Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Nyeri Perut di Awal Kehamilan, Apakah Tanda Hamil Ektopik?

4 min read
Nyeri Perut di Awal Kehamilan, Apakah Tanda Hamil Ektopik?
Magnific/jcomp
  • Nyeri atau kram perut pada awal kehamilan tidak selalu berbahaya, tetapi perlu diwaspadai bila makin hebat atau melebihi nyeri menstruasi.

  • Kehamilan ektopik terjadi saat sel telur yang dibuahi menempel di luar rahim, paling sering di tuba falopi, sehingga tidak dapat berkembang normal.

  • Kehamilan ektopik yang pecah dapat memicu perdarahan dalam perut, nyeri hebat hingga pingsan, diagnosis kondisi ini memerlukan pemeriksaan dan penanganan dokter segera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehamilan di trimester awal sering kali disertai berbagai perubahan pada tubuh. Salah satunya adalah nyeri atau kram perut yang terkadang membuat ibu hamil merasa khawatir. Keluhan ini bisa muncul seiring perubahan yang terjadi selama kehamilan. Namun, Mama juga perlu memerhatikan tingkat nyeri dan gejala lain yang menyertainya.

Pasalnya, nyeri perut yang terasa semakin hebat bisa menjadi tanda adanya kondisi lain, salah satunya kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan medis karena dapat menyebabkan perdarahan di dalam perut dan membahayakan ibu hamil.

Lantas, bagaimana cara mengenali nyeri perut yang perlu diwaspadai? Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG.

Yuk, simak penjelasannya!

  1. Nyeri Perut yang Semakin Hebat Bisa Menjadi Tanda Hamil Ektopik

    Nyeri perut di awal kehamilan, apakah tanda hamil ektopik?
    Magnific/stefamerpik

    Nyeri atau kram perut pada awal kehamilan tidak selalu menandakan adanya masalah. Namun, Mama perlu lebih waspada apabila rasa sakit yang muncul semakin bertambah atau terasa lebih nyeri dibandingkan sakit saat menstruasi.

    Menurut dr. Keven, nyeri yang semakin hebat bisa menjadi tanda adanya penyakit lain dan bukan sekadar keluhan yang normal selama kehamilan.

    Ia menjelaskan bahwa salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kehamilan ektopik. Kondisi ini umumnya dapat terdeteksi pada trimester pertama kehamilan.

    “Jadi gejalanya ini mungkin bisa merupakan gejala suatu penyakit yang lainnya. Karena kehamilan ektopik itu biasanya bisa dideteksi pada saat hamil trimester awal atau trimester 1,” jelas dr. Keven melalui unggahan video di Instagram pribadinya, @dokterkeven.

    Oleh karena itu, Mama sebaiknya tidak mengabaikan nyeri perut yang semakin parah, terutama jika rasa sakitnya terasa jauh lebih hebat dibandingkan kram menstruasi.

  2. Kehamilan Ektopik Terjadi ketika Janin Berkembang di Luar Rahim

    Nyeri perut di awal kehamilan, apakah tanda hamil ektopik?
    Magnific/jcomp

    Kehamilan ektopik atau hamil di luar kandungan merupakan kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi tidak menempel di dalam rahim, melainkan di tempat lain.

    Pada kehamilan normal, sel telur yang sudah dibuahi akan bergerak menuju rahim untuk menempel dan berkembang. Namun, pada kehamilan ektopik, proses penempelan tersebut terjadi di luar rahim.

    Kondisi ini paling sering terjadi di tuba falopi atau saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim. Selain itu, kehamilan ektopik juga dapat terjadi di indung telur, leher rahim (serviks), maupun rongga perut.

    Karena berkembang di tempat yang tidak semestinya, kehamilan ektopik tidak dapat berkembang seperti kehamilan normal dan membutuhkan penanganan medis.

  3. Kehamilan Ektopik Bisa Menyebabkan Nyeri Hebat hingga Pingsan

    Nyeri perut di awal kehamilan, apakah tanda hamil ektopik?
    Magnific/katemangostar

    Salah satu hal yang perlu Mama waspadai dari kehamilan ektopik adalah risiko pecahnya lokasi kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan di dalam perut yang disertai rasa sakit sangat hebat.

    dr. Keven menjelaskan bahwa ketika kehamilan ektopik mengalami pecah, rasa nyerinya bisa membuat ibu hamil kesulitan untuk berjalan. Bahkan, beberapa ibu hamil dapat mengalami pingsan karena perdarahan di dalam perut.

    “Jadi ibaratnya bisa sampai pingsan dan nggak bisa jalan. Kalau mau jalan pun jadi terpapah-papah gitu ya, sampai membungkuk. Dan juga beberapa orang bisa sampai pingsan saking nyerinya karena perdarahan di dalam perut,” jelasnya.

    Rasa sakit yang begitu hebat hingga membuat tubuh sulit bergerak menjadi salah satu kondisi yang tidak boleh diabaikan. Apalagi jika disertai tanda perdarahan di dalam perut.

  4. Kehamilan Ektopik Perlu Segera Mendapatkan Penanganan Dokter

    Nyeri perut di awal kehamilan, apakah tanda hamil ektopik?
    Magnific/magnific

    Pada tahap awal, kehamilan ektopik terkadang tidak menunjukkan gejala yang khas. Beberapa tandanya bahkan bisa menyerupai kehamilan biasa, seperti mual, payudara terasa lebih kencang, dan terlambat menstruasi.

    Namun, seiring perkembangannya, Mama dapat mengalami nyeri perut dan perdarahan dari vagina. Keluhan tersebut juga bisa semakin parah dan terkadang menyerupai gejala penyakit lain, seperti radang usus buntu.

    Jika Mama sudah mendapatkan diagnosis kehamilan ektopik, pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh dokter sangat diperlukan. Hal ini penting untuk menentukan tindakan medis yang tepat sesuai kondisi kehamilan.

    “Jadi apabila Moms sudah dideteksi kehamilan ektopik, itu Moms harus langsung periksa ke dokter dan juga harus ada penanganan yang lebih tepat ya. Definitif plan-nya apa,” ujar dr. Keven.

    Dengan begitu, Mama perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami nyeri perut hebat pada awal kehamilan, terlebih jika rasa sakitnya semakin bertambah.

    Nah, itu dia penjelasan mengenai nyeri perut di awal kehamilan yang bisa menjadi tanda hamil ektopik. Jadi, jangan abaikan nyeri yang semakin hebat dan segera periksakan diri ke dokter, ya, Ma!

Related Articles

See More