Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Freepik
Freepik

Intinya sih...

  • 11 tanda kehamilan yang cenderung tidak disadari.

  • Tanda-tanda awal kehamilan yang cenderung dianggap sebagai gejala ringan atau gejala menstruasi.

  • Rasa tidak nyaman disebabkan oleh dorongan hormon kehamilan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat kehamilan, tubuh mama akan turut mengalami perubahan untuk menyesuaikan perkembangan janin serta peningkatan hormon kehamilan. Perubahan tersebut sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional.

Walaupun begitu, tanda-tanda awal kehamilan seringkali tidak disadari karena dianggap sebagai gejala sakit ringan atau gejala menjelang menstruasi. Padahal, selain terlambat haid, tanda-tanda awal kehamilan lainnya juga sangat berkaitan erat terhadap hormon kehamilan.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali berbagai sinyal yang diberikan oleh tubuh agar Mama lebih siap menjaga kesehatan diri dan calon bayi sejak dini.

Yuk, kenali tanda awal kehamilan yang jarang disadari, pada artikel Popmama.com berikut ini!

1. Payudara menjadi lebih sensitif

Pexels/cottonbro studio

Setelah terjadi pembuahan, Mama akan merasakan area payudara menjadi lebih sensitif terhadap sentuhan serta mengalami pembengkakan, bahkan perubahan ini membuat ukuran bra terasa lebih ketat daripada biasanya. Tidak hanya itu, tanda lainnya ditunjukkan pada bagian areola yang makin menghitam dan membesar.

Tanda ini umumnya muncul pada minggu keempat hingga minggu keenam kehamilan. Meskipun begitu, tanda ini dapat muncul lebih awal pada sebagian ibu, yaitu pada minggu kedua kehamilan. Kondisi ini biasanya berlangsung cukup intens dan lama. Namun, kondisi ini dapat berangsur mereda ketika tubuh telah menyesuaikan terhadap lonjakan hormon.

2. Indra penciuman meningkat

Freepik/@karlyukav

Indra penciuman mama juga akan semakin sensitif dan lebih peka terhadap berbagai jenis aroma. Tidak heran jika pada kondisi ini Mama merasa tidak nyaman hingga enggan mengonsumsi makanan yang sebelumnya disukai karena aromanya terasa mengganggu.

Sebuah jurnal dengan judul Effects of Pregnancy on Olfaction menyebutkan bahwa peningkatan sensitivitas penciuman pada ibu hamil umumnya terjadi pada trimester pertama. Kondisi ini bersifat sementara dan umumnya akan berangsur membaik setelah Mama melewati masa persalinan.

3. Rasa logam pada mulut

Pexels/Karola G

Selain indra penciuman, indra pengecap mama juga akan menjadi lebih sensitif. Salah satu keluhan yang sering dialami pada kondisi ini adalah rasa logam di mulut. Kondisi ini juga disebut sebagai disgeusia yang dipicu oleh lonjakan hormon kehamilan. Rasa logam tersebut biasanya muncul karena produksi air liur yang lebih asam atau saat Mama sedang makan.

Umumnya kondisi ini terjadi pada minggu ke-4 hingga minggu ke-6 masa kehamilan dan dapat berlangsung selama seminggu atau dua minggu dengan intensitas yang berbeda pada kehamilan setiap ibu. Kondisi ini bersifat sementara dan akan hilang menjelang akhir trimester pertama atau ketika tubuh mama telah berhasil beradaptasi dengan perubahan hormon.

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman karena kondisi ini, Mama dapat melakukan beberapa langkah sederhana, seperti menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan atau minuman bercita rasa asam, menjaga kebersihan mulut, dan mengganti peralatan makan sehari-hari.

4. Mudah lelah

Freepik/tirachardz

Selama masa kehamilan, hormon progesteron mengalami lonjakan untuk mendukung pertumbuhan janin yang baik dengan memproduksi banyak darah.

Sayangnya, lonjakan hormon tersebut juga memperlambat proses metabolisme tubuh, sehingga tubuh mama memerlukan lebih banyak energi untuk menjalankan sistem pencernaan. Akibatnya Mama akan cenderung lebih mudah merasa lelah, khususnya pada minggu pertama.

