaskan mengapa retinol tidak dianjurkan untuk ibu menyusui, dikutip dari berbagai sumber.

1. Mengenal retinol sebagai bahan aktif dalam skincare

1. Mengenal retinol sebagai bahan aktif dalam skincare
Unsplash/Enecta Cannabis extracts

Sebelum mengetahui mengapa retinol tak dianjurkan bagi ibu menyusui, yuk cari tahu dahulu tentang retinol.

Sebagai informasi, retinol merupakan kandungan skincare turunan dari vitamin A yang diubah menjadi asam retinoat. 

Penggunaan retinol bertujuan untuk meningkatkan tingkat pergantian sel-sel kulit mati sehingga wajah Mama terlihat lebih cerah dan terhindar dari segala masalah. Misalnya mengurangi tanda-tanda penuaan, mengatasi jaringan parut, hingga bekas jerawat.

Jadi, tampilan kulit Mama bisa terlihat lebih halus dan sehat. Wajah pun tampak lebih muda karena sifat anti-aging di dalam retinol.

Biasanya, Mama bisa menemukan skincare dengan kandungan retinol yang memiliki konsistensi tertentu. Mulai dari kandungan 0,005% hingga 1%, yang dapat Mama pilih sesuai kebutuhan tergantung masalah kulit.

Namun perlu Mama ingat bahwa semakin tinggi kandungan retinol dalam sebuah produk skincare, maka kian besar risiko efek sampingnya. Kulit Mama mungkin dapat memerah dan mengelupas karena retinol menyebabkan kulit lebih kering.

Editors' Picks

2. Alasan retinol tidak baik untuk ibu menyusui

2. Alasan retinol tidak baik ibu menyusui
Pexels/Miriam Alonso

Meski ada banyak manfaat yang bisa Mama dapatkan dari penggunaan skincare dengan kandungan retinol, tetapi bahan aktif ini tak disarankan untuk ibu menyusui. Mengapa demikian?

Mengutip laman Verywell family, bahan aktif retinoid atau retinol bisa meningkatkan risiko cacat lahir jika digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui. 

Pasalnya, retinol diketahui dapat menyerap ke dalam darah dan bisa menimbulkan efek negatif pada ibu hamil dan ibu menyusui. Bahkan, ibu hamil yang menggunakan retinol bisa berisiko alami keguguran. 

Ibu menyusui yang mengaplikasikan skincare berbahan retinol juga bisa memengaruhi perkembangan anak mereka. 

Oleh karena itu, American Academy of Dermatology sepakat untuk melarang penggunaan retinol bagi ibu hamil dan ibu menyusui. 

3. Potensi bahaya penggunaan retinol selama menyusui

3. Potensi bahaya penggunaan retinol selama menyusui
Unsplash/Tokyo Kohaku

Retinol termasuk dalam bahan aktif yang keras. Jadi, penggunaannya perlu kehati-hatian. Kadar yang diaplikasikan pada kulit pun harus diperhatikan. 

Sebab, kadar retinoid yang terlalu tinggi pada skincare bisa berefek negatif pada kulit wajah. Misalnya kemerahan, kering, dan kulit mengelupas. Apabila hal ini terjadi, kulit pun akan lebih sensitif terhadap sinar matahari. 

Nah, bagi Mama yang sedang dalam masa mengandung atau menyusui pun cukup berisiko. Jadi, sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan skincare retinol selama masa kehamilan dan menyusui Si Kecil. 

Retinol yang menyerap ke dalam kulit wajah dapat turut beredar ke tubuh melalui aliran darah. Hal ini juga bisa diteruskan kepada bayi melalui ASI yang Mama berikan. 

Tumbuh kembang Si Kecil pun dapat terancam karena risiko efek sampingnya lebih tinggi dibanding manfaat yang akan Mama dapatkan. 

Apabila terkena kulit bayi secara tidak sengaja, skincare dengan kandungan retinol juga mungkin dapat menyebabkan iritasi, lho. Maka dari itu, pilihlah produk kulit wajah yang memang aman bagi ibu menyusui.

4. Boleh gunakan retinol kembali usai masa menyusui selesai

4. Boleh gunakan retinol kembali usai masa menyusui selesai
Pexels/SHVETS production

Ketika masa kehamilan dan menyusui, Mama yang terbiasa dengan skincare berbahan retinol disarankan untuk berhenti memakainya. 

Sisihkanlah dahulu skincare retinoid tersebut selama beberapa waktu hingga Mama melahirkan Si Kecil dan selesai menyusui buah hati. 

Mama pun bisa kembali merasakan manfaat skincare retinol tersebut usai masa kehamilan dan menyusui. Kulit wajah pun akan terlihat lebih segar, sehat, cerah. 

Kandungan aktif ini juga efektif untuk mengatasi kulit kusam akibat kelelahan dan hiperpigmentasi dari jerawat akibat pengaruh hormon selama hamil atau menyusui. 

Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli kecantikan sebelum mulai kembali menggunakan skincare ini, ya. 

5. Alternatif yang bisa Mama pilih selain retinol

5. Alternatif bisa Mama pilih selain retinol
Unsplash/Birgith Roosipuu

Lantas, adakah bahan skincare lain yang dapat Mama gunakan sebagai alternatif retinol? Tentu saja ada, Ma.

Mama yang berhenti menggunakan retinol selama masa kehamilan dan menyusui bisa menggantinya dengan skincare berbahan bakuchiol.

Sebagai informasi, bakuchiol merupakan bahan pengobatan alternatif Ayurveda di India ataupun Cina kuno. Ini mengandung fenol yang bisa ditemukan dari biji dan daun tumbuhan Psoralea corylifolia. 

Mirip dengan retinol, bakuchiol bisa membantu Mama dalam melawan tanda-tanda penuaan. Dengan cara mengurangi garis dan kerutan, meningkatkan elastisitas kulit, dan mengatasi masalah hiperpigmentasi. Kulit pun terasa lebih halus, sehat, dan awet muda.

Selain bakuchiol, Mama dapat menggunakan skincare berbahan asam azelaic sebagai pengganti retinol. Kandungan aktif yang satu ini efektif dalam membasmi jerawat. Sama baiknya dengan retinol, tetapi lebih aman untuk ibu hamil dan menyusui. 

Vitamin C juga bisa menjadi pilihan skincare lain untuk menggantikan retinol. Kandungan antioksidan yang dimiliki oleh vitamin C dapat melawan radikal bebas penyebab penuaan, mengatasi hiperpigmentasi, dan jaringan parut.

Produksi kolagen kulit pun dapat meningkat dengan bantuan vitamin C sehingga kulit Mama tampak lebih cerah dan kenyal. 

Itu dia penjelasan bahaya retinol bagi ibu menyusui yang perlu Mama pahami. Yuk, hentikan penggunaan retinol selama masa menyusui dengan memilih alternatif lain demi kesehatan buah hati. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk