Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Yan Krukau
  • Hubungan intim saat hamil muda umumnya aman jika kehamilan sehat, tidak mengalami komplikasi, dan dilakukan dengan cara yang tepat.

  • Sebagian besar keguguran pada awal kehamilan berkaitan dengan kelainan kromosom, bukan aktivitas seksual.

  • Perhatikan kondisi tubuh, pilih posisi nyaman, komunikasikan batasan, dan konsultasikan keluhan kepada dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil (Promil), memahami berbagai hal seputar kehamilan menjadi salah satu persiapan penting sebelum menyambut kehadiran si Kecil.

Salah satunya adalah mengetahui keamanan berhubungan intim selama kehamilan, terutama ketika memasuki trimester pertama atau masa awal kehamilan. Tidak sedikit Mama dan Papa yang merasa khawatir bahwa aktivitas seksual saat hamil muda dapat mengganggu perkembangan janin hingga meningkatkan risiko keguguran.

Lantas, apakah berhubungan intim saat hamil muda bisa keguguran? Simak informasinya telah Popmama.com siapkan.

1. Berhubungan intim saat hamil muda tidak menyebabkan keguguran

Pexels/Yan Krukau

Berhubungan intim selama kehamilan sebenarnya bukan aktivitas yang dilarang. Selama kondisi kehamilan Mama sehat, tidak mengalami komplikasi, dan dilakukan dengan cara yang tepat, hubungan seksual umumnya aman dilakukan tanpa membahayakan janin.

Hal ini karena janin berada di dalam rahim dan terlindungi oleh air ketuban. Cairan tersebut berfungsi sebagai bantalan alami yang membantu meredam tekanan maupun guncangan dari luar. Dengan begitu, aktivitas seksual tidak akan secara langsung mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin.

2. Sebagian keguguran bukan disebabkan oleh aktivitas seksual

Pexels/Andrea Piacquadio

Selain menjadi salah satu cara untuk menjaga keintiman antara Mama dan Papa, berhubungan intim selama kehamilan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan emosional dan seksual pasangan.

Bahkan, aktivitas ini bisa memberikan sejumlah manfaat kesehatan selama dilakukan sesuai kondisi tubuh ibu hamil. Mama juga perlu memahami bahwa sebagian besar kasus keguguran bukan disebabkan oleh hubungan seksual selama kehamilan.

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kelainan kromosom pada embrio, sehingga janin tidak dapat berkembang secara normal. Sekitar 50 persen kasus keguguran pada awal kehamilan berkaitan dengan kelainan kromosom tersebut.

Oleh karena itu, Mama tidak perlu langsung merasa khawatir atau menyalahkan aktivitas seksual apabila mengalami keguguran. Namun, jika memiliki riwayat komplikasi kehamilan atau mengalami keluhan tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum berhubungan intim.

3. Janin memiliki perlindungan alami yang membuatnya tetap aman saat berhubungan intim

Pexels/Valeriia Svietlova

Salah satu alasan berhubungan intim umumnya aman dilakukan selama kehamilan adalah karena tubuh perempuan memiliki sistem perlindungan alami untuk menjaga janin.

Perlindungan ini terdiri dari beberapa lapisan yang membantu melindungi janin dari tekanan fisik maupun paparan mikroorganisme dari luar. Ada tiga komponen utama yang berperan dalam melindungi janin selama kehamilan, yaitu:

  • Kantung ketuban (amniotic sac)

Kantung ketuban merupakan selaput yang membungkus janin dan berisi cairan ketuban. Janin tumbuh dan berkembang di dalam cairan tersebut yang berfungsi sebagai bantalan alami untuk meredam tekanan maupun guncangan dari luar.

Pada umumnya, volume cairan ketuban dapat mencapai sekitar 500–1.000 ml, meskipun jumlahnya akan berubah sesuai usia kehamilan. Keberadaan cairan ini membantu menjaga janin tetap terlindungi selama berada di dalam rahim.

  • Sumbat lendir serviks (mucus plug)

Serviks atau leher rahim memiliki lapisan lendir kental yang berfungsi sebagai pelindung alami selama kehamilan. Lapisan ini dikenal sebagai sumbat lendir atau mucus plug.

Sumbat lendir tersebut membantu menghalangi masuknya bakteri dan mikroorganisme dari vagina menuju rongga rahim. Dengan demikian, janin memiliki perlindungan tambahan dari risiko infeksi yang berasal dari luar.

  • Dinding otot rahim (myometrium)

Rahim memiliki lapisan otot yang tebal dan kuat untuk melindungi janin selama masa kehamilan. Lapisan ini juga menjadi pemisah antara rongga vagina dan tempat janin tumbuh serta berkembang.

