7 Penyebab Ibu Hamil GERD, Pola Makan dan Perubahan Hormon Berpengaruh

GERD pada ibu hamil dipengaruhi oleh kombinasi perubahan hormon, tekanan rahim yang membesar, serta kebiasaan makan dan gaya hidup sehari-hari yang kurang tepat.
Gejala GERD umumnya semakin terasa pada trimester kedua dan ketiga, ketika ukuran janin bertambah besar dan mulai menekan organ pencernaan.
Mengatur pola makan, menghindari makanan pemicu, serta menjaga posisi tubuh setelah makan dapat membantu meredakan keluhan secara signifikan.
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk pada sistem pencernaan. Salah satu keluhan yang cukup sering dialami adalah GERD atau asam lambung naik. Kondisi ini biasanya ditandai dengan sensasi panas di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga perut terasa tidak nyaman.
Meski umum terjadi, kondisi ini tetap bisa mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami apa saja penyebabnya agar dapat mengurangi risiko dan menjaga kenyamanan selama masa kehamilan.
Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab ibu hamil GERD.
Yuk Ma, disimak!
Kumpulan Penyebab Ibu Hamil GERD
1. Perubahan hormon selama kehamilan

Selama kehamilan, tubuh mengalami lonjakan hormon progesteron yang cukup signifikan. Hormon ini berperan penting dalam menjaga kehamilan, tetapi juga memiliki efek samping pada sistem pencernaan.
Progesteron dapat membuat otot-otot tubuh menjadi lebih rileks, termasuk katup antara lambung dan kerongkongan. Ketika katup ini melemah, asam lambung menjadi lebih mudah naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi terbakar di dada.
Selain itu, hormon ini juga memperlambat proses pengosongan lambung. Makanan yang lebih lama berada di dalam lambung meningkatkan peluang terjadinya refluks asam. Kombinasi kedua efek ini membuat ibu hamil lebih rentan mengalami GERD, bahkan jika sebelumnya tidak memiliki riwayat masalah lambung.
2. Tekanan dari rahim yang membesar

Seiring perkembangan janin, rahim akan terus membesar dan memenuhi rongga perut. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan pada organ-organ di sekitarnya, termasuk lambung.
Ketika lambung tertekan, ruang untuk menampung makanan menjadi lebih terbatas, sehingga isi lambung lebih mudah terdorong kembali ke atas menuju kerongkongan.
Tekanan ini biasanya semakin terasa pada trimester kedua dan ketiga. Pada tahap ini, Mama mungkin akan lebih sering merasakan heartburn, terutama setelah makan dalam jumlah banyak atau saat posisi tubuh tidak tegak.
Inilah sebabnya mengapa banyak ibu hamil mulai merasakan gejala GERD yang lebih intens menjelang akhir kehamilan.
3. Melemahnya katup lambung (sfingter esofagus)

Sfingter esofagus bagian bawah adalah otot berbentuk cincin yang berfungsi sebagai “pintu” antara lambung dan kerongkongan.
Dalam kondisi normal, otot ini akan menutup rapat setelah makanan masuk ke lambung agar asam tidak naik kembali. Namun, selama kehamilan, hormon progesteron membuat otot ini menjadi lebih lemah dan tidak bekerja secara optimal.
Akibatnya, katup ini tidak mampu menahan isi lambung dengan baik. Bahkan dalam kondisi tertentu, seperti setelah makan atau saat berbaring, asam lambung bisa dengan mudah naik.
Kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama munculnya sensasi panas di dada yang sering dikeluhkan ibu hamil.
4. Pola makan yang memicu asam lambung

Apa yang Mama konsumsi sehari-hari juga sangat memengaruhi kondisi GERD. Makanan tertentu seperti yang pedas, berlemak tinggi, asam, cokelat, serta minuman berkafein diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung atau memicu relaksasi katup lambung. Jika dikonsumsi berlebihan, makanan ini dapat memperparah gejala yang sudah ada.
Selain jenis makanan, waktu makan juga berperan penting. Makan terlalu larut malam atau ngemil sebelum tidur bisa meningkatkan risiko refluks.
Oleh karena itu, menjaga pola makan yang seimbang dan menghindari makanan pemicu menjadi langkah penting untuk mengontrol GERD selama kehamilan.
5. Kebiasaan setelah makan

Kebiasaan sehari-hari setelah makan sering kali tanpa disadari menjadi pemicu GERD. Salah satu yang paling umum adalah langsung berbaring atau tidur setelah makan.
Posisi tubuh yang horizontal membuat gravitasi tidak dapat membantu menahan isi lambung tetap di bawah, sehingga asam lebih mudah naik ke kerongkongan.
Selain itu, duduk membungkuk atau memakai pakaian yang terlalu ketat di area perut juga bisa memberikan tekanan tambahan pada lambung. Untuk mengurangi risiko, Mama disarankan untuk tetap dalam posisi duduk tegak atau berdiri selama setidaknya 30 menit setelah makan agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.
6. Makan dalam porsi besar sekaligus

Makan dalam jumlah besar sekaligus dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Pada ibu hamil, kondisi ini menjadi lebih kompleks karena ruang di dalam perut sudah terbatas akibat pertumbuhan janin. Ketika lambung terlalu penuh, maka tekanan di dalamnya meningkat dan memicu asam lambung naik ke kerongkongan.
Kebiasaan ini juga dapat memperlambat proses pencernaan, sehingga makanan bertahan lebih lama di lambung. Untuk mengatasinya, Mama bisa mencoba membagi porsi makan menjadi lebih kecil tetapi dengan frekuensi yang lebih sering.
Cara ini membantu mengurangi tekanan pada lambung sekaligus menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
7. Riwayat asam lambung sebelum hamil

Jika Mama memiliki riwayat GERD atau gangguan lambung sebelum hamil, risiko mengalami kondisi serupa selama kehamilan akan lebih tinggi. Perubahan hormon dan tekanan fisik selama kehamilan dapat memperburuk kondisi yang sudah ada sebelumnya.
Gejala yang dirasakan juga bisa lebih intens dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak memiliki riwayat GERD. Oleh karena itu, penting untuk lebih waspada dan menjaga pola hidup sehat sejak awal kehamilan.
Jika gejala terasa mengganggu, konsultasi dengan tenaga medis bisa membantu mendapatkan penanganan yang tepat.
Itulah beberapa penyebab ibu hamil GERD. GERD pada ibu hamil merupakan kondisi yang umum terjadi dan biasanya dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan hormon hingga kebiasaan sehari-hari.
Dengan memahami penyebabnya, Mama dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat agar kehamilan tetap nyaman dan sehat.
FAQ GERD pada Ibu Hamil
| Apakah GERD saat hamil bisa hilang setelah melahirkan? | Ya, umumnya gejala GERD akan berkurang atau hilang setelah melahirkan karena tekanan pada lambung dan perubahan hormon kembali normal. |
| Bolehkah ibu hamil minum obat GERD? | Boleh, tetapi harus dengan rekomendasi dokter agar aman untuk Mama dan janin. |
| Apakah semua ibu hamil pasti mengalami GERD? | Tidak, tetapi kondisi ini cukup umum terjadi terutama pada trimester akhir. |

















