Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Cara Kerja hormon Kortisol dalam Memblokir Pembuahan?

2 min read
Bagaimana Cara Kerja hormon Kortisol dalam Memblokir Pembuahan?
Pexels.com/https://kaboompics.com
  • Stres tidak hanya memengaruhi suasana hati, tetapi juga dapat memicu keluhan fisik seperti mulas, demam, atau mual.

  • Beban pekerjaan, masalah bertubi-tubi, dan cobaan yang terus berganti disebut sebagai beberapa pemicu stres.

  • Berbagai penelitian menunjukkan stres dapat berdampak langsung pada kesehatan organ reproduksi, termasuk proses pembuahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernahkah kamu merasa stres dan tiba-tiba mulas, demam, atau mual? Ternyata, stres memiliki pengaruh yang cukup besar pada tubuh, termasuk organ reproduksi. Pekerjaan yang terlalu banyak, masalah yang datang bertubi-tubi, dan cobaan yang hilir berganti bisa menjadi beberapa pemicu stres. Seringnya, stres hanya berpengaruh pada suasana hati saja. Namun jika cukup parah, bisa berpengaruh juga pada fisik.

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan kalau stres memiliki pengaruh langsung pada kesehatan organ reproduksi. Seperti apa cara kerjanya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu.

  1. 1. Menghambat terjadinya reproduksi

    Pexels.com/Nadezhda Moryak
    Pexels.com/Nadezhda Moryak

    Saat stres kronis, hormon kortisol akan meningkat. Saat itu, tubuh langsung memberikan sinyal pada otak bagian hipotalamus untuk memproduksi lebih sedikit GnRH atau Gonadotropin-releasing hormone. Hormon ini merupakan hormon alami di dalam tubuh yang mengatur sistem reproduksi.

    Saat hormonnya sedikit, maka tubuh akan menyesuaikan diri untuk memperlambat terjadinya reproduksi.

  2. 2. Ovulasi tidak terjadi

    Yourfertility.org.au
    Yourfertility.org.au

    Hormon ini bertugas merangsang kelenjar pituitari di otak untuk melepaskan dua hormon penting yaitu luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini mengatur ovarium untuk menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron.

    Jika GnRH berantakan, otomatis FSH dan LH juga berantakan. Hasilnya, ovulasi pun terhambat dan reproduksi tidak bisa terwujud.

  3. 3. Menstruasi jadi berantakan

    Freepik.com/freepik
    Freepik.com/freepik

    Masih dari hormon yang berantakan, Kadar FSH dan LH yang tidak seimbang membuat ovulasi terganggu. Sehingga, ovulasi gagal terjadi atau anovulasi. Ketika sel telur tidak matang, maka kamu pun belum bisa menstruasi. Maka kalau jadwal haid berantakan saat stres, itu disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, ya.

  4. 4. Menurunkan gairah seksual

    Freepik.com
    Freepik.com

    Menurut beberapa penelitian, perempuan yang mencapai orgasme memiliki kesempatan lebih tinggi untuk hamil secara alami. Nah, sayangnya, ketika stres, keinginan untuk aktif secara seksual biasanya menurun.

    Hal ini terjadi karena lonjakan kortisol menekan produksi hormon penting seperti estrogen dan progesteron. Ketika kedua hormon itu menurun, maka sensualitas juga menurun. Akhirnya, sesi intim pun berkurang dan kesempatan terjadinya pembuahan pun semakin rendah.

  5. 5. Cara mengurangi dan mengurangi stres

    Pexels.com/https://kaboompics.com
    Pexels.com/https://kaboompics.com

    Stres menjadi salah satu masalah serius bagi kamu yang sedang merencanakan kehamilan. Meski tidak mudah, namun usahakan untuk menekan stres dengan beberapa cara ini:

    • Berolahraga dengan rutin.
    • Lebih banyak berkomunikasi dan menghabiskan waktu bersama pasangan.
    • Konsumsi makanan sehat dan seimbang.
    • Batasi waktu bekerja.

    Juga, lakukan hal yang kamu sukai dan jangan lupakan self reward. Selamat mencoba!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More