Pexels.com/SHVETS production
Warganet Indonesia termasuk yang banyak menghabiskan waktu di sosial media. Rata-rata, mereka menghabiskan waktu sebanyak 3-12 jam di depan layar gadget. Padahal, menurut Kominfo, durasi aman scrolling hanya 2-4 jam per hari. Sedangkan seorang dokter asal California Selatan, AS, Joe Whittington, MD menyarankan untuk membatasi waktu layar selama maksimal 2 jam per hari.
American Psychological Association (APA) mengungkapkan kalau fitur yang ada di sosial media memang dibuat untuk terlibat secara terus-menerus. Agar tidak jadi doomscrolling atau zombie scrolling, maka batasi penggunaannya, ya.
Melihat tingginya durasi penggunaan media sosial di Indonesia yang jauh melebihi batas aman, kesadaran untuk membatasi waktu di depan layar menjadi sangat krusial. Kebiasaan doomscrolling hingga larut malam tidak hanya menyita waktu istirahat, tetapi juga memicu stres kronis dan gangguan hormon yang berujung pada penurunan kualitas kesehatan reproduksi, baik bagi perempuan maupun laki-laki.
Oleh karena itu, mulailah menerapkan batasan waktu layar harian dan bangun rutinitas tidur yang lebih sehat tanpa paparan gawai menjelang malam. Bijak dalam mengonsumsi informasi digital adalah langkah kecil yang berdampak besar demi menjaga keseimbangan mental, fisik, serta kualitas kesuburan jangka panjang.