Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Penyebab Kulit Bersisik saat Hamil, Bisa karena Dehidrasi dan Cuaca

7 Penyebab Kulit Bersisik saat Hamil, Bisa karena Dehidrasi dan Cuaca
Pexels/Jonathan Borba
Intinya Sih
  • Kulit bersisik saat hamil umumnya disebabkan oleh perubahan hormon, dehidrasi serta peregangan kulit.

  • Faktor eksternal seperti cuaca, skincare, dan kekurangan nutrisi juga dapat memperparah kondisi kulit.

  • Meski normal, kondisi ini tetap perlu dirawat dengan menjaga hidrasi, nutrisi serta memilih produk yang aman untuk ibu hamil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kehamilan tidak hanya membawa perubahan pada bentuk tubuh, tetapi juga pada kondisi kulit. Banyak yang mengira semua ibu hamil akan mengalami “pregnancy glow”, padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

Sebagian Mama justru mengalami kulit kering, kasar, bahkan bersisik yang bisa muncul di berbagai area seperti wajah, perut, paha, hingga tangan. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman seperti gatal atau tertarik, terutama saat kulit kehilangan kelembapan alaminya.

Perubahan ini sebenarnya wajar karena tubuh sedang beradaptasi dengan perkembangan janin di dalam kandungan. Mulai dari perubahan hormon, kebutuhan cairan yang meningkat, hingga peregangan kulit, semuanya berperan dalam memengaruhi kesehatan kulit. Bahkan, sekitar sebagian besar ibu hamil memang mengalami perubahan kulit selama kehamilan, termasuk kulit kering dan bersisik.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab kulit bersisik saat hamil.

Yuk Ma, disimak!

Kumpulan Penyebab Kulit Bersisik saat Hamil

1. Perubahan hormon yang drastis

Kondisi Kulit Wajah Ibu Hamil
Freepik

Selama kehamilan, kadar hormon seperti estrogen dan progesteron mengalami peningkatan dan fluktuasi yang signifikan. Perubahan ini memengaruhi produksi sebum atau minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan.

Ketika produksi minyak menurun, kulit kehilangan lapisan pelindungnya, sehingga air lebih mudah menguap dari permukaan kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, terasa kasar, dan pada beberapa kasus mulai mengelupas hingga tampak bersisik. Kondisi ini juga bisa terjadi meskipun sebelumnya Mama memiliki tipe kulit normal atau bahkan berminyak.

2. Kulit meregang seiring pertumbuhan janin

ilustrasi merawat kulit kering pada ibu hamil
Pexels/Bruno Cervera

Seiring bertambahnya usia kehamilan, tubuh Mama akan mengalami perubahan ukuran yang cukup signifikan, terutama di area perut, paha, dan payudara. Kulit harus meregang untuk menyesuaikan pertumbuhan janin, dan proses ini dapat membuat struktur kulit menjadi lebih tipis.

Ketika kulit kehilangan elastisitas dan kelembapan, lapisan luarnya lebih mudah mengalami kekeringan.

Inilah yang menyebabkan kulit terasa gatal, tertarik, hingga akhirnya tampak bersisik atau mengelupas. Bahkan, pada beberapa ibu hamil kondisi ini juga berkaitan dengan munculnya stretch mark.

3. Dehidrasi selama kehamilan

Ilustrasi ibu hamil
Pexels/Matilda Wormwood

Saat hamil, kebutuhan cairan tubuh meningkat karena ibu hamil tidak hanya memenuhi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga janin. Jika asupan cairan tidak tercukupi, tubuh akan mengambil cadangan air dari jaringan kulit.

Akibatnya, kulit menjadi lebih kering, kehilangan elastisitas, dan mudah bersisik. Kondisi seperti morning sickness yang menyebabkan mual dan muntah juga dapat memperparah dehidrasi, sehingga mempercepat munculnya masalah kulit kering.

4. Pengaruh cuaca dan lingkungan

ilustrasi ibu hamil
Pexels/freestocks

Faktor eksternal seperti cuaca dan lingkungan juga berperan besar dalam kondisi kulit ibu hamil. Udara yang kering, paparan AC terlalu lama, atau cuaca dingin dapat mempercepat penguapan air dari permukaan kulit.

