Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mitos vs Fakta: Posisi Intim Tertentu Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak

2 min read
Mitos vs Fakta: Posisi Intim Tertentu Bisa Tentukan Jenis Kelamin Anak
Magnific.com
  • Posisi hubungan intim maupun waktu tertentu dalam siklus menstruasi tidak terbukti secara medis dapat menentukan jenis kelamin bayi; metode Shettles dinilai tidak akurat.

  • Jenis kelamin kromosom bayi ditentukan saat pembuahan: sel telur membawa kromosom X, sementara sperma membawa X atau Y, membentuk XX atau XY.

  • Posisi intim juga tidak terbukti meningkatkan peluang kehamilan secara signifikan; pasangan dianjurkan rutin berhubungan sekitar masa subur dan menjaga kesehatan reproduksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat menjalani program hamil, pasti pernah mendengar informasi tentang cara meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin tertentu. Salah satunya adalah tentang posisi saat berhubungan intim yang bisa menentukan apakah nantinya si Kecil berjenis kelamin laki-laki atau perempuan.

Beberapa posisi bahkan dipercaya bisa membuat sperma pembawa kromosom tertentu lebih mudah mencapai sel telur, jadi hal ini bisa memperbesar peluang mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu.

Namun, apakah anggapan tersebut benar secara medis? Berikut Popmama.com rangkum fakta mengenai hubungan antara posisi berhubungan intim dan jenis kelamin si Kecil nantinya. Yuk, simak penjelasannya!

  1. Posisi Hubungan Intim Bisa Menentukan Jenis Kelamin, Mitos

    Posisi Hubungan Intim Bisa Menentukan Jenis Kelamin, Mitos
    Magnific.com

    Salah satu teori yang cukup populer untuk menentukan jenis kelamin bayi adalah Shettles method. Metode ini menyebutkan kalau posisi dan waktu berhubungan intim tertentu dapat meningkatkan peluang mendapatkan jenis kelamin tertentu.

    Namun, dilansir dari Flo Health, Sara Twogood, MD, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Cedars-Sinai Medical Group, menyebut metode tersebut sudah tidak lagi dianggap akurat.

    Beberapa penelitian lain juga membantah teori tersebut dan tidak menemukan bukti bahwa posisi atau waktu tertentu dalam siklus menstruasi dapat meningkatkan peluang mendapatkan anak dengan kelamin tertentu.

  2. Jenis Kelamin Anak Ditentukan oleh Kromosom Sperma

    Jenis Kelamin Anak Ditentukan oleh Kromosom Sperma, Fakta
    Magnific.com/Drazen Zigic

    Medline Plus menjelaskan bahwa secara biologis, jenis kelamin kromosom bayi ditentukan saat pembuahan. Sel telur selalu membawa kromosom X, sedangkan sperma membawa kromosom X atau Y. 

    Jika sperma membawa kromosom X, kombinasi kromosomnya menjadi XX yang umumnya berkembang sebagai perempuan. Sementara jika sperma membawa kromosom Y, kombinasi kromosomnya menjadi XY yang umumnya berkembang sebagai laki-laki.

    Jadi, kromosom yang dibawa sperma menentukan jenis kelamin kromosom bayi, bukan posisi saat berhubungan intim, ya.

  3. Posisi Hubungan Intim Juga Tidak Memengaruhi Peluang Kehamilan Secara Signifikan

    Posisi Hubungan Intim Tidak Memengaruhi Peluang Kehamilan Secara Signifikan
    Magnific.com/Drazen Zigic

    Selain tidak bisa menentukan jenis kelamin bayi, posisi saat berhubungan intim juga tidak terbukti dapat meningkatkan peluang terjadinya kehamilan secara signifikan. Setelah sperma masuk ke saluran reproduksi, sperma akan bergerak menuju sel telur tanpa bergantung pada posisi tertentu saat berhubungan.

    Jadi, pasangan tidak perlu terlalu memikirkan posisi tertentu selama menjalani program hamil. Yang lebih penting adalah berhubungan secara rutin, terutama di sekitar masa subur, serta menjaga kesehatan reproduksi keduanya.

    Nah, daripada terlalu fokus pada mitos tersebut, yuk mulai lebih menikmati proses promil dan menjaga kesehatan bersama pasangan!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More