11 Tips Alami Meningkatkan Kesuburan Agar Bisa Cepat Hamil

Sebelum minum obat, coba terapkan cara alami ini dulu

8 April 2019

11 Tips Alami Meningkatkan Kesuburan Agar Bisa Cepat Hamil
Freepik/Yanalya

Untuk bisa hamil, kesehatan organ reproduksi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Nah, kondisi organ ini pun sangat dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari, termasuk pola makan harian.

Supaya kesuburan tetap terjaga, pilihlah makanan dan minuman yang bergizi dan mengandung sumber vitamin serta mineral.

Hindari berlebihan mengonsumsi makanan berpengawet dan terlalu banyak mengandung zat pemanis serta pewarna buatan. Hal ini bisa mengganggu kesehatan kesuburan.

Nah, untuk meningkatkan kesuburan dan menjaga kesehatan organ reproduksi, apa saja tips alami yang bisa dilakukan? Berikut informasinya dari Popmama.com:

1. Makan makanan kaya antioksidan

1. Makan makanan kaya antioksidan
Pexels/Tookapic

Dilansir Healthline, antioksidan seperti folat dan seng dapat meningkatkan kesuburan, baik pada perempuan maupun laki-laki. Komponen ini bekerja dengan cara menonaktifkan radikal bebas di dalam tubuh, yang dapat merusak sel sperma dan sel telur.

Sebuah penelitian terhadap responden laki-laki menemukan bahwa konsumsi 75 gram kenari kaya antioksidan per hari dapat meningkatkan kualitas sperma.

Pilihlah konsumsi makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian yang tinggi antioksidan seperti vitamin C dan E, folat, beta-karoten, dan lutein.

Baca juga:

2. Hindari lemak trans

2. Hindari lemak trans
Pexels/Dana Tentis

Makan lemak sehat setiap hari penting untuk meningkatkan kesuburan. Jadi, sebisa mungkin selalu pilih jenis lemak yang memang baik bagi tubuh, serta hindari jenis lemak yang tidak baik seperti lemak trans.

Lemak trans sering dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas ovulasi, karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin.

Lemak trans umumnya ditemukan dalam minyak sayur terhidrogenasi dan margarin, makanan yang digoreng, produk olahan dan makanan yang dipanggang.

3. Kurangi konsumsi karbohidrat

3. Kurangi konsumsi karbohidrat
Pexels/Huy Phan

Mengikuti diet rendah karbohidrat umumnya direkomendasikan untuk perempuan dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Seperti diketahui, diet rendah karbohidrat dapat membantu Mama mempertahankan berat badan yang sehat, mengurangi kadar insulin dan mendorong penurunan lemak, yang semuanya turut berperan dalam proses keteraturan siklus haid.

Studi kecil yang dilakukan pada responden dengan obesitas dan PCOS melaporkan bahwa diet rendah karbohidrat mengurangi kadar hormon, seperti insulin dan testosteron, yang keduanya berkontribusi pada infertilitas.

4. Kurangi kebiasaan makan karbohidrat olahan

4. Kurangi kebiasaan makan karbohidrat olahan
Pixabay/HoliHo

Bukan hanya penting untuk mengatur jumlah karbohidrat, tetapi juga jenis karbohidratnya, Ma. Untuk meningkatkan kesuburan, sebaiknya kurangi kebiasaan mengonsumsi karbohidrat olahan.

Karbohidrat olahan termasuk makanan manis, minuman manis dan biji-bijian olahan, termasuk pasta putih, roti dan nasi putih.

Karbohidrat ini diserap dengan sangat cepat, menyebabkan terjadinya lonjakan kadar gula darah dan insulin. Selain itu, karbohidrat olahan juga memiliki indeks glikemik tinggi (IG).

Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan dengan IG tinggi dikaitkan dengan risiko infertilitas ovulasi yang lebih besar.