Jika tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat, kondisi ini membuat kulit semakin kering, terasa kaku, dan akhirnya bersisik.

Lingkungan yang kurang lembap juga dapat memperburuk gejala kulit kering yang sudah muncul akibat perubahan hormon.

5. Penggunaan produk skincare yang kurang cocok

ilustrasi ibu hamil melakukan skincare
Pexels/Matilda Wormwood

Selama kehamilan, kulit ibu hamil cenderung menjadi lebih sensitif dibandingkan kondisi normal. Hal ini dipengaruhi oleh perubahan hormon yang tidak hanya berdampak pada kelembapan, tetapi juga pada kekuatan skin barrier atau lapisan pelindung kulit.

Ketika skin barrier melemah, maka kulit akan lebih rentan terhadap iritasi dari luar, termasuk dari produk skincare yang sebelumnya terasa aman digunakan. Beberapa kandungan seperti alkohol, fragrance (pewangi), serta bahan aktif tertentu dapat mengikis lapisan pelindung kulit dan mempercepat hilangnya kelembapan alami.

Bahkan, sabun atau pembersih yang terlalu keras juga bisa membuat kulit terasa semakin kering dan tertarik setelah digunakan. Jika kondisi ini dibiarkan, kulit bisa mengalami iritasi ringan hingga mengelupas dan tampak bersisik.

6. Kekurangan nutrisi penting

Ilustrasi ibu hamil memenuhi nutrisinya
Pexels/Amina Filkins

Kondisi kulit sangat dipengaruhi oleh apa yang Mama konsumsi selama kehamilan. Nutrisi seperti vitamin A, C, dan E serta asam lemak esensial memiliki peran penting dalam menjaga kelembapan, elastisitas serta proses regenerasi sel kulit.

Ketika asupan nutrisi ini tidak terpenuhi dengan baik, kulit akan lebih mudah kehilangan kelembapan dan tampak kering, kusam, bahkan bersisik.

Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi memang meningkat karena harus dibagi dengan janin. Jika pola makan kurang seimbang atau asupan gizi tidak tercukupi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh tubuh secara umum, tetapi juga terlihat jelas pada kondisi kulit.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memastikan konsumsi makanan bergizi seperti sayur, buah, ikan, dan kacang-kacangan agar kesehatan kulit tetap terjaga sepanjang masa kehamilan.

7. Kondisi kulit tertentu seperti eksim

ilustrasi eksim
Freepik

Pada beberapa kasus, kehamilan dapat memicu atau memperparah kondisi kulit tertentu seperti eksim atau dermatitis. Kondisi ini ditandai dengan kulit sangat kering, gatal, kemerahan, dan bersisik.

Perubahan sistem imun selama kehamilan membuat kulit menjadi lebih reaktif terhadap pemicu tertentu. Jika Mama memang memiliki riwayat kulit sensitif, gejala ini bisa muncul lebih intens selama masa kehamilan.

Itulah beberapa penyebab kulit bersisik saat hamil. Kulit bersisik saat hamil merupakan kondisi yang umum dan biasanya tidak berbahaya. Meski begitu, penting bagi Mama untuk memahami penyebabnya agar bisa melakukan perawatan yang tepat sejak dini.

Dengan menjaga hidrasi, memilih produk yang aman, serta memenuhi kebutuhan nutrisi, kondisi kulit dapat tetap terjaga selama kehamilan.

FAQ Kulit Bersisik saat Hamil

Apakah kulit bersisik saat hamil itu normal?

Ya, kondisi ini tergolong normal dan cukup sering dialami ibu hamil. Perubahan hormon selama kehamilan dapat mengurangi kelembapan dan elastisitas kulit, sehingga kulit menjadi kering hingga bersisik.

Kapan kulit bersisik biasanya mulai muncul?

Kulit kering dan bersisik bisa muncul sejak trimester pertama, tetapi umumnya lebih terasa pada trimester kedua hingga ketiga saat kulit mulai meregang mengikuti pertumbuhan janin.

Apakah kondisi ini berbahaya untuk janin?

Tidak, kulit bersisik umumnya tidak berbahaya bagi janin. Ini hanya reaksi alami tubuh terhadap perubahan selama kehamilan, meski tetap perlu dirawat agar tidak menimbulkan iritasi atau infeksi kulit.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Related Articles

See More