Meskipun konsumsi teh memiliki manfaat signifikan seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Mama tetap perlu membatasi jumlah konsumsi teh, khususnya terhadap konsumsi teh yang memiliki kandungan kafein.
Studi oleh Anhui Medical University menemukan bahwa konsumsi teh yang mengandung kafein rendah hingga sedang tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan kognitif atau perilaku anak.
Namun, konsumsi teh dengan kadar kafein terlalu tinggi dapat menimbulkan risiko tertentu selama kehamilan karena tubuh mama dan janin menjadi lebih sensitif terhadap kandungan kafein selama masa kehamilan.
Sebagai panduan, European Food Safety Authority (EFSA) memberikan batasan bagi perempuan hamil dalam mengonsumsi teh yang memiliki kandungan kafein, yaitu tidak melebihi dari 200 mg per hari.
Berikut merupakan jenis-jenis teh yang dapat Mama konsumsi selama kehamilan:
Teh peppermint termasuk salah satu teh yang dapat dikonsumsi selama kehamilan. Teh ini memiliki efek samping yang minimal serta beragam manfaat bagi tubuh mama, seperti membantu mengatasi mual, meredakan gejala pencernaan, dan menenangkan perut.
Teh hijau merupakan salah satu jenis teh nonherbal yang dapat dikonsumsi oleh Mama dengan jumlah batasan konsumsi. Satu cangkir teh hijau berukuran 250 ml telah mengandung 30 mg kadar kafein sehingga Mama tidak boleh mengonsumsi teh hijau secara berlebihan.
Mama juga perlu lebih waspada saat membeli dan mengonsumsi teh hijau di kedai kopi. Tidak jarang kedai kopi menyajikan teh hijau melebihi 600 ml sehingga kandungan kafeinnya melebihi batas aman yang telah dianjurkan.
Mirip seperti teh hijau, pembuatan teh hitam juga berasal dari tanaman yang sama sehingga memiliki batasan konsumsi yang serupa. Satu cangkir teh hitam dengan ukuran 250 ml mengandung 50 mg kafein. Oleh karena itu, Mama tidak boleh mengonsumsi teh hitam serta teh hijau secara berlebihan.
Hingga saat ini, studi terkait konsumsi teh daun lemon masih menunjukkan berbagai sudut pandang pendapat. Penelitian dari American Academy of Family Physicians menunjukkan bahwa teh daun lemon aman untuk dikonsumsi selama kehamilan dalam jumlah sedang.
Namun, dokter dari Mount Sinai justru merekomendasikan untuk menghindari konsumsi teh tersebut selama kehamilan.
Di sisi lain, konsumsi teh ini memberikan beberapa efek bagi ibu hamil, seperti mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, hingga meredakan gangguan pencernaan.