7 Mitos Menyusui Saat Hamil, Cek Faktanya, Yuk!

20 Maret 2019

7 Mitos Menyusui Saat Hamil, Cek Faktanya, Yuk
Pixabay/adinavoicu

Perasaan Mama tentu campur aduk saat mengetahui hasil test pack positif dalam situasi masih menyusui si Kecil.

Apalagi, jika usia si Kecil belum genap setahun. Pada usia tersebut, kebutuhan anak terhadap ASI masih tinggi. Kekhawatiran berikutnya adalah: mungkinkah Mama bisa tetap menyusui saat hamil?

Sebagian besar tenaga medis berpendapat menyusui saat hamil itu aman dilakukan. Namun, ada beberapa situasi yang justru berisiko tinggi jika ibu hamil menyusui, yaitu ada riwayat keguguran atau kelahiran bayi prematur, mengalami perdarahan, dan hamil anak kembar.

Berkonsultasi dengan dokter kandungan terkait situasi yang Mama hadapi adalah langkah bijak. Jangan mudah percaya pada mitos menyusui saat hamil yang mampir di telinga Mama. PopMama.com membantu Mama untuk cek faktanya lebih dulu di bawah ini.

1. Hamil ketika masih menyusui, bisa kah?

1. Hamil ketika masih menyusui, bisa kah
PopMama/Ilhamsyah M

Benar bahwa menyusui adalah KB alami bagi ibu yang baru melahirkan. Beberapa ibu tidak mengalami menstruasi selama beberapa bulan hingga satu tahun pasca melahirkan. Akan tetapi, ibu menyusui tidak akan hamil juga sebuah mitos.

Tubuh Mama bisa mengalami ovulasi kembali secepatnya 6 minggu setelah melahirkan. Maka, supaya nggak kebobolan, pertimbangkan pemakaian kontrasepsi aman bagi Mama dan Papa sebelum berhubungan intim.

2. Menyusui ketika hamil bisa menyebabkan keguguran

2. Menyusui ketika hamil bisa menyebabkan keguguran
Unsplash/Kevin Laminto

Mitos ini pasti paling sering Mama dengar. Jangan khawatir, belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa risiko keguguran meningkat pada mama hamil sambil menyusui.

Memang benar hormon oksitosin yang diproduksi ketika menyusui menimbulkan kontraksi rahim. Meskipun begitu, jumlah hormon yang diproduksi dalam tubuh Mama termasuk kecil, sehingga kecil pula kemungkinan terjadinya keguguran karena menyusui.

3. Produksi ASI selama hamil menurun signifikan

3. Produksi ASI selama hamil menurun signifikan
Burst/Lisa Johnson

Ya benar, sekitar 70% ibu hamil menyadari penurunan produksi ASI dalam jumlah cukup signifikan. Namun, tidak sedikit dari mereka yang memutuskan tetap menyusui selama mengandung.

Semua bergantung pada kebutuhan bayi. Jika bayi sudah memasuki masa MPASI, tentu Mama bisa mengkombinasikan dengan menu MPASI. Namun, lain ceritanya jika usia bayi masih di bawah 6 bulan. Selama Mama masih bisa menyusui, mengapa tidak?

Editors' Picks

4. Menyusui mengurangi morning sickness

4. Menyusui mengurangi morning sickness
Pixabay/Pedro Serapio

Para ahli masih berdebat soal mitos ini, Ma. Sebagian mama mengaku mengalami hal tersebut. Sementara, sebagian besar ibu lainnya tetap merasakan morning sickness dengan rasa mual cukup intensif, khususnya saat menyusui. Jadi, kebenaran mitos ini belum diketahui secara pasti.

5. Anak akan menyapih dirinya sendiri begitu mengetahui Mama hamil

5. Anak akan menyapih diri sendiri begitu mengetahui Mama hamil
Unsplash/Tanaphong Toochinda

Mungkin Mama mengira hamil menjadi momen tepat untuk menyapih. Sayangnya, tidak selalu demikian. Memang benar anak bisa merasakan perubahan rasa ASI saat kehamilan, sehingga anak lebih sensitif dan moody. Beberapa ibu menganggap ini waktunya menyapih atau yakin anak bisa saja menyapih dirinya sendiri.

Perlu diingat, hal ini tidak berlaku pada semua anak. Penelitian La Leche League menyatakan hanya 26% anak yang menyapih dirinya sendiri, 28% ibu menyapih anaknya, dan 46% anak justru berlanjut ke tandem nursing.

6. Bayi baru lahir harus disusui lebih dulu

6. Bayi baru lahir harus disusui lebih dulu
Pixabay/Stock Snap

Mama baru saja melahirkan, pasti memprioritaskan si adik daripada si kakak. Ya, bayi baru lahir memang butuh tetesan ASI pertama untuk memperoleh kolostrum pada hari pertama atau kedua. Namun, aturan ini tidak selalu berlaku.

Mama ingat kan bahwa produksi ASI mengikuti permintaan anak? Jika produksi ASI Mama tinggi, hingga menetes terus menerus dan payudara terasa kencang, maka menyusui si Kakak lebih dulu adalah langkah tepat. Jadi, si Adik lebih mudah menyusui karena aliran ASI Mama tidak begitu deras.

7. Mama yang menyusui saat hamil harus memperhatikan pola makan

7. Mama menyusui saat hamil harus memperhatikan pola makan
Unsplash/Jose Soriano

Benar sekali, Ma, karena kini Mama makan untuk tiga orang. Maka, Mama harus mengatur pola makan agar bisa menyusui si kakak, sambil menjaga asupan bagi janin dalam kandungan.

Setidaknya, Mama perlu tambahan energi sebanyak 600-800 kalori: 300 kalori untuk janin dan 300-500 kalori untuk produksi ASI. Jumlah kalori tersebut setara dengan 4 porsi protein dan 6 porsi kalsium setiap hari. Plus, pastikan asupan air dalam tubuh Mama terpenuhi dengan minum 8-12 gelas per hari ya!

Nah, sekarang Mama sudah tahu kebenaran dari 7 mitos menyusui saat hamil. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi kehamilan ketika kontrol bulanan ya, Ma. Jadi, Mama bisa menjalani kehamilan sambil menyusui dengan nyaman.

Baca juga:

Topic:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!