“Aku kan masih berjuang punya anak, sudah sewindu belum punya anak Bib,” ungkap dr. Gia dalam perbincangan tersebut.
9 Fakta Perjuangan dr. Gia Pratama dan Istri Menanti Anak selama 8 Tahun

- Dr. Gia Pratama dan Syafira Imaniar menanti momongan selama delapan tahun, tetap saling mendukung meski program bayi tabung sebelumnya belum berhasil.
- Dalam IVF terbaru, Syafira menjalani stimulasi hingga menghasilkan 26 sel telur, sementara dr. Gia terlibat menyuntik hormon dan menjalani seleksi sperma dengan teknologi Zymot.
- Pada 1 November 2026, pasangan ini mengumumkan kehamilan anak pertama setelah proses IVF; sebelumnya dr. Gia menegaskan rumah tangga mereka tetap bahagia dengan atau tanpa anak.
Perjalanan mendapatkan momongan tidak selalu berjalan sesuai harapan setiap pasangan. Hal inilah yang juga dialami oleh dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama, bersama sang istri, Syafira Imaniar. Setelah 8 tahun membina rumah tangga, keduanya akhirnya mendapatkan kabar kehamilan yang telah lama dinantikan.
Selama menjalani proses tersebut, dr. Gia tidak hanya hadir sebagai suami yang memberikan dukungan emosional. Ia juga terlibat langsung dalam berbagai tahapan program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF). Di tengah perjuangan itu, dr. Gia beberapa kali menunjukkan sikap tegas ketika sang istri ikut menjadi sorotan dan menerima komentar dari warganet.
Bagi dr. Gia, kebahagiaan rumah tangga tidak semata-mata ditentukan oleh kehadiran anak.
Lantas, seperti apa perjalanan 8 tahun penantian mereka? Berikut Popmama.com rangkum selengkapnya
Table of Content
1. Pasangan ini sudah menanti 8 tahun untuk punya anak

Instagram.com/giapratamamd dr. Gia dan Syafira telah menjalani kehidupan rumah tangga selama sekitar 8 tahun. Dalam podcast Beda Universe bersama Habib Jafar, dr. Gia pernah menceritakan bahwa dirinya dan sang istri masih terus berjuang untuk mendapatkan momongan.
Penantian selama bertahun-tahun tentu menjadi perjalanan yang tidak sederhana bagi keduanya. Namun, dr. Gia dan Syafira tetap berusaha menjalani berbagai ikhtiar bersama.
Kisah mereka juga memperlihatkan bahwa perjuangan mendapatkan keturunan bukan hanya menjadi tanggung jawab istri, melainkan perjalanan yang dijalani oleh kedua pasangan.
2. Tidak menyerah meski program bayi tabung sebelumnya belum berhasil

Instagram.com/giapratamamd Sebelum mendapatkan kabar kehamilan pada 2026, dr. Gia dan Syafira ternyata sudah pernah menjalani program bayi tabung. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil seperti yang mereka harapkan.
Meski demikian, keduanya tidak berhenti mencoba. Pada awal 2026, dr. Gia dan Syafira kembali menjalani program IVF dengan pendekatan teknologi yang lebih baru. Kesempatan tersebut bermula ketika dr. Gia bertemu kembali dengan dokter kandungan yang pernah bekerja bersamanya sekitar belasan tahun sebelumnya.
Pertemuan itu kemudian membuka jalan bagi mereka untuk kembali menjalani program kehamilan. Perjuangan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa keduanya terus saling menguatkan meski harus menghadapi proses yang tidak selalu mudah.
3. dr. Gia ikut menyuntikkan hormon untuk membantu stimulasi sel telur istri

Instagram.com/giapratamamd Salah satu tahapan dalam program IVF yang dijalani Syafira adalah stimulasi hormon. Prosedur ini bertujuan membantu pematangan beberapa sel telur agar dapat diambil untuk proses pembuahan.
Menariknya, dr. Gia turut terlibat secara langsung dalam tahapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dirinya membantu menyuntikkan hormon kepada Syafira setiap hari selama masa stimulasi. Keterlibatan ini memperlihatkan bagaimana dr. Gia berusaha hadir bukan hanya sebagai penyemangat, tetapi juga mendampingi kebutuhan medis sang istri.
Proses tersebut tentu membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Syafira harus menjalani rangkaian tindakan medis, sementara dr. Gia turut mendampingi setiap tahap yang mereka lalui bersama.
4. Syafira berhasil menghasilkan 26 sel telur selama proses stimulasi

Threads.com/@syafira_imaniar Dari proses stimulasi hormon yang dijalani, Syafira berhasil menghasilkan 26 sel telur. dr. Gia menjelaskan bahwa jumlah tersebut terdiri dari 13 sel telur dari ovarium kanan dan 13 sel telur dari ovarium kiri.
Seluruh sel telur tersebut kemudian diambil melalui prosedur medis untuk menjalani tahapan berikutnya. Dari 26 sel telur yang diperoleh, sebanyak 16 di antaranya dinyatakan matang dan dapat melanjutkan ke proses pembuahan.
Hasil tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam perjalanan IVF mereka. Namun, prosesnya belum selesai karena sel telur yang telah matang masih harus melalui tahapan pembuahan dan perkembangan embrio sebelum dapat ditransfer ke rahim.
5. dr. Gia juga menjalani proses seleksi sperma dengan teknologi Zymot