5. Perbanyak makan serat setiap hari

5. Perbanyak makan serat setiap hari
Pixabay/Stevepb

Serat membantu tubuh Mama membuang hormon berlebih dan menjaga keseimbangan gula darah. Beberapa contoh makanan tinggi serat di antaranya seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

Jenis serat tertentu juga diketahui dapat membantu menghilangkan kelebihan estrogen dengan mengikatnya di usus. Kelebihan estrogen ini kemudian dikeluarkan dari tubuh melalui feses.

Editors' Picks

6. Konsumsi jenis protein nabati

6. Konsumsi jenis protein nabati
Pexels/Frans van Heerden

Ada dua jenis sumber protein yakni nabati dan hewani. Nah, konsumsi jenis protein nabati seperti kacang-kacangan dan biji-bijian dikaitkan dengan risiko infertilitas.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati daripada protein hewani, maka risiko infertilitas menurun lebih dari 50 persen.

Oleh sebab itu, pertimbangkan untuk mulai rutin mengganti beberapa sumber protein hewani seperti daging dengan protein dari sayuran dan kacang-kacangan.

Baca juga: Kamu Vegan? Ini Daftar Makanan yang Mengandung Protein Nabati

7. Pilih susu dengan lemak tinggi

7. Pilih susu lemak tinggi
Freepik

Asupan tinggi dari susu dan produk olahannya yang rendah lemak dilaporkan berkaitan dengan risiko infertilitas, sedangkan susu dan produk olahannya yang tinggi lemak dapat menurunkan risiko infertilitas.

Ditemukan bahwa perempuan yang mengonsumsi satu atau lebih porsi susu tinggi lemak per hari memiliki kemungkinan 27 persen lebih kecil untuk mengalami masalah kesuburan.

Mulailah dengan minum segelas susu segar setiap hari dan rasakan manfaatnya, Ma.

8. Rutin minum multivitamin

8. Rutin minum multivitamin
Freepik/Suksao

Perempuan yang rutin mengonsumsi multivitamin kemungkinan lebih kecil mengalami infertilitas. Faktanya, diperkirakan 20 persen infertilitas dapat dihindari jika perempuan mengonsumsi multivitamin secara rutin.

Bagi Mama yang sedang melakukan program hamil, multivitamin asam folat dapat memberikan manfaat baik, Ma. Studi lain menemukan bahwa suplemen makanan termasuk teh hijau, vitamin E dan vitamin B6, juga dapat meningkatkan peluang terjadinya konsepsi.

9. Kurangi kebiasaan konsumsi kafein

9. Kurangi kebiasaan konsumsi kafein
Pexels/Jason Villanueva

Kafein dapat berdampak negatif terhadap kesuburan perempuan. Sebuah studi menunjukkan bahwa perempuan yang mengonsumsi lebih dari 500 mg kafein setiap hari membutuhkan waktu hingga 9,5 bulan lebih lama untuk hamil.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi kafein terlalu sering sebelum kehamilan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.

10. Penuhi kebutuhan zat besi harian

10. Penuhi kebutuhan zat besi harian
Pexels/Trang Doan

Mengonsumsi suplemen zat besi yang berasal dari makanan nabati dilaporkan dapat mengurangi risiko infertilitas.

Sebuah studi observasional yang melibatkan 438 perempuan menemukan bahwa konsumsi suplemen zat besi juga dikaitkan dengan risiko infertilitas yang lebih rendah.

Jadi pilihlah sumber zat besi seperti daging merah, telur, ikan, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan buah kering seperti kismis.

11. Stop minum minuman beralkohol

11. Stop minum minuman beralkohol
Pexels/Matan Segev

Konsumsi alkohol dapat memengaruhi kesuburan secara negatif. Sebuah penelitian yang melibatkan 7.393 responden perempuan menemukan bahwa konsumsi minuman beralkohol yang tinggi dikaitkan dengan risiko infertilitas.

Namun, bukti ilmiah konsumsi alkohol masih beragam. Satu studi tidak menemukan hubungan antara konsumsi alkohol dan infertilitas, sementara penelitian lain melaporkan bahwa asupan alkohol dapat memengaruhi kesuburan.

Nah, yuk mulai terapkan pola makan dengan memilih sumber-sumber nutrisi yang baik bagi kesehatan kesuburan, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;