“Kalau perempuan tercapai orgasme, semua hormon bahagia itu keluar semua. Endorphin, hormon oksitosin keluarnya memudahkan kita jadi rileks, jadi glowing,” ujar dr. Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp.OG, MM, MARS, Founder Health 360 x YPK Mandiri Aesthetic Gynecology Center sekaligus Dokter Obgyn Utama di Gedung Graha Mandiri Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Pentingnya Orgasme dan Kesehatan Seksual bagi Perempuan

- Orgasme berperan penting bagi kesehatan fisik dan mental perempuan, membantu pelepasan hormon bahagia seperti endorfin dan oksitosin yang meningkatkan mood, relaksasi, serta kualitas tidur.
- Banyak perempuan mengalami kesulitan mencapai orgasme akibat faktor hormonal, fisik, dan psikologis seperti pasca melahirkan, menopause, stres, atau perubahan pada otot panggul.
- Kesehatan seksual dapat dijaga melalui latihan otot panggul, perawatan medis non-bedah, penggunaan pelumas, serta gaya hidup sehat dengan komunikasi terbuka bersama pasangan.
Orgasme bukan hanya soal kesenangan, tapi juga berperan penting bagi kesehatan fisik dan mental perempuan.
Saat perempuan mencapai orgasme, hormon-hormon seperti endorfin dan oksitosin dilepaskan, membantu tubuh rileks, meningkatkan mood, serta mendukung kualitas tidur dan kesehatan jantung.
Namun, banyak perempuan menghadapi tantangan untuk mencapai orgasme, terutama pasca melahirkan atau seiring bertambahnya usia.
Berikut Popmama.com membahas peran orgasme, tanda masalah seksual, dan tips menjaga kepuasan seksual untuk Mama. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
Manfaat Orgasme bagi Kesehatan Perempuan

Orgasme memiliki banyak manfaat fisik dan psikologis, termasuk meningkatkan mood, menurunkan stres, memperbaiki sirkulasi darah, dan mendukung kesehatan jantung.
Melalui orgasme, tubuh juga melepaskan hormon bahagia yang membantu relaksasi dan memberi efek cahaya alami.
Melansir dari Healthline, orgasme juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi ketegangan otot, dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik.
Masalah Seksual yang Perlu Diperhatikan

Beberapa perempuan tidak mudah mencapai orgasme dan seringkali tanda masalah seksual diabaikan. Berikut, yang perlu diperhatikan antara lain:
- Nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan.
- Kekeringan vagina.
- Tidak merasakan orgasme atau kepuasan seksual.
- Keputihan berulang atau iritasi.
“Ada 30% perempuan yang memang tidak pernah mengalami orgasme. Itu yang kita bantu bagaimana dia mendapatkan kepercayaan diri lagi,” tambahnya.
Dilansir dari Healthline, mendeteksi tanda-tanda ini lebih awal membantu mencegah masalah seksual lebih serius dan menjaga kualitas hidup perempuan.
Faktor yang Memengaruhi Orgasme

Kemampuan perempuan mencapai orgasme dapat terjadi oleh berbagai faktor, yaitu:
- Perubahan hormon, pasca melahirkan atau menopause dapat menurunkan libido dan lubrikasi alami.
- Kondisi otot panggul dan saraf dasar panggul, melahirkan atau perubahan hormonal dapat memengaruhi sensitivitas dan fungsi saraf.
- Faktor psikologis dan stres, mood, kecemasan, atau kelelahan bisa menurunkan respons seksual.
"Menyusui itu prolaktin kita meningkat, seks drive kita enggak ada. Kekeringan pada vagina juga muncul, pH sering berubah, menyebabkan keputihan berulang,” jelasya.
Mengutip dari Healthline, kombinasi perubahan hormonal, fisik, dan mental dapat memengaruhi kepuasan seksual perempuan jika tidak diperhatikan.
Perawatan untuk Mendukung Kepuasan Seksual

Pemulihan seksual pasca melahirkan atau saat menopause bisa dibantu dengan:
- Latihan otot panggul, untuk memperkuat otot dasar panggul, meningkatkan sensitivitas saraf, dan kontrol otot.
- Perawatan non-bedah, seperti laser atau RF untuk mengencangkan jaringan vagina yang longgar.
- Lubrikasi dan PRP, untuk membantu menjaga kelembapan dan kenyamanan selama hubungan seksual.
- G-spot amplification, untuk membantu perempuan merasakan kepuasan seksual lebih optimal.
Selain itu, dengan prosedur yang aman dan tepat bisa meningkatkan sirkulasi darah dan sensitivitas saraf untuk mendukung orgasme Mama yang lebih mudah dicapai.
Tips Menjaga Kesehatan Seksual

Selain perawatan medis, beberapa kebiasaan sehari-hari mendukung orgasme dan kesehatan seksual:
- Menjaga hidrasi dan pola makan sehat untuk jaringan intim tetap elastis.
- Olahraga rutin untuk sirkulasi darah optimal.
- Mengelola stres dan cukup tidur agar hormon tetap seimbang.
- Komunikasi terbuka dengan pasangan tentang kebutuhan dan kenyamanan seksual.
Melansir dari Healthline, kombinasi perawatan medis dan gaya hidup sehat meningkatkan kualitas orgasme dan kepuasan seksual perempuan secara menyeluruh.
Inilah penjelasan bahwa orgasme dan kesehatan seksual bukan hal yang tabu. Dengan mengenali tanda-tanda masalah, menjaga otot panggul, menjalani perawatan aman, dan menerapkan kebiasaan sehat, Mama bisa tetap nyaman, percaya diri, dan menikmati kualitas hidup seksual yang optimal.


