Threads.com/@syafira_imaniar Perjuangan mendapatkan momongan melalui IVF tidak hanya melibatkan kondisi tubuh Syafira. dr. Gia juga menjalani tahapan yang berkaitan dengan kualitas sperma sebagai bagian dari proses pembuahan.
Dalam podcast bersama Habib Jafar, dr. Gia menceritakan penggunaan teknologi Zymot untuk membantu proses seleksi sperma. Ia mengibaratkan mekanisme teknologi tersebut seperti permainan Ninja Warrior, ketika sperma harus melewati jalur tertentu sebelum dipilih untuk proses selanjutnya.
Keterlibatan dr. Gia dalam tahapan ini memperlihatkan bahwa mereka menjalani program kehamilan sebagai pasangan. Keduanya sama-sama menjalani pemeriksaan dan prosedur yang diperlukan, bukan hanya menyerahkan seluruh proses kepada Syafira.
6. dr. Gia membela istri saat kontroversi pelukan Fanny Kondoh ramai dibicarakan

Instagram.com/giapratamamd Pada September 2026, nama dr. Gia sempat menjadi perbincangan setelah sebuah video memperlihatkan Fanny Kondoh memeluknya di acara gala premiere film Baby Udon. Gestur tersebut menuai komentar dari sebagian warganet karena dr. Gia diketahui telah memiliki istri.
Fanny kemudian memberikan penjelasan bahwa pelukan tersebut merupakan bentuk dukungan spontan. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada dr. Gia dan Syafira secara pribadi karena menyadari gesturnya menimbulkan perbincangan.
Dalam wawancara bersama Melaney Ricardo, Fanny menceritakan bahwa dr. Gia menanggapi kejadian tersebut dengan santai. Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya sedang bahagia-bahagianya bersama sang istri. Syafira juga disebut telah menerima permintaan maaf Fanny dan memahami maksud di balik gestur tersebut.
7. dr. Gia menegaskan rumah tangganya baik-baik saja dengan sang istri

Instagram.com/giapratamamd Setelah kontroversi tersebut ramai, dr. Gia memberikan klarifikasi melalui media sosial pada September 2026. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Syafira tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. dr. Gia juga meminta warganet agar tidak menjadikan dirinya dan sang istri sebagai alasan untuk menyerang Fanny.
“Fira juga baik-baik saja. Kami berdua teramat santai dan happy,” tulis dr. Gia.
Ia bahkan menyampaikan permintaan secara terbuka agar warganet tidak melakukan perundungan, menghujat, maupun mencaci maki seseorang. Sikap ini memperlihatkan bahwa dr. Gia tidak ingin kehidupan rumah tangganya digunakan sebagai alasan untuk menyudutkan pihak lain.
Pada saat yang sama, dr. Gia juga mengingatkan bahwa komentar yang ditulis dalam hitungan detik bisa berdampak panjang bagi orang yang menerimanya. Ia menyampaikan pesan tersebut ketika dirinya dan Syafira sedang bersiap menjalani tahap transfer embrio.
8. Dengan atau tanpa anak, rumah tangga dr. Gia tetap bahagia

Threads.com/@giapratamamd Perjuangan 8 tahun mendapatkan momongan juga membuat dr. Gia beberapa kali harus menghadapi komentar warganet yang menyinggung kehidupan pribadinya. Pada September 2026, misalnya, ia mendapat komentar yang menyinggung kemampuannya untuk memiliki anak bersama sang istri.
Menanggapi hal tersebut, dr. Gia menegaskan bahwa kebahagiaan rumah tangganya tidak bergantung pada kehadiran anak. Ia menyampaikan, “Dengan ataupun tanpa anak. Hidup kami berdua akan tetap bahagia.”
Pernyataan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelaannya terhadap Syafira. Ia tidak ingin sang istri dipandang sebagai pihak yang harus disalahkan hanya karena mereka belum dikaruniai keturunan. Bagi keduanya, kebahagiaan sebagai pasangan tetap menjadi hal yang penting, apa pun hasil dari perjalanan program kehamilan mereka.
9. Umumkan hamil anak pertama dengan penuh haru!
Setelah melewati berbagai tahapan IVF, kabar bahagia akhirnya datang pada 1 November 2026. dr. Gia mengumumkan bahwa Syafira telah hamil melalui unggahan di Instagram pribadinya. Dalam video pemeriksaan USG, keduanya tampak emosional ketika mendengar detak jantung janin.
"Teman-teman, terima kasih banyak untuk semua doanya selama ini. Alhamdulillah, Allah telah menjawab doa kita. Istriku, Syafira, hamil. Setelah menanti ratusan purnama, detak jantung janin kini terdengar. Perjalanan kami masih panjang. Mohon doanya agar Fira dan si kecil terus diberi kesehatan sampai persalinan," tulis dr. Gia di Instagramnya.
Perjalanan dr. Gia dan Syafira menjadi pengingat bahwa perjuangan mendapatkan keturunan dapat melibatkan banyak proses, kesabaran, dan dukungan satu sama lain. Namun, akhirnya setelah 8 tahun menanti, keduanya akan menyambut babak baru dalam kehidupan rumah tangga mereka sebagai orangtua!



















