Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Aman Menyusui saat Hamil, Kenali Juga Risikonya!

5 Tips Aman Menyusui saat Hamil, Kenali Juga Risikonya!
Pexels/Sarah Chai
Intinya Sih
5W1H
  • Menyusui saat hamil umumnya aman jika kehamilan tidak berisiko tinggi, namun perlu pemantauan dokter terutama bila muncul gejala seperti perdarahan atau kontraksi.
  • Ibu hamil yang menyusui membutuhkan tambahan energi dan nutrisi sekitar 500–650 kalori per hari agar kesehatan ibu, janin, dan anak tetap terjaga.
  • Pemeriksaan rutin penting untuk memantau kondisi rahim, produksi ASI, serta memastikan proses menyusui tidak menimbulkan komplikasi selama kehamilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Via Vallen membagikan foto menyusui anak pertamanya ketika tengah hamil anak keduanya. Ini biasa disebut tandem nursing. Sebenarnya, menyusui saat sedang hamil masih bisa dilakukan selama kondisi kehamilan sehat dan tidak berisiko tinggi. 

Dalam beberapa kasus, tetap menyusui saat hamil dianggap aman selama ibu tidak mengalami komplikasi tertentu dan tetap mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan. Namun, ibu tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh dan potensi risikonya agar kesehatan ibu, janin, dan anak yang disusui tetap terjaga.

Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!

1. Pastikan kehamilan dalam kondisi sehat

ilustrasi ibu hamil
Pexels/tamara govedarovic

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi kehamilan. Menyusui saat hamil umumnya aman jika kehamilan berjalan normal dan tidak memiliki risiko tinggi seperti riwayat keguguran atau kontraksi dini.

Jika muncul gejala seperti perdarahan, nyeri perut, atau kontraksi setelah menyusui, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dalam beberapa kondisi, menurut American Pregnancy Association, dokter mungkin menyarankan untuk menghentikan menyusui, misalnya jika ibu memiliki risiko persalinan prematur, kehamilan kembar, atau mengalami perdarahan dan nyeri rahim selama kehamilan.

2. Perhatikan asupan nutrisi yang cukup

ilustrasi menyusui
Pexels/MART PRODUCTION

Ibu yang menyusui sekaligus hamil membutuhkan energi dan nutrisi lebih banyak. Tubuh harus memenuhi kebutuhan janin di dalam kandungan sekaligus memproduksi ASI untuk anak yang disusui.

Dikutip dari Healthline, beberapa menyebut ibu perlu tambahan sekitar 500–650 kalori per hari. Ini tergantung usia bayi yang disusui dan tahap kehamilan. 

Karena itu, ibu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein, zat besi, asam folat, kalsium, serta cukup cairan agar kesehatan ibu dan perkembangan janin tetap optimal.

3. Dengarkan kondisi tubuh dan jangan memaksakan diri

ilustrasi ibu menyusui
Pexels/RDNE Stock project

Menyusui saat hamil bisa membuat ibu merasa lebih cepat lelah. Hal ini karena tubuh harus bekerja ekstra untuk mendukung dua proses biologis sekaligus, yaitu kehamilan dan produksi ASI.

Healthline menyebut banyak ibu yang menyusui saat hamil mengalami kelelahan, mual, dan puting lebih sensitif, sehingga penting untuk memberi waktu istirahat yang cukup.

Jika ibu merasa pusing, sangat lelah, atau kontraksi semakin sering muncul setelah menyusui, sebaiknya kurangi frekuensi menyusui atau beristirahat lebih banyak.

4. Waspadai kontraksi saat menyusui

ilustrasi ibu menyusui
Pexels/RDNE Stock project

Saat bayi menyusu, tubuh akan melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang juga berperan dalam memicu kontraksi rahim. Dikutip dari Healthline, hormon ini bisa menyebabkan ibu hamil merasakan kontraksi.

Kontraksi ringan ini biasanya tidak berbahaya pada kehamilan normal, tetapi ibu yang memiliki riwayat keguguran atau persalinan prematur perlu berkonsultasi dengan dokter.

5. Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin

Foto hasil USG
Unsplash/Volodymyr Hryshchenko

Kontrol rutin ke dokter sangat penting untuk memastikan bahwa menyusui tidak menimbulkan komplikasi pada kehamilan.  Pasalnya perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi produksi ASI serta kondisi tubuh ibu.

Salah satu risiko yang cukup sering terjadi adalah penurunan produksi ASI atau perubahan rasa ASI akibat perubahan hormon kehamilan. Kondisi ini kadang membuat anak yang lebih besar secara alami mulai mengurangi frekuensi menyusu. 

Selain itu, puting payudara juga bisa menjadi lebih sensitif atau nyeri, sehingga proses menyusui terasa kurang nyaman bagi ibu.

Melalui pemeriksaan berkala, dokter dapat memantau kondisi rahim, perkembangan janin, serta menilai apakah ibu masih aman untuk melanjutkan proses menyusui selama kehamilan.

Itulah tadi deretan tips aman menyusui saat hamil. Semoga membantu!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More