7 Efek Samping Pil KB dan Cara Mengatasinya

Jika terasa mengganggu, jangan ragu untuk memeriksakan efek samping ini ke dokter

30 Juli 2019

7 Efek Samping Pil KB Cara Mengatasinya
Pexels/Pixabay

Pil kontrasepsi atau yang lebih dikenal dengan nama pil KB sampai saat ini masih menjadi salah satu metode kontrasepsi yang populer digunakan. Pil KB merupakan obat yang dikonsumsi secara teratur untuk mencegah kehamilan terjadi.

Selain itu, pil KB juga kerap dimanfaatkan untuk beberapa hal lain. Beberapa di antaranya seperti siklus haid yang tidak teratur.

Cara kerja pil KB untuk mencegah kehamilan adalah dengan mencegah ovulasi terjadi dan menekan produksi sel telur. Efeknya, pembuahan secara alami akan terhindari.

Di samping dari sisi praktis dan beragam manfaatnya, pil KB juga kadang-kadang memberikan efek samping. Efek samping ini dianggap masih wajar, namun jika mengganggu jangan ragu untuk berkonsultasi segera dengan dokter.

Berikut Popmama.com rangkum informasinya untuk Mama:

1. Mual dan muntah

1. Mual muntah
Pexels/Pixabay

Efek mual dan muntah yang dialami oleh para Mama yang mengonsumsi pil KB bisa berbeda-beda tingkatnya. Ada yang ringan dan tidak terlalu sering, namun ada juga yang berat alias terus-menerus mual dan muntah.

Namun biasanya efek samping berupa mual dan muntah terjadi sebagai respons awal dan dalam jangka waktu pendek.

Atasi dengan mengonsumsi pil KB bersamaan dengan teratur makan sebelumnya. Dengan begitu, kondisi perut Mama tidak sedang benar-benar kosong. Mual juga bisa diatasi dengan minum teh manis hangat.

Jika perlu, perbanyak istirahat setelah Mama mengonsumsi pil KB. Ya, tidur sebentar setelah mengonsumsi pil KB akan membantu mencegah munculnya rasa mual.

Apabila efek mual dan muntah terus terjadi hingga 3 bulan setelah rutin mengonsumsi pil KB, sebaiknya segera konsultasi ke dokter, ya.

2. Berat badan bertambah tak terkendali

2. Berat badan bertambah tak terkendali
Unsplash/Siora Photography

Sebenarnya hingga saat ini belum ada bukti penelitian secara ilmiah yang menunjukkan adanya kaitan langsung antara pil KB dengan peningkatan nafsu makan atau berat badan.

Tetapi tak sedikit perempuan yang merasakan adanya efek pada peningkatan berat badan setelah mengonsumsi pil KB.

Diduga kuat efek ini terjadi karena adanya retensi alias penumpukan cairan, terutama di area sekitar payudara dan pinggul Mama.

Selain itu, estrogen yang dikandung dalam pil KB juga kadang dapat memengaruhi sel lemak dalam tubuh Mama.

Untuk mencegah hal ini terjadi, ada baiknya Mama memilih pil KB jenis kombinasi yang mengandung progesteron dengan anti mineral-kortokoid.

Jenis pil KB ini dapat mencegah terjadinya retensi cairan, sehingga membantu menjaga berat badan Mama tetap stabil.

3. Nyeri pada payudara

3. Nyeri payudara
Freepik

Pada minggu-minggu awal konsumsi pil KB, biasanya Mama kadang juga akan merasakan efek samping berupa nyeri pada payudara. Selain itu, payudara juga tampak lebih besar daripada sebelumnya.

Ini merupakan salah satu proses adaptasi tubuh terhadap perubahan hormon, yang berangsur-angsur akan hilang dengan sendirinya.

Supaya payudara tidak terasa semakin nyeri, kurangi konsumsi kafein dan garam untuk sementara waktu. Gunakan juga bra yang benar-benar membuat Mama merasa nyaman.

Bacajuga:

Editors' Picks

4. Keputihan

4. Keputihan
Freepik

Jika sebelumnya Mama tidak pernah keputihan atau hanya mengalami keputihan sedikit, namun setelah minum pil KB menjadi berubah, bisa jadi ini adalah salah satu efek sampingnya, Ma.

Keputihan biasanya hanya akan menjadi lebih banyak. Ini sebenarnya juga menjadi efek samping yang wajar. Namun apabila keputihan yang terjadi sampai mengalami perubahan bau dan warna, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi.

Agar keputihan tidak terjadi terus dan tidak muncul infeksi, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan area vagina. Ganti celana dalam secara teratur dan keringkan dulu vagina sebelum menggunakan celana dalam.

5. Perubahan siklus haid dan sering muncul bercak darah

5. Perubahan siklus haid sering muncul bercak darah
Rawpixel.com

Kerap mengalami munculnya bercak darah setelah mengonsumsi pil KB? Kondisi ini dianggap wajar karena mungkin terjadi akibat rahim yang masih menyesuaikan diri dengan lapisan endometrium yang lebih tipis.

Selain itu, hal ini juga bisa terjadi akibat perubahan hormonal dalam tubuh. Selama perdarahan atau bercak darah terjadi kurang dari 3 hari, maka hal ini masih aman. Namun apabila setelah 3 hari bercak darah masih muncul, segera cek ke dokter.

Perubahan siklus haid juga menjadi salah satu efek samping dari konsumsi pil KB. Salah satunya siklus haid ada yang terlewat.

Tak hanya karena faktor hormonal, perubahan siklus ini juga bisa terjadi karena faktor luar seperti stres dan adanya penyakit, Ma.

6. Sakit kepala

6. Sakit kepala
Pexels/Victoria Borodinova

Selain mengubah siklus haid, perubahan kadar hormon dalam tubuh setelah mengonsumsi pil KB juga bisa menimbulkan efek lain seperti sakit kepala.

Biasanya sakit kepala ini muncul akibat perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron, Ma. Beda jenis pil KB, beda juga tingkatan sakit kepala yang bisa terjadi.

Namun kadang ada juga perempuan yang meskipun rutin minum pil KB, tapi tidak mengalami efek samping berupa sakit kepala.

Apabila Mama khawatir sakit kepala yang dialami mengganggu aktivitas sehari-hari, upayakan untuk rutin istirahat dan tidak memaksakan dulu bergerak sampai sakitnya mereda.

7. Suasana hati berubah-ubah secara drastis

7. Suasana hati berubah-ubah secara drastis
Pexels/Rawpixel.com

Pada sebagian perempuan, konsumsi pil KB jenis tertentu kadang juga bisa menimbulkan efek berupa mood yang mudah berubah. Kadang saat sedang gembira, bisa saja Mama kemudian tiba-tiba merasa sedih dan lelah.

Perubahan mood ini bisa terjadi akibat efek dari konsumsi pil KB terhadap bagian otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif. Termasuk di antaranya sebagai penerima stimulus dan pemberi respons.

Nah, supaya mood tetap terkendali, cobalah untuk melakukan hal-hal yang Mama sukai seperti olahraga, menonton film, atau membaca buku.

Meski dianggap wajar, beberapa efek samping ini sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter, Ma. Terutama jika berlangsung dalam jangka panjang dan terasa berat sampai mengganggu aktivitas sehari-hari, bisa jadi Mama tidak cocok dengan jenis pil KB tersebut.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;