Jarang Diketahui, Ini Fungsi Tuberkel Montgomery untuk Menyusui

Bagian ini seringkali menonjol selama kehamilan dan menyusui

19 Agustus 2021

Jarang Diketahui, Ini Fungsi Tuberkel Montgomery Menyusui
Unsplash/Helena Lopes

Payudara kita sangatlah unik. Terdiri dari saraf dan jaringan-jaringan yang memproduksi ASI berkualitas sebagai sumber makanan bayi. Tetapi tahukah Mama bahwa payudara kita memiliki bagian-bagiannya yang mendukung fungsinya, terutama untuk kebutuhan menyusui bayi? Salah satu yang jarang diketahui adalah tuberkel Montgomery.

Kali ini Popmama.com akan merangkum fakta unik seputar tuberkel Montgomery untuk mendukung menyusui, dilansir dari Very Well Family:

Apa Itu Tuberkel Montgomery?

Apa Itu Tuberkel Montgomery
Pexels/Mateusz Dach

Tuberkel Montgomery adalah sejenis pori-pori yang berwujud menyerupai jerawat di permukaan areola. Bagian payudara ini diberi nama sesuai penemunya, yaitu seorang dokter kandungan Irlandia yang pertama kali menggambarkannya dalam literatur medis pada tahun 1837.

Tuberkel Montgomery merupakan benjolan di areola yang memanjang dari kelenjar areola (juga dikenal sebagai kelenjar Montgomery) dan seringkali menonjol selama kehamilan dan menyusui.

Sebagai jenis kelenjar sebaceous, bagian areola ini berfungsi terutama untuk menghasilkan sekresi yang melembapkan dan melindungi kulit. Seiring dengan keluarnya ASI, tuberkel Montgomery mengeluarkan zat berminyak bening atau keruh yang membantu mencegah infeksi.

Editors' Pick

Wujud Tuberkel Montgomery

Wujud Tuberkel Montgomery
Freepik/cookie.studio

Mama akan menemukan tuberkel Montgomery di permukaan areola berwujud area kulit melingkar di sekitar puting. Benjolan kecil ini bisa berwarna seperti daging, merah muda, merah, putih, atau kekuningan, dan biasanya berdiameter sekitar 1 hingga 2 milimeter.

Mama bisa saja memiliki lebih banyak tuberkel Montgomery di satu payudara daripada yang lain. Tuberkel Montgomery mungkin tidak terlihat sama sekali atau cukup menonjol tergantung pada faktor-faktor tertentu, mulai dari suhu tubuh hingga fluktuasi hormonal.

Sama seperti konsep ukuran areola yang bervariasi, beberapa orang memiliki lebih banyak tuberkel Montgomery daripada yang lain. Biasanya, orang memiliki antara empat sampai 28 tuberkel Montgomery.

Penyebab Tuberkel Montgomery Membesar

Penyebab Tuberkel Montgomery Membesar
Freepik

Tuberkel Montgomery bisa lebih menonjol dalam kondisi tertentu atau selama fase kehidupan tertentu. Seringkali, orang menyadari keberadaannya ketika tersentuh, mendapat rangsangan, kedinginan, selama masa pubertas, seiring puting menggelap dan payudara membesar saat kehamilan. Ketika aktivitas kelenjar areola meningkat seiring dengan jumlah hormon estrogen dalam tubuh, maka tuberkel Montgomery pun akan membesar.

Fungsi Tuberkel Montgomery selama Menyusui

Fungsi Tuberkel Montgomery selama Menyusui
Pexels/MART PRODUCTION

Mama mungkin penasaran, apa sih sebenarnya fungsi tuberkel Montgomery ini, terutama selama masa menyusui. Tuberkel Montgomery punya fungsi utama saat Mama menyusui karena mengeluarkan lebih banyak minyak setelah melahirkan, yang membantu menjaga puting tetap lembap dan kenyal. Hal ini akan memudahkan Mama dalam menyusui bayi. Cairan minyak ini bersifat antibakteri yang melindungi payudara dan bayi dari infeksi.

Penemuan menarik lainnya adalah tuberkel Montgomery mendorong bayi lebih lahap minum ASI. Studi menunjukkan bahwa bayi menyusu lebih bersemangat ketika kelenjar areola mengeluarkan lebih banyak minyak karena mengandung senyawa penciuman (aroma) yang akan mendorong bayi untuk menyusu.

Waspada Infeksi Tuberkel Montgomery

Waspada Infeksi Tuberkel Montgomery
Freepik/Bonnontawat

Meski disebutkan sebelumnya bahwa minyak yang terkandung di dalam tuberkel Montgomery dapat mencegah infeksi, tetapi faktanya tuberkel Montgomery sendiri dapat tersumbat dan terinfeksi. Ini biasanya terjadi ketika bakteri dari tangan, salep atau produk perlengkapan mandi, pakaian, atau bahkan mulut bayi memasuki celah kecil di kulit selama menyusui.

Terkadang, kelenjar ini bisa terinfeksi saat Mama tidak menyusui. Diabetes, merokok, atau tindik puting membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami abses subareolar, atau benjolan yang terinfeksi di kelenjar areola. Pada kasus yang lebih jarang, kista Montgomery dapat muncul ketika kelenjar ini tersumbat. Biasanya ditemukan pada remaja, kista Montgomery seringkali tidak berbahaya dan hilang dengan sendirinya, tetapi mungkin memerlukan pengobatan jika terinfeksi.

Itulah beberapa fakta seputar tuberkel Montgomery untuk mendukung menyusui yang menarik untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma. 

Baca Juga:

The Latest