Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bolehkah Ibu Hamil Makan Sashimi? Ini Penjelasannya
Pexels/Duong Quách

  • Sashimi adalah makanan laut mentah khas Jepang yang populer, namun keamanannya bagi ibu hamil masih dipertanyakan karena risiko parasit dan kandungan merkuri.
  • ACOG dan FDA melarang konsumsi ikan mentah bagi ibu hamil karena potensi infeksi anisakidosis serta bahaya merkuri yang dapat mengganggu kesehatan ibu dan perkembangan janin.
  • Ibu hamil disarankan makan ikan matang rendah merkuri seperti salmon, tuna, atau kembung sebanyak 240–360 gram per minggu untuk manfaat nutrisi tanpa risiko kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sashimi merupakan makanan yang sudah tak asing lagi terdengar. Sashimi adalah makanan khas Jepang yang terdiri dari potongan makanan laut (seafood) segar yang disajikan secara mentah.

Umumnya, sashimi menggunakan daging mentah dari ikan salmon, tuna, atau gurita. Bagi Mama yang menyukai hidangan-hidangan khas Jepang, sashimi merupakan salah satu makanan yang wajib dicoba.

Tapi, bolehkah ibu hamil makan sashimi? Popmama.com sudah menyiapkan informasinya untuk Mama. Yuk, disimak, Ma!


Bolehkah Ibu Hamil Makan Sashimi?

Pexels/Tobias Baur

Di Jepang, ibu hamil ternyata dianjurkan untuk mengonsumsi ikan lebih dari dua porsi setiap minggunya. Ikan-ikan tersebut boleh diolah menjadi sajian yang matang maupun mentah. Tapi dengan catatan, ikan yang dikonsumsi harus terbebas dari kandungan merkuri dan parasit.

Sayangnya, tidak semua negara bisa menjamin keamanan ikan mentahnya. Karena itu, pada tahun 2017, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) bersama dengan US Food and Drug Administration menegaskan larangan konsumsi ikan mentah bagi ibu hamil.

Tentunya, larangan tersebut bukan tanpa alasan yang kuat. Faktanya, ikan mentah memiliki risiko mengandung parasit yang membahayakan kesehatan. Pada daging mentah, dapat ditemukan parasit berupa cacing anisakis. 

Seseorang dapat terinfeksi penyakit yang disebut anisakidosis apabila tanpa sengaja menelan parasit tersebut. Kondisi ini umumnya ditandai dengan gejala seperti nyeri perut hebat, mual, muntah, hingga diare. 


Risiko Makan Ikan Mentah bagi Ibu Hamil

Magnific/Freepik

Anisakidosis nyatanya menjadi lebih berat jika terjadi pada ibu hamil, karena ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah. Selain itu, infeksi parasit ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi hebat yang dapat mengancam nyawa. 

Ibu hamil juga disarankan untuk berhati-hati dengan kandungan merkuri pada ikan. Kadar merkuri yang terlalu tinggi dapat membahayakan saraf ibu dan perkembangan otak janin. 

Tapi jangan khawatir, tidak semua ikan memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Ikan laut seperti tuna dan salmon merupakan ikan dengan kandungan merkuri yang rendah. Sementara ikan-ikan seperti hiu, makarel raja, pedang, dan tuna sirip sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi.

Meski tidak dianjurkan untuk menyantap ikan mentah, Mama tetap bolehmengonsumsi aneka olahan ikan yang tentunya sudah dimasak hingga matang.


Anjuran Konsumsi Ikan bagi Ibu Hamil

Magnific/Freepik

Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi ikan sebanyak 240–360 gram per minggu untuk mendapatkan manfaat yang optimal dari ikan. Namun, perlu diingat untuk memilih ikan dengan kandungan merkuri rendah.  

Di Indonesia, ikan yang rendah kadar merkurinya, antara lain tenggiri, lele, teri, salmon, tuna, dan kembung. Selain itu, makanan laut lain yang baik untuk dikonsumsi adalah udang, lobster, dan cumi. 

Mama harus memastikan ikan yang dikonsumsi sudah benar-benar matang, ya! Untuk memastikannya, Mama bisa memotong bagian tengah atau bagian daging ikan yang paling tebal. Jika semua daging sudah berwarna putih, maka dipastikan ikan sudah layak untuk disantap.

Itu tadi penjelasan soal bolehkah ibu hamil makan sashimi. Jadi, ibu hamil tidak dianjurkan makan sashimi, dan sebaiknya mengonsumsi ikan yang telah dimasak hingga matang secara rutin untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan si Kecil.



Curated For You

Editorial Team

Related Article