Benarkah Berhubungan Seks Dapat Tingkatkan Produksi ASI?

Berhubungan seksual saat masa menyusui tentu tidak mudah

9 November 2021

Benarkah Berhubungan Seks Dapat Tingkatkan Produksi ASI
Freepik/Racool_studio

Berhubungan seksual saat masa menyusui tentu tidak mudah. Mama harus beradaptasi dengan perubahan hormon yang dialami pasca melahirkan dan selama menyusui. Pada awal masa menyusui, Mama umumnya kehilangan gairah seksual sehingga intensitas hubungan intim akan berkurang. 

Meskipun begitu, hubungan seksual tetap dapat dilakukan untuk menjaga keharmonisan kehidupan rumah tangga. Berhubungan seksual bisa memberikan berbagai manfaat di antaranya menghilangkan stres dan mempererat ikatan suami istri. 

Lalu, ada pula beberapa orang yang percaya bahwa hubungan seksual bisa meningkatkan produksi ASI. Benarkah informasi tersebut? Simak penjelasan dari Popmama.com yang dirangkum dari beberapa sumber seperti di bawah ini. 

1. Gairah seks menurun saat masa menyusui

1. Gairah seks menurun saat masa menyusui
Pixabay/AdinaVoicu

Seperti dijelaskan sebelumnya, gairah seks perempuan cenderung menurun ketika masa menyusui. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kesibukan mengurus bayi, adaptasi dengan perubahan sejak si Kecil lahir, hingga perubahan hormon dalam tubuh. 

Dilansir dari The Bump, ketika menyusui, terjadi peningkatan kadar hormon prolaktin. Hormon prolaktin tersebut bisa menekan produksi hormon estrogen yang bisa menyebabkan menurunnya gairah seksual. 

Hormon estrogen mulai berangsur pulih ketika si Kecil sudah diperkenalkan dengan makanan pendamping ASI (MPASI). 

Editors' Picks

2. Hormon prolaktin membuat vagina kering

2. Hormon prolaktin membuat vagina kering
Freepik/jcomp

Selain menyebabkan penurunan gairah seksual, hormon prolaktin juga menyebabkan vagina kering. Akibatnya, Mama akan merasakan kesakitan ketika berhubungan seksual. 

Namun, Mama tak perlu khawatir ketika tidak merasakan gejala-gejala perubahan hormon seperti yang dijelaskan di atas. Mama tetap bisa berhubungan seksual dengan pasangan tanpa perlu khawatir dengan produksi ASI. 

3. Hubungan seksual bisa tingkatkan produksi ASI?

3. Hubungan seksual bisa tingkatkan produksi ASI
Freepik/Comzeal

Pertanyaan selanjutnya adalah benarkah anggapan bahwa berhubungan seksual bisa tingkatkan produksi ASI? Dilansir dari Romper, sebenarnya belum ada bukti ilmiah terkait peningkatan produksi ASI setelah berhubungan seksual. 

Perlu diketahui, saat mengalami orgasme, Mama akan melepaskan hormon oksitosin. Hormon tersebut adalah hormon yang membuat Mama secara spontan mengeluarkan ASI ketika menyusui. 

Oleh karena itu, beberapa orang beranggapan bahwa produksi ASI bisa meningkat setelah berhubungan seksual. Hal itu disebabkan meningkatnya hormon oksitosin yang juga biasa disebut hormon cinta. Meskipun begitu, produksi ASI bergantung pada seberapa menikmati Mama saat berhubungan seksual. 

Ketika Mama tidak mengalami orgasme atau tidak menikmati hubungan seksual, kondisi tersebut justru bisa menyebabkan stres, yang menghambat produksi ASI. 

4. Cara tingkatkan gairah seksual saat masa menyusui

4. Cara tingkatkan gairah seksual saat masa menyusui
Pexels/Anna Shvets

Kondisi penurunan gairah seksual saat masa menyusui memang wajar terjadi. Namun, Mama bisa melakukan beberapa cara untuk meningkatkan kembali gairah seksual. Berikut beberapa cara yang bisa Mama lakukan:

  • Merawat diri sendiri agar tidak mudah stres
  • Selalu komunikasi dengan pasangan tentang tantangan selama berhubungan seksual
  • Mengatur jadwal hubungan seksual. Saat berhubungan seksual, mama bisa menitipkan si Kecil ke orangtua atau melakukannya ketika bayi telah tidur
  • Membuat tantangan seks baik dari frekuensi atau gaya hubungan seks
  • Menggunakan pelumas agar hubungan seks tidak terasa menyakitkan

Itulah informasi seputar hubungan seksual dan pengaruhnya terhadap produksi ASI. Terpenting adalah Mama menjaga komunikasi dengan pasangan terkait tantangan yang dihadapi selama menyusui dan berhubungan seksual. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.