Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Labu Kuning untuk Ibu Menyusui

Labu kuning mungkin sudah tidak asing lagi bagi Mama

15 Februari 2021

Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Labu Kuning Ibu Menyusui
Pixabay/suju

Menyusui adalah proses transfer nutrisi dari Mama kepada bayi. Sebelum cukup umur untuk mengonsumsi makanan pendamping ASI, satu-satunya sumber nutrisi yang didapatkan si Kecil adalah ASI. Oleh karena itu, Mama perlu memerhatikan asupan makanan selama menyusui agar bisa memenuhi kebutuhan nutrisi diri sendiri dan bayi. 

Salah satu sumber makanan yang bisa dikonsumsi selama menyusui adalah labu kuning. Makanan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi Mama, namun perlu diketahui bahwa labu kuning mengandung banyak manfaat bagi tubuh selama menyusui. 

Lantas, apa saja manfaat labu kuning untuk ibu menyusui? Yuk simak penjelasan di bawah ini seperti dirangkum Popmama.com.

1. Meningkatkan kualitas ASI

1. Meningkatkan kualitas ASI
Pexels/Madison Inouye

Buah labu kuning mengandung beragam nutrisi seperti kalsium, zat besi, kalium, zinc, vitamin A, vitamin C, karbohidrat, protein, vitamin D, vitamin E, dan serat. Beragam kandungan nutrisi tersebut bisa meningkatkan kualitas ASI mama yang dapat mendukung tumbuh kembang si Kecil. 

Misalnya, kandungan vitamin C dan E bisa menjaga kesehatan kulit bayi baru lahir yang masih sensitif. Kemudian, kandungan vitamin A bisa menjaga kesehatan mata bayi. Apabila kualitas ASI baik, maka kebutuhan nutrisi harian si Kecil bisa terpenuhi dan bayi tumbuh sehat. 

Editors' Picks

2. Menjaga kesehatan kulit 

2. Menjaga kesehatan kulit 
Unsplash/Artem Labunsky

Sama halnya dengan bayi, buah labu kuning juga dapat menjaga kesehatan kulit dan mata mama selama menyusui. Kandungan beta karoten pada labu kuning bisa melindungi kulit mama dari paparan sinar matahari. Artinya, labu kuning adalah tabir surya alami yang melindungi kulit mama. 

Selain itu, kandungan vitamin C pada labu kuning juga bisa membentuk kolagen untuk menjadikan kulit mama sehat dan kenyal. Sehingga, Mama tak perlu khawatir kulit menjadi kering selama menyusui. 

3. Melancarkan sistem pencernaan

3. Melancarkan sistem pencernaan
Freepik/yanalya

Ibu menyusui kerap mengalami sembelit karena stres dan pola tidur yang berubah. Kondisi sembelit yang dialami ibu menyusui juga dikenal dengan sebutan postpartum constipation. 

Oleh karena itu, Mama bisa memanfaatkan labu kuning kuning untuk mengatasi sembelit selama menyusui. Kandungan vitamin, mineral, dan serat pada labu kuning bisa melancarkan sistem pencernaan. 

4. Meningkatkan imunitas

4. Meningkatkan imunitas
Pixabay/Sam Moody

Manfaat terpenting dari labu kuning adalah meningkatkan daya tahan tubuh mama selama menyusui. Apabila Mama terserang penyakit, maka secara tidak langsung si Kecil juga bisa sakit. Oleh karena itu, Mama dianjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit. 

Labu kuning kaya kandungan zat besi, asam folat, vitamin A, vitamin C, dan vitamin E yang berperan sebagai antioksidan. Nutrisi tersebut dapat membentuk kekebalan tubuh mama selama menyusui untuk menangkal serangan radikal bebas. 

5. Membuat tidur lebih nyenyak

5. Membuat tidur lebih nyenyak
Freepik/Jcomp

Saat menyusui, pola tidur mama tentu saja berubah. Bayi kerap kali terbangun saat malam hari, sehingga Mama diharuskan untuk begadang. Kualitas tidur mama pun terganggu karena sering terbangun untuk menyusui si Kecil. 

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tidur adalah mengonsumsi labu kuning. Buah ini mengandung tryptophan atau sejenis asam amino esensial yang bisa membantu tubuh mama memproduksi hormon serotonin. Hormon tersebut bisa mengendalikan suasana hati dan membuat tidur lebih nyenyak. Kualitas tidur yang baik bisa berpengaruh pada produksi dan kualitas ASI. 

Nah, itulah manfaat labu kuning untuk ibu menyusui. Mama bisa memanfaatkan labu kuning untuk dijadikan olahan makanan dengan cara direbus atau dipanggang dan menjadikannya camilan sehat. 

Baca juga :

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.