Waspada Preeklamsia Postpartum: Gejala Hipertensi setelah Melahirkan

Preeklamsia postpartum dapat muncul hingga enam minggu setelah melahirkan, terutama dalam 48 jam pertama, dengan tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih serta protein tinggi dalam urine.
Gejala penting meliputi sakit kepala hebat yang tak mereda, penglihatan buram atau sensitif cahaya, serta pembengkakan mendadak di wajah, tangan, dan kaki disertai kenaikan berat badan cepat.
Mual muntah, nyeri tajam di perut kanan atas, sesak napas, atau nyeri dada dapat menandakan komplikasi; kondisi tersebut membutuhkan evaluasi medis segera, termasuk unit gawat darurat bila diperlukan.
Persalinan yang lancar bukan berarti kewaspadaan terhadap kesehatan Mama berhenti. Tubuh tetap rentan mengalami gangguan medis mendadak selama masa nifas.
Preeklamsia pascapersalinan berupa peningkatan tekanan darah tinggi dapat muncul hingga enam minggu setelah melahirkan. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.
Berikut Popmama.com bagikan tanda bahaya preeklamsia postpartum yang perlu diwaspadai!
Table of Content
1. Lonjakan tekanan darah tinggi dan protein dalam urine

Popmama.com/Erica Santoso/AI Preeklamsia pascapersalinan ditandai dengan lonjakan tekanan darah hingga mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi secara mendadak. Lonjakan ini umumnya disertai dengan tingginya kadar protein di dalam sampel tes urine Mama.
Melansir dari Cleveland Clinic, kondisi komplikasi ini paling sering terjadi dalam rentang waktu 48 jam pertama pascapersalinan.
Meskipun demikian, tanda-tanda hipertensi ini tetap berisiko muncul secara fluktuatif hingga enam minggu masa nifas berjalan.
2. Sakit kepala hebat disertai gangguan pada penglihatan

Popmama.com/Erica Santoso/AI Nyeri kepala berat yang muncul secara terus-menerus menjadi salah satu indikator utama terjadinya tekanan darah tinggi. Sakit kepala ini biasanya tidak kunjung mereda meski Mama sudah beristirahat atau mengonsumsi obat pereda nyeri.
Kondisi tersebut kerap kali dibarengi dengan perubahan penglihatan yang mendadak buram atau sensitivitas berlebih terhadap cahaya.
Gejala visual ini menandakan adanya tekanan berlebih pada pembuluh darah otak yang membutuhkan evaluasi medis.
3. Pembengkakan mendadak pada area wajah dan anggota tubuh

Popmama.com/Erica Santoso/AI Pembengkakan fisik atau edema merupakan hal yang perlu dicermati secara serius selama masa pemulihan nifas. Pembengkakan berlebih akibat preeklamsia biasanya terjadi secara agresif pada area wajah, tangan, hingga kaki Mama.
Perubahan fisik ini umumnya diiringi dengan kenaikan berat badan yang melonjak drastis dalam jangka waktu singkat.
Mama diimbau untuk tidak menganggap remeh pembengkakan ekstrem ini sebagai penumpukan cairan nifas biasa.
4. Rasa mual muntah dan nyeri tajam di area perut

Popmama.com/Erica Santoso/AI Keluhan mual muntah yang datang kembali setelah melahirkan bisa menjadi sinyal adanya masalah pada fungsi organ dalam. Kondisi ini acap kali diperparah dengan munculnya rasa nyeri tajam di area perut bagian atas.
Nyeri perut yang dirasakan Mama biasanya berpusat di bawah tulang rusuk sebelah kanan sebagai area organ hati.
Rasa sakit yang hebat pada area ini menunjukkan bahwa kondisi preeklamsia mulai memengaruhi kinerja organ pencernaan.
5. Keluhan sesak napas hingga nyeri pada area dada

Popmama.com/Erica Santoso/AI Penumpukan cairan di dalam paru-paru dapat terjadi ketika gangguan tekanan darah tinggi mulai memicu komplikasi fatal. Dampaknya, Mama akan merasakan sesak napas yang cukup parah saat beraktivitas maupun ketika berbaring.
Keluhan dada terasa sesak ini sering kali datang bersamaan dengan rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada area dada.
Jika tanda darurat ini muncul, pertolongan medis di unit gawat darurat harus segera didapatkan tanpa ditunda.
Mengenali berbagai sinyal bahaya dari tubuh menjadi kunci utama keselamatan Mama selama menjalani masa nifas. Tetap waspada dan jangan ragu untuk segera menemui dokter jika merasakan gejala yang mencurigakan ya, Ma!





