Mama tidak perlu khawatir penis akan menyentuh atau melukai janin ketika melakukan penetrasi saat berhubungan intim. Posisi janin yang berada di dalam rahim membuatnya tetap terlindungi selama aktivitas seksual berlangsung.

4. Benarkah orgasme dapat memicu kontraksi?

Freepik/wayhomestudio

Mama mungkin pernah mendengar bahwa orgasme dapat memicu kontraksi rahim. Hal tersebut memang bisa terjadi karena tubuh melepaskan hormon oksitosin saat orgasme.

Sementara itu, prostaglandin yang terdapat dalam cairan sperma juga dapat memicu kontraksi ringan. Namun, pada kehamilan normal dengan risiko rendah, kontraksi tersebut umumnya bersifat sementara dan dikenal sebagai kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi ini biasanya tidak berbahaya dan berbeda dengan kontraksi persalinan yang sebenarnya. Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh. Jika mengalami kontraksi yang terasa kuat, perdarahan, atau nyeri setelah berhubungan intim, segera hentikan aktivitas dan konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter.

5. Tips aman berhubungan seks saat hamil

Unsplash/wormanizor toys

Meskipun berhubungan intim umumnya diperbolehkan selama kehamilan, bukan berarti Mama dan Papa bisa mengabaikan kondisi tubuh. Perubahan hormon, bentuk tubuh, hingga sensitivitas area intim dapat membuat pengalaman seksual terasa berbeda dibandingkan sebelum hamil.

Supaya aktivitas seksual tetap nyaman dan aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh Mama dan Papa. Berikut tips yang bisa diterapkan:

  • Pilih posisi berhubungan intim yang nyaman

Perubahan bentuk tubuh selama kehamilan dapat membuat beberapa posisi seksual terasa kurang nyaman. Mama dan Papa bisa mencoba posisi side by side, woman on top, serta spooning untuk mengurangi tekanan pada perut.

Pastikan posisi yang dipilih tidak membuat Mama merasa kesakitan, tertekan, atau kesulitan bergerak. Jangan memaksakan posisi tertentu apabila terasa tidak nyaman.

  • Pastikan kondisi tubuh Mama sedang bugar

Sebelum berhubungan intim, perhatikan kondisi fisik Mama terlebih dahulu. Apabila sedang merasa kelelahan, mengalami mual berlebihan, atau tidak enak badan, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk melakukan aktivitas seksual.

Mama berhak beristirahat ketika tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan energi. Kenyamanan dan kesehatan selama kehamilan tetap menjadi prioritas utama.

  • Komunikasikan kebutuhan dan batasan dengan pasangan

Komunikasi antara Mama dan Papa menjadi hal penting untuk menjaga kenyamanan selama berhubungan intim. Perubahan hormon selama kehamilan bisa memengaruhi gairah seksual sehingga kebutuhan dan keinginan Mama mungkin berbeda dari biasanya.

Jika ada aktivitas seksual yang membuat Mama merasa tidak nyaman, jangan ragu untuk menyampaikannya kepada pasangan. Misalnya, apabila Mama tidak ingin melakukan seks oral atau menginginkan aktivitas yang lebih lembut, Papa perlu memahami dan menghargai keputusan tersebut.

  • Gunakan pelumas apabila vagina terasa kering

Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi vagina, termasuk menyebabkan rasa kering atau tidak nyaman saat berhubungan intim. Jika mengalami kondisi tersebut, Mama bisa mempertimbangkan penggunaan pelumas untuk mengurangi gesekan selama penetrasi.

Namun, pastikan produk pelumas yang digunakan aman untuk ibu hamil. Mama juga bisa berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami kekeringan vagina yang disertai rasa nyeri atau iritasi.

  • Hindari meniupkan udara ke dalam vagina saat seks oral

Mama dan Papa juga perlu memperhatikan keamanan ketika melakukan aktivitas seks oral selama kehamilan. Salah satu hal yang harus dihindari adalah meniupkan udara langsung ke dalam vagina.

Tindakan tersebut berisiko menyebabkan emboli udara, yaitu kondisi ketika gelembung udara masuk ke pembuluh darah dan menghambat aliran darah. Meskipun jarang terjadi, emboli udara dapat membahayakan kesehatan Mama dan janin sehingga sebaiknya dihindari.

Itulah penjelasan mengenai keamanan berhubungan intim saat hamil muda dan kaitannya dengan risiko keguguran. Pada dasarnya, hubungan seksual tidak menyebabkan keguguran pada kehamilan yang sehat dan tidak memiliki komplikasi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article