Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dr Boyke Ingatkan Suami untuk Hindari Rokok dan Begadang saat Promil
magnific.com/shurkin_son
  • Dokter Boyke menegaskan program hamil merupakan tanggung jawab bersama; suami perlu menjaga kondisi tubuh agar mendukung pembuahan secara optimal.
  • Suami disarankan berhenti merokok, minum alkohol, dan begadang karena kebiasaan tersebut dapat menurunkan kualitas sperma serta mempersulit pembuahan.
  • Pasangan dianjurkan menjaga stamina lewat makanan bergizi dan istirahat cukup, sambil menjalani promil dengan tenang, bahagia, dan tetap menjaga kedekatan emosional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama menjalani program hamil, fokus utama dalam merencanakan kehamilan sering hanya tertuju ke Mama. Padahal, peran Papa juga sangat penting dalam menentukan keberhasilan mendapatkan buah hati.

Melalui Youtube yang diunggah, dokter Boyke menyampaikan pentingnya mengubah gaya hidup suami untuk mulai lebih sehat demi meningkatkan peluang kehamilan. 

Maka, penting bagi Mama dan pasangan untuk menyimak penjelasan dokter Boyke yang telah Popmama.com rangkum mengenai pengaruh pola hidup terhadap kesuburan. Disimak ya!

1. Peran suami dalam promil sangat besar

magnific.com/magnific

Banyak yang masih menganggap bahwa kehamilan sepenuhnya merupakan urusan perempuan, namun dokter Boyke menegaskan bahwa peran suami juga sangat besar. 

Papa memiliki tanggung jawab yang setara dalam memastikan kondisi kesehatan tubuhnya tetap prima, agar bisa mendukung proses pembuahan secara optimal.

Mengabaikan pola hidup sehat saat merencanakan kehamilan bisa menurunkan peluang keberhasilan, maka kesadaran Papa untuk ikut serta dalam menjaga kesehatan sangat dinantikan agar perjuangan mendapatkan keturunan terasa lebih ringan dan terarah.

2. Keberhasilan promil bukan hanya dari istri

magnific.com/jcomp

Dokter Boyke menekankan bahwa keberhasilan program hamil bukan hanya tanggung jawab istri semata, melainkan kerja sama antara dua pihak. 

Hal ini membutuhkan kesiapan fisik serta kualitas sperma yang baik dari sisi suami untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan yang sehat.

“Kalau sudah merencanakan kehamilan, suami tolong jangan merokok, jangan minum, dan jangan begadang,” ungkapnya.

Dengan berhenti dari kebiasaan-kebiasaan buruk, Papa telah memberikan kontribusi yang sangat berharga bagi masa depan keluarga kecil yang sedang direncanakan.

3. Kebiasaan buruk memengaruhi kualitas sperma

magnific.com/jcomp

Penting untuk dipahami bahwa kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga kurang tidur karena begadang dapat memengaruhi kualitas sperma. 

Padahal, kualitas sperma yang baik merupakan salah satu faktor paling utama dalam keberhasilan proses pembuahan sel telur. Sperma yang sehat akan memiliki pergerakan dan struktur yang lebih baik, sehingga peluang untuk berhasil mencapai sel telur pun menjadi lebih tinggi. 

Sebaliknya, gaya hidup yang kurang sehat akan membuat sperma menjadi tidak optimal dan akhirnya mempersulit jalannya proses pembuahan alami.

4. Membutuhkan stamina fisik

magnific.com/pressfoto

Menjalani program hamil tidak bisa dianggap mudah, dokter Boyke mengibaratkan proses kehamilan seperti sebuah aktivitas fisik berat sehingga membutuhkan stamina dan persiapan yang matang dari pasangan. 

“Hamil itu seperti lari maraton, butuh kondisi tubuh yang sehat, stamina yang baik, dan persiapan yang matang dari kedua pasangan,” ungkap dokter Boyke.

Dengan menjaga stamina melalui pola makan bergizi dan istirahat cukup, Papa dan Mama akan lebih siap dalam menghadapi kehamilan yang akan datang.

5. Jangan hanya fokus ke hasil

magnific.com/magnific

Dokter Boyke tetap mengingatkan agar tidak hanya terpaku pada hasil akhir atau tuntutan untuk segera hamil, ia menyarankan agar Mama dan Papa bisa lebih santai serta menikmati setiap proses yang dilalui.

Menikmati proses promil dengan hati yang bahagia juga memiliki dampak positif terhadap keseimbangan hormon dalam tubuh, stres yang berlebihan justru sering menjadi penghambat yang membuat pasangan sulit untuk mendapatkan keturunan.

Nah, Papa dan Mama sekarang diharapkan bisa tetap menjalin kedekatan emosional sebagai bentuk kasih sayang dalam menjalani setiap tahapan program hamil, dengan pikiran yang tenang dan hati yang bahagia ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article