Kelebihan dan Kekurangan dari Pemasangan KB Spiral IUD

Setiap KB pasti memiliki kekurangan. Yuk kenali dulu efek samping IUD sebelum menggunakannya!

25 Mei 2020

Kelebihan Kekurangan dari Pemasangan KB Spiral IUD
venusmed.at

Alat kontrasepsi bagi wanita sangat beragam diantaranya KB spiral atau IUD (Intrauterine device), KB suntik, KB pil hingga KB susuk atau implan, yaitu sejenis jarum yang ditanam pada lengan.

Dari sekian banyak jenis KB, yang paling digemari dan umum digunakan oleh perempuan Indonesia adalah KB spiral atau IUD karena hanya perlu sekali datang untuk pemasangan serta tidak mempengaruhi hormon.

Berbeda dengan KB jenis lain yang harus diulang terus menerus untuk menjaga agar tidak terjadi kehamilan dan berpengaruh pada hormon.

Berikut ini Popmama.com akan mengulas kelebihan dan kekurangan menggunakan KB spiral atau IUD.

Editors' Picks

1. Efek samping pemasangan KB spiral atau IUD

1. Efek samping pemasangan KB spiral atau IUD
Unsplash/ReproductiveHealthSuppliesCoalition

Meski merupakan primadona di kalangan jenis KB, lebih bijaksana apabila Mama mengetahui terlebih dahulu efek samping yang dapat ditimbulkan dari pemasangan IUD berikut ini:

  1. Menstruasi tidak teratur di awal pemasangan. Hal ini disebabkan karena tubuh masih menyesuaikan diri dengan benda asing yang sekarang diletakkan di dalam tubuh.
  2. Darah menstruasi lebih banyak dibanding biasanya.
  3. Timbul kram perut baik saat menstruasi atau tidak.
  4. Bisa menimbulkan flek di awal pemasangan.
  5. Mual dan perut tidak nyaman.
  6. Dapat menimbulkan risiko infeksi pada daerah kewanitaan.
  7. Resiko posisi IUD bergeser keluar rahim.
  8. Timbul gejala PMS bila kamu menggunakan IUD hormonal.


Setelah mengetahui efek samping yang ditimbulkan, Mama dapat menimbang lebih jauh apakah yakin menggunakan KB jenis ini?

Apabila Mama sebelumnya melahirkan secara operasi caesar, maka pemasangan IUD hanya dapat dilakukan oleh dokter. Sementara jika Mama melahirkan secara pervaginam maka proses ini dapat dilakukan oleh bidan di Puskesmas.

2. Cara mengatasi efek samping KB spiral atau IUD

2. Cara mengatasi efek samping KB spiral atau IUD
Pexels/rawpixel.com

Banyak perempuan yang telah menjalani pemasangan IUD mengatakan bahwa gejala berupa rasa tidak nyaman setelah pemasangan IUD hanya berlangsung sementara, khususnya selama bulan pertama.

Rasa tidak nyaman seperti mual dan nyeri perut dapat mengganggu aktivitas. Namun tidak perlu terlalu khawatir, Mama dapat mengatasi rasa tidak nyaman dengan cara berikut ini:

  1. Mengonsumsi obat pereda nyeri. Obat analgesik yang dapat Mama gunakan antara lain paracetamol, ibuprofen, antalgin, asam mefenamat, dan obat pereda nyeri lain yang disarankan dokter.
  2. Mengompres area yang nyeri menggunakan air hangat. Cara ini dapat mengurangi gejala nyeri maupun tidak nyaman yang Mama rasakan.
  3. Gunakan pantyliner atau pembalut untuk flek yang muncul.
  4. Hubungi dokter jika rasa sakit makin parah.

Rasa tidak nyaman akibat pemasangan IUD sebenarnya dapat diminimalisasi. Jika Mama beranggapan sanggup menerima semua efek yang mungkin ditimbulkan, maka ini saatnya Mama menuju rumah sakit untuk mendapat pemasangan IUD.

3. Keunggulan KB spiral atau IUD

3. Keunggulan KB spiral atau IUD
Pexels/Pixabay

Meskipun memiliki sejumlah efek yang kurang mengenakkan, namun KB spiral atau IUD juga memiliki banyak keunggulan dan keistimewaan.

Kelebihan pertama yaitu dapat mencegah kehamilan dalam waktu jangka panjang bahkan hingga 10 tahun. Dengan begitu Mama tidak perlu pusing memikirkan jadwal rutin untuk mengulang KB karena Mama hanya perlu melakukan kontrol setahun sekali.

Kelebihan yang kedua, IUD mudah dilepas kapanpun ketika Mama ingin hamil kembali. Sementara kelebihan ketiga, IUD tidak memengaruhi hormon sehingga tidak berpengaruh dalam proses menyusui, seks, maupun perubahan mood.

Nah itulah kelebihan dan kekurangan KB spiral atau IUD yang harus Mama ketahui sebelum memutuskan untuk menggunakannya.

Bila dirasa cocok maka KB jenis ini merupakan pilihan tepat. Tetapi kalau Mama merasa KB ini tidak sesuai dengan kebutuhan, ada jenis KB lainnya yang bisa Mama pilih.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.