Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Cerita Sabrina Chairunnisa Jalani Proses Egg Freezing di Usia 33 Tahun
Instagram.com/sabrinachairunnisa_
  • Sabrina Chairunnisa, 33 tahun, membagikan pengalamannya menjalani prosedur pembekuan sel telur di New York.

  • Proses egg freezing menuntut Sabrina untuk disiplin melakukan pemeriksaan dan menyuntikkan hormon ke perutnya sendiri setiap hari.

  • Sabrina ingin mendorong pemberdayaan perempuan agar berani merencanakan masa depan reproduksi tanpa rasa tabu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Keputusan untuk merencanakan masa depan keluarga kini semakin beragam dan modern, salah satunya melalui kemajuan teknologi medis di bidang kesuburan.

Langkah cerdas inilah yang baru-baru ini dibagikan oleh beauty influencer, Sabrina Chairunnisa

Melalui akun Instagram pribadinya, mantan istri Deddy Corbuzier ini secara terbuka membagikan perjalanannya saat menjalani prosedur egg freezing atau pembekuan sel telur di New York, Amerika.

Bagi Sabrina yang saat ini diketahui tengah menetap di New York, keputusan ini merupakan sebuah investasi berharga dan langkah bijak untuk mengamankan kesempatan memiliki buah hati di masa depan. 

Berikut ini Popmama.com bagikan cerita Sabrina Chairunnisa jalani proses egg freezing di usia 33 tahun.

1. Sabrina tak menyangka bakal jalani egg freezing di usia 33 Tahun

Melalui sebuah video singkat yang diunggah ke media sosialnya, perempuan berusia 33 tahun ini mengaku tidak pernah menyangka jika dirinya akan mengambil keputusan untuk membekukan sel telur. 

Namun, kesadarannya akan pentingnya menjaga kualitas sel telur di usia produktif membuatnya mantap melangkah ke klinik kesuburan di Amerika.

“My Egg freezing journey🤍 It wasn’t an easy decision to share this, but I feel like a lot of women nowadays need this kind of information 💜,” tulis Sabrina dalam keterangan Instagramnya pada Jumat (22/5/2026). 

Secara medis, kuantitas dan kualitas sel telur wanita memang akan menurun secara alami seiring bertambahnya usia. 

Prosedur ini pun menjadi solusi modern bagi perempuan untuk mengamankan sel telur terbaiknya tanpa harus dikejar-kejar oleh jam biologis tubuh.

2. Cerita perjuangan menyuntik perut sendiri setiap hari

Instagram.com/sabrinachairunnisa_

Menjalani proses egg freezing di negeri orang tentu membutuhkan komitmen fisik dan mental yang tidak mudah. 

Sabrina membagikan realitas di balik layar, bahwa proses ini menuntut dirinya untuk melakukan pemeriksaan awal, hingga rutin menyuntikkan hormon ke perutnya sendiri setiap hari.

Suntikan pada perut tersebut bertujuan untuk melakukan stimulasi ovarium. Hormon yang disuntikkan berfungsi merangsang indung telur agar bisa memproduksi banyak sel telur yang matang sekaligus. 

Perjuangan Sabrina yang harus mandiri menyuntik diri sendiri ini sukses membuat banyak netizen merasa terharu sekaligus salut atas keberaniannya.

3. Lewat cerita egg freezing, Sabrina ingin menyuarakan pemberdayaan perempuan

Instagram.com/sabrinachairunnisa_

Bagi Sabrina, membagikan cerita egg freezing ini bukan sekadar pamer aktivitas di media sosial, melainkan bagian dari misinya untuk menyuarakan pemberdayaan perempuan. 

Ia ingin membuka mata banyak wanita bahwa, mereka memiliki kendali penuh atas tubuh dan masa depannya sendiri.

"Jujur aja tadinya aku agak enggan sih untuk ceritain semua ini di media sosial, tapi kemudian aku ingat visi misi terbesarku dalam bermedia sosial, salah satunya ya pemberdayaan wanita," ungkap Sabrina. 

Melalui edukasi ini, ia berharap para perempuan di luar sana tidak lagi merasa tabu atau takut untuk merencanakan masa depan reproduksi mereka sejak dini.

Itulah cerita Sabrina Chairunnisa jalani proses egg freezing di usia 33 tahun.

Perjalanan Sabrina ini turut membuktikan bahwa perempuan masa kini memiliki kendali penuh dan hak atas perencanaan masa depan tubuh mereka sendiri.

Semangat terus untuk Sabrina, semoga seluruh prosesnya memberikan hasil terbaik!

Editorial Team

Related Article