- Di dalam dinding itu, sel darah putih yang mati dan bakteri membentuk cairan kental yang disebut nanah. Gejalanya cukup spesifik, antara lain:
- Teraba adanya benjolan yang keras namun terasa lunak atau bergelombang di bagian tengah (mengalami fluktuasi).
- Nyeri yang sangat hebat dan terasa terlokalisir hanya pada area benjolan.
- Kulit di atas benjolan terlihat sangat merah, mengkilap, dan terasa sangat panas.
- Demam tidak kunjung turun, meski sudah mengonsumsi obat penurun panas.
Perbedaan Mastitis dan Abses Payudara, Sama-Sama Nyeri!

- Pada awal menyusui, bayi yang masih sering tidur dapat membuat payudara ibu terasa penuh.
- Payudara penuh pada beberapa kasus dapat berujung pada mastitis, yang menimbulkan nyeri.
- Mastitis yang didiamkan berpotensi berkembang menjadi abses payudara yang sangat menyakitkan dan berbahaya.
Di awal menyusui, ada masalah yang bisa mengintai dan cukup mengganggu yaitu mastitis. Jika didiamkan, bisa berubah menjadi abses payudara yang berbahaya. Bagaimana cara membedakannya?
Setelah melahirkan, ada lagi tantangan yang dihadapi para Mama yaitu menyusui. Di awal kehidupan bayi, biasanya mereka masih sering tidur dan itu yang membuat banyak Mama mengalami payudara penuh.
Pada beberapa kasus, payudara penuh bisa berujung pada mastitis. Serta, pada kasus selanjutnya bisa saja mengalami abses yang sangat menyakitkan.
Sebenernya, apa perbedaan mastitis dan abses, Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama.
1. Apa Itu mastitis dan abses?

Unsplash.com Mastitis adalah peradangan pada jaringan payudara yang seringnya disebabkan oleh sumbatan saluran ASI dan infeksi bakteri. Mastitis merupakan tahap awal peradangan yang ditandai dengan kemerahan dan rasa panas pada kulit payudara.
Sedangkan abses payudara adalah komplikasi lebih lanjut dari mastitis yang tidak mendapatkan penanganan tepat. Abses sendiri ditandai dengan terbentuknya kantong berisi nanah di dalam jaringan payudara. Kondisi abses memerlukan tindakan pengeluaran cairan secara medis.
2. Gejala mastitis

Freepik.com/Magnific.com Secara medis, mastitis didefinisikan sebagai peradangan pada jaringan payudara yang bisa disertai atau tanpa disertai infeksi bakteri. Penyebab utamanya adalah sumbatan yang terjadi pada saluran air susu. Ketika ASI tersendat keluarnya, cairan tersebut akan menumpuk dan memicu respon peradangan di jaringan sekitarnya.
Gejalanya biasanya bertahap, namun terasa sangat mengganggu. Salah satu gejalanya adalah terdapat area kemerahan di payudara dan terasa hangat jika disentuh secara langsung. Lalu, terdapat rasa nyeri yang bersifat menyebar di seluruh area payudara, bukan hanya pada satu titik.Kemudian, terjadi pembengkakan jaringan yang membuat payudara terasa lebih berat dan kencang. Terakhir, Mama merasakan gejala mirip flu yaitu demam tinggi, menggigil, dan rasa lelah yang ekstrem.
3. Gejala abses payudara

Pinterest.com Abses payudara merupakan kumpulan annah yang terlokalisir di dalam jaringan payudara akibat infeksi bakteri yang memburuk. Kondisi ini bisa terjadi jika sistem kekebalan tubuh gagal melawan infeksi mastitis, sehingga tubuh membentuk dinding pelindung di sekitar area infeksi.
4. Perbedaan dalam mengobatinya

Freepik.com Pada mastitis, pengobatan bisa dilakukan dengan perawatan mandiri di rumah dan obat-obatan dari dokter. Untuk memaksimalkan penyembuhan, Mama akan diminta istirahat total dan menjaga hidrasi tubuh.
Sedangkan pada pengobatan abses payudara, diperlukan tindakan invasif minimal. Perlu diketahui kalau abses payudara tidak bisa sembuh hanya dengan pemberian antibiotik oral atau kompres saja. Karena kantong nanah yang sudah terbentuk harus dikeluarkan melalui prosedur medis agar jaringan sehat di sekitarnya tidak mengalami kerusakan.
Dokter spesialis bedah biasanya akan melakukan aspirasi jarum halus atau insisi kecil untuk melakukan drainase nanah. Prosedur ini sangat penting karena nanah yang tertinggal di dalam payudara dapat menyebabkan infeksi berulang dan kerusakan struktur permanen pada jaringan lemak payudara.
5. Cara mencegah abses payudara

Pexels.com/MART PRODUCTION Untuk mencegah abses payudara, Mama perlu mencegah terjadinya mastitis. Pada ibu menyusui, penting sekali untuk menjaga teknik pelekatan bayi yang benar dan memastikan payudara kosong setelah menyusui.
Selain itu, memerhatikan kebersihan puting juga jadi hal yang sangat penting agar bakteri tidak masuk ke dalam saluran susu. Berikut adalah cara untuk menjaga kesehatan payudara, agar tidak mengalami mastitis dan abses payudara.
Pertama, susui secara bergantian pada kedua payudara untuk mencegah terjadinya penumpukan ASI berlebih. Lalu, hindari penggunaan pakaian atau bra yang terlalu ketat karena bisa menekan saluran ASI. Jika mengalami ketidaknyamanan pada payudara, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan langkah penanganan dini yang tepat.Selamat mengASIhi ya, Ma!





