5. Terdapat bercak darah

Freepik

Bercak darah sebagai salah satu tanda awal kehamilan sering kali dianggap keliru sebagai tanda darah menstruasi ringan. Padahal, bercak darah kehamilan memiliki ciri yang berbeda dengan darah menstruasi.

Bercak darah sebagai tanda awal kehamilan umumnya muncul dalam bentuk tetesan kecil atau cairan berwarna cokelat dan berlangsung selama beberapa hari, sementara itu ciri terhadap cairan darah menstruasi dapat bertambah banyak seiring waktu.

Kondisi ini merupakan tanda bahwa embrio telah menempel pada lapisan rahim yang umum terjadi pada 10 hari setelah pembuahan.

6. Lebih sering buang air kecil

Freepik/jcomp

Seiring bertambahnya usia kehamilan, rahim mama akan mulai membesar dan menekan kandung kemih. Peningkatan hormon hCG selama masa kehamilan juga berperan dalam meningkatkan aliran darah dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan janin.

Ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah dan membuang sisa metabolisme melalui urine. Oleh karena itu, semakin banyak darah yang diproses oleh tubuh, semakin sering juga kebutuhan Mama ke toilet untuk buang air kecil.

7. Sesak napas

Freepik

Lonjakan hormon progesteron membuat tubuh mama menyesuaikan kembali untuk memenuhi kebutuhan janin terhadap peningkatan volume darah serta asupan oksigen.

Oleh karena itu, Mama mungkin akan merasa sesak karena tubuh mama memerlukan asupan oksigen lebih banyak, baik untuk kebutuhan Mama sendiri maupun untuk perkembangan janin.

8. Perubahan suasana hati

Freepik/stockking

Perubahan suasana hati atau mood swing selama masa kehamilan merupakan kondisi yang wajar terjadi akibat lonjakan hormon kehamilan. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gejala pramenstruasi karena perubahan emosinya serupa, seperti lebih reaktif, emosional, atau sensitif dibandingkan biasanya.

Perubahan emosi ini juga dapat memengaruhi nafsu makan sehingga Mama mungkin mengalami perubahan selera terhadap makanan yang sebelumnya disukai.

9. Sakit kepala dan pusing

Freepik

Rasa pusing atau sakit kepala ringan setelah terjadinya pembuahan merupakan salah satu tanda awal kehamilan bahwa tubuh mama sedang menyesuaikan diri terhadap perubahan hormon kehamilan serta peningkatan volume darah di dalam tubuh.

Melansir dari Cleveland Clinic, perubahan hormon serta peningkatan volume darah saat masa kehamilan juga dapat memengaruhi kondisi hidung, Akibatnya, selaput lendir pada hidung menjadi lebih kering bahkan rentan berdarah.

10. Mual

Freepik/jcomp

Rasa mual saat setelah terjadinya pembuahan merupakan salah satu tanda awal kehamilan yang sering kali dianggap sebagai rasa mual biasa. Umumnya kondisi ini disebut sebagai morning sickness dan tidak hanya terjadi pada pagi hari, tetapi juga dapat terjadi di lain waktu, termasuk saat malam hari.

Kondisi mual pun terjadi secara berbeda-beda, pada beberapa orang mungkin ada yang disertai dengan muntah dan beberapa diantaranya tidak. Apabila kondisi ini terjadi lebih ekstrem, sebaiknya Mama segera konsultasi dengan dokter.

11. Sakit punggung

Unsplash/Sasun Bughdaryan

Sakit punggung saat hamil terjadi karena hormon relaxin membuat ligamen pada panggul dan tulang belakang menjadi lebih lentur. Meski tidak nyaman bagi Mama, perubahan kondisi ini bermanfaat dalam meminimalisir rasa tegang selama proses persalinan.

Nah, itulah tanda awal kehamilan yang jarang disadari karena sering disalahartikan sebagai tanda menstruasi. Namun, tanda-tanda tersebut tidak dapat dijadikan sebagai penentu tetap kehamilan.

Mama tetap perlu melakukan tes kehamilan secara resmi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kehamilan lebih akurat. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Ma.

Editorial Team