11 Cara Alami Meningkatkan Kesuburan Agar Bisa Cepat Hamil

Sebelum minum obat, coba terapkan cara alami ini dulu

12 April 2020

11 Cara Alami Meningkatkan Kesuburan Agar Bisa Cepat Hamil
Freepik/Yanalya

Untuk bisa hamil, kesehatan organ reproduksi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Nah, kondisi organ ini pun sangat dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari, termasuk pola makan harian.

Supaya kesuburan tetap terjaga, pilihlah makanan dan minuman yang mengandung sumber vitamin serta mineral.

Hindari mengonsumsi makanan berpengawet dan terlalu banyak mengandung zat pemanis serta pewarna buatan. Hal ini bisa mengganggu kesehatan kesuburan kamu.

Nah, untuk meningkatkan kesuburan dan menjaga kesehatan organ reproduksi, apa saja cara alami yang bisa dilakukan? Berikut informasinya dari Popmama.com:

1. Konsumsi makanan kaya antioksidan

1. Konsumsi makanan kaya antioksidan
Pexels/Tookapic

Dilansir Healthline, antioksidan seperti folat dan seng dapat meningkatkan kesuburan, baik pada perempuan maupun laki-laki. Komponen ini bekerja dengan cara menonaktifkan radikal bebas di dalam tubuh, yang dapat merusak sel sperma dan sel telur.

Sebuah penelitian terhadap responden laki-laki menemukan bahwa konsumsi 75 gram kenari kaya antioksidan per hari dapat meningkatkan kualitas sperma.

Pilihlah makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang tinggi antioksidan seperti vitamin C dan E, folat, beta-karoten, dan lutein.

Baca juga:

2. Hindari lemak trans

2. Hindari lemak trans
Pexels/Dana Tentis

Makan lemak sehat setiap hari penting untuk meningkatkan kesuburan. Jadi, sebisa mungkin selalu pilih jenis lemak yang memang baik bagi tubuh, serta hindari jenis lemak yang tidak baik seperti lemak trans.

Lemak trans sering dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas ovulasi, karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin.

Lemak trans umumnya ditemukan dalam minyak sayur terhidrogenasi dan margarin, makanan yang digoreng, dan produk makanan olahan

3. Batasu konsumsi karbohidrat

3. Batasu konsumsi karbohidrat
Pexels/Huy Phan

Mengikuti diet rendah karbohidrat umumnya direkomendasikan untuk perempuan dengan sindrom ovarium policistik (PCOS).

Diet rendah karbohidrat dapat membantu Mama mempertahankan berat badan yang sehat, mengurangi kadar insulin, dan mendorong penurunan lemak, yang semuanya turut berperan dalam proses keteraturan siklus haid.

Studi kecil yang dilakukan pada responden dengan obesitas dan PCOS melaporkan bahwa diet rendah karbohidrat dapat mengurangi kadar hormon, seperti insulin dan testosteron, yang keduanya berkontribusi pada infertilitas.

4. Kurangi kebiasaan makan karbohidrat olahan

4. Kurangi kebiasaan makan karbohidrat olahan
Pixabay/HoliHo

Bukan hanya penting untuk mengatur jumlah karbohidrat, tetapi juga jenis karbohidratnya, Ma. Untuk meningkatkan kesuburan, sebaiknya kurangi kebiasaan mengonsumsi karbohidrat olahan.

Karbohidrat olahan termasuk makanan manis, minuman manis, dan biji-bijian olahan, termasuk pasta putih, roti dan nasi putih.

Karbohidrat ini diserap dengan sangat cepat, sehingga menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah dan insulin. 

Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan dengan indeks glikemik dapat meningkatkan risiko terjadinya infertilitas ovulasi.

Editors' Picks

5. Perbanyak makan serat setiap hari

5. Perbanyak makan serat setiap hari
Pixabay/Stevepb

Serat membantu tubuh Mama membuang hormon berlebih dan menjaga keseimbangan gula darah. Beberapa contoh makanan tinggi serat di antaranya seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.

Serat juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

6. Konsumsi jenis protein nabati

6. Konsumsi jenis protein nabati
Pexels/Frans van Heerden

Ada dua jenis sumber protein yakni nabati dan hewani. Nah, konsumsi jenis protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian bisa meningkatkan kesuburan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati daripada protein hewani, maka risiko infertilitas menurun lebih dari 50 persen.

Oleh sebab itu, pertimbangkan untuk mulai rutin mengganti beberapa sumber protein hewani seperti daging dengan protein dari sayuran dan kacang-kacangan.

Baca juga: Kamu Vegan? Ini Daftar Makanan yang Mengandung Protein Nabati

7. Pilih susu dengan lemak tinggi

7. Pilih susu lemak tinggi
Freepik

Asupan tinggi dari susu dan produk olahannya yang rendah lemak dilaporkan berkaitan dengan risiko infertilitas, sedangkan susu dan produk olahannya yang tinggi lemak dapat menurunkan risiko infertilitas.

Ditemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi satu atau lebih porsi susu tinggi lemak per hari memiliki kemungkinan 27 persen lebih kecil untuk mengalami masalah kesuburan.

Mulailah dengan minum segelas susu segar setiap hari dan rasakan manfaatnya, Ma.

8. Rutin minum multivitamin

8. Rutin minum multivitamin
Freepik/Suksao

Perempuan yang rutin mengonsumsi multivitamin memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengalami infertilitas. Faktanya, diperkirakan 20 persen infertilitas dapat dihindari jika perempuan mengonsumsi multivitamin secara rutin.

Bagi Mama yang sedang melakukan program hamil, multivitamin asam folat dapat memberikan manfaat baik. Studi lain menemukan bahwa suplemen makanan termasuk teh hijau, vitamin E, dan vitamin B6, juga dapat meningkatkan peluang terjadinya konsepsi.

9. Kurangi kebiasaan konsumsi kafein

9. Kurangi kebiasaan konsumsi kafein
Pexels/Jason Villanueva

Kafein dapat berdampak negatif terhadap kesuburan perempuan. Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap hari membutuhkan waktu hingga 9,5 bulan lebih lama untuk hamil.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kafein terlalu sering sebelum kehamilan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.

10. Penuhi kebutuhan zat besi harian

10. Penuhi kebutuhan zat besi harian
Pexels/Trang Doan

Mengonsumsi zat besi yang berasal dari makanan nabati dilaporkan dapat mengurangi risiko infertilitas.

Sebuah studi observasional yang melibatkan 438 perempuan menemukan bahwa konsumsi suplemen zat besi juga dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih rendah.

Jadi penuhilah kebutuhan zat besi dengan mengonsumsi daging merah, telur, ikan, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan.

11. Setop konsumsi minuman beralkohol

11. Setop konsumsi minuman beralkohol
Pexels/Matan Segev

Konsumsi alkohol dapat menurunkan tingkat kesuburan. Sebuah penelitian yang melibatkan 7.393 responden perempuan menemukan bahwa konsumsi minuman beralkohol yang tinggi dikaitkan dengan risiko infertilitas.

Namun, bukti ilmiah konsumsi alkohol masih beragam. Satu studi tidak menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan infertilitas, sementara penelitian lain melaporkan bahwa asupan alkohol dapat memengaruhi kesuburan. 

Namun, konsumsi alkohol juga dapat membahayakan kesehatan ginjal dan hati. Sehingga akan lebih baik bila kamu menghentikan kebiasaan minum alkohol sesegera mungkin.

Jadi, yuk mulai terapkan pola makan sehat dengan memilih sumber-sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan kesuburan!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.