Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Penyebab dan Cara Mengatasi Postpartum Acne, Jerawat Pascamelahirkan

Penyebab dan Cara Mengatasi Postpartum Acne, Jerawat Pascamelahirkan
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Jerawat pasca melahirkan dipicu turunnya estrogen dan progesteron, yang meningkatkan produksi minyak serta menyumbat pori-pori; kurang tidur dan stres dapat memperburuk kondisi.
  • Perawatan mencakup membersihkan wajah dengan produk noncomedogenic, memakai benzoyl peroxide atau asam salisilat dosis ringan, serta menghindari retinoid dan kebiasaan memencet jerawat.
  • Kelola stres dan istirahat cukup; konsultasikan ke dokter bila muncul cystic acne agar penanganan, terutama bagi ibu menyusui, disesuaikan dengan aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehadiran si Kecil membawa kebahagiaan luar biasa di tengah keluarga. Namun, perubahan fisik pasca melahirkan tak jarang memicu masalah kulit, salah satunya timbulnya jerawat atau postpartum acne.

Melansir dari Cleveland Clinic, postpartum acne terjadi akibat lonjakan hormon yang merangsang produksi minyak berlebih hingga menyumbat pori-pori. Meski wajar, kondisi ini sering kali mengurangi rasa percaya diri Mama selama masa nifas.

Memahami pemicu dan cara penanganan yang tepat sangat penting agar kulit Mama tetap sehat saat mengasuh si Kecil. Berikut Popmama.com bagikan penyebab dan cara mengatasi postpartum acne yang bisa Mama coba!

  1. 1. Memahami penyebab munculnya jerawat pasca melahirkan

    jerawat (magnific.com/freepik)
    jerawat (magnific.com/freepik)

    Anjloknya kadar estrogen dan progesteron usai persalinan menjadi pemicu utama munculnya jerawat. Kondisi hormonal ini merangsang kelenjar kulit memproduksi minyak berlebih di area wajah.

    Minyak berlebih yang bercampur kotoran dan sel kulit mati akan menyumbat pori-pori kulit. Penyumbatan inilah yang kemudian memicu komedo hingga benjolan jerawat kemerahan.

    Kurang tidur serta rasa lelah merawat bayi baru lahir juga bisa memperburuk kondisi kulit. Stres tinggi merangsang produksi minyak yang membuat pori-pori makin mudah tersumbat.

  2. 2. Menggunakan produk perawatan wajah yang tepat dan aman

    Manfaat air putih untuk kulit ialah mencegah jerawat
    Ilustrasi perempuan memencet jerawat(Pexels.com/Polina Tankilevitch)

    Rutin membersihkan wajah merupakan langkah mendasar untuk mencegah jerawat makin parah. Usahakan tetap menyempatkan diri mencuci muka di sela kesibukan mengasuh si Kecil.

    Gunakan pembersih berlabel noncomedogenic yang tidak menyumbat pori-pori dan bertekstur lembut. Hindari menggosok kulit terlalu kuat agar peradangan tidak semakin melebar.

    Melansir dari Cleveland Clinic, kandungan benzoyl peroxide atau asam salisilat dosis ringan umumnya aman bagi ibu menyusui. Namun, hindari bahan seperti retinoid karena berisiko bagi bayi.

  3. 3. Hindari kebiasaan memencet jerawat dan sentuhan berlebih

    Hindari kebiasaan memencet jerawat dan sentuhan berlebih
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Rasa gemas ingin memencet benjolan jerawat sering kali sulit ditahan. Padahal, kebiasaan ini dapat memperparah kondisi peradangan kulit Mama.

    Memencet jerawat berisiko merusak jaringan kulit dan meninggalkan bekas kehitaman. Selain itu, kuman dari tangan bisa masuk dan memicu infeksi lanjutan.

    Biarkan jerawat mengering secara alami menggunakan obat oles yang aman. Pastikan tangan selalu bersih sebelum menyentuh area wajah.

  4. 4. Mengelola tingkat stres dan menjaga pola istirahat

    Mengelola tingkat stres dan menjaga pola istirahat
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Stres saat beradaptasi dengan peran baru dapat memicu hormon kortisol yang menambah produksi minyak. Mengelola stres sangat penting agar kulit tidak semakin breakout.

    Luangkan waktu untuk relaksasi atau melakukan teknik pernapasan sederhana di rumah. Jangan ragu berbagi tugas dengan pasangan agar Mama punya waktu beristirahat.

    Manfaatkan waktu tidur bayi untuk ikut memejamkan mata sejenak. Tubuh yang cukup istirahat membantu kadar hormon kembali stabil lebih cepat.

  5. 5. Berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan medis

    Berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan medis
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Jika jerawat terasa sakit dan keras di bawah kulit (cystic acne), segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter kulit akan memberikan penanganan medis yang aman.

    Bagi ibu menyusui, pemilihan obat oles akan disesuaikan agar tidak mengganggu ASI. Hindari mengoleskan krim jerawat di area dada agar tidak tersentuh bayi.

    Untuk Mama yang tidak menyusui, opsi terapi medis biasanya lebih bervariasi. Dokter dapat meresepkan krim khusus hingga obat minum jika peradangan tergolong berat.

    Merawat kulit pasca melahirkan memang membutuhkan waktu dan kesabaran di tengah kesibukan mengasuh bayi. Ingat ya Ma, perubahan kulit ini bersifat sementara dan bisa membaik secara bertahap. Tetap telaten merawat diri dan cintai prosesnya ya, Mama!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More