Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Cara Menghadapi Pertemanan yang Mulai Renggang saat Hamil

Freepik
Freepik
Intinya sih...
  • Akui perasaan yang Mama rasakan
  • Berusaha memahami dan memaafkan
  • Sadari bahwa prioritas Mama berubah
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hamil, Mama pasti mengalami banyak perubahan, mulai dari tubuh, rutinitas, sampai prioritas hidup. Di tengah semua perubahan itu, hubungan pertemanan juga bisa ikut bergeser. Teman yang dulu sering bersama Mama bisa mulai menjauh, atau Mama merasa tidak lagi berada pada ritme yang sama dengan mereka. Situasi ini umum terjadi, meski tetap terasa tidak mudah.

Kehamilan membuat Mama lebih fokus pada kesehatan dan persiapan menyambut si Kecil. Sementara itu, sebagian teman mungkin berada di fase hidup berbeda sehingga tidak selalu bisa menyesuaikan. Perbedaan kebutuhan ini kadang membuat hubungan terasa berjarak.

Untuk membantu Mama melalui proses ini, yuk, simak penjelasan Popmama.com terkait cara menghadapi pertemanan yang mulai renggang saat hamil.

1. Akui perasaan yang Mama rasakan

Freepik
Freepik

Perubahan dalam hubungan bisa memunculkan banyak emosi, dan semuanya valid. Mama mungkin merasa sedih, bingung, atau bahkan bertanya-tanya apakah situasinya bisa diperbaiki. Mengakui perasaan ini bukan tanda kelemahan, justru langkah pertama agar Mama bisa memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Mengabaikan perasaan hanya membuat Mama semakin kewalahan. Jangan ragu memberi diri sendiri ruang untuk memproses semuanya, entah itu dengan cara berbicara, menulis, atau sekadar mengambil waktu tenang untuk diri sendiri. Kadang, hanya dengan menyadari apa yang dirasakan, beban emosinya sudah terasa lebih ringan.

2. Berusaha memahami dan memaafkan

Freepik
Freepik

Tidak semua teman menjaga jarak karena tidak peduli. Ada yang mungkin sedang menghadapi masalah pribadi, atau memang belum siap berada di sekitar seseorang yang sedang hamil. Perubahan peran dalam hidup kita bisa terasa besar untuk orang lain, meski mereka tidak mengungkapkannya.

Memahami perspektif orang lain bukan berarti Mama harus membiarkan diri terluka. Namun, sikap ini membantu Mama menerima bahwa setiap orang punya kapasitas berbeda dalam menghadapi perubahan. Kadang, mereka menjauh bukan karena Mama, tetapi karena situasinya memang sulit bagi mereka.

3. Sadari bahwa prioritas Mama berubah

Freepik/pvproductions
Freepik/pvproductions

Kehamilan membawa Mama ke fase hidup yang berbeda. Aktivitas yang dulu mudah dilakukan kini mungkin terasa melelahkan. Perubahan ini sering kali membuat Mama secara alami mengurangi kegiatan tertentu atau lingkar pertemanan tertentu.

Tidak semua teman bisa memahami perubahan ritme ini. Mungkin ada yang merasa Mama berubah, padahal Mama hanya sedang menyesuaikan diri dengan kondisi hamil. Ini adalah bagian wajar dari proses dewasa dan bertanggung jawab atas kesehatan.

4. Belajar melepaskan pertemanan yang tidak lagi sejalan

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Melepaskan hubungan yang pernah berarti tentu tidak mudah. Namun, kadang hubungan yang mulai menjauh memang sudah berada pada fase yang berbeda. Memaksakan intensitas yang sama hanya membuat Mama semakin kelelahan secara emosional.

Salah satu cara untuk membantu proses melepaskan adalah menuliskan surat yang tidak perlu dikirim. Tuliskan apa pun yang ingin Mama ungkapkan seperti rasa terima kasih, kenangan baik, atau perasaan yang sempat tertahan. Surat ini membantu Mama memberi batas emosional yang jelas.

5. Terima bahwa perubahan ini tak terhindarkan

Freepik
Freepik

Beberapa hubungan memang tidak ditakdirkan untuk bertahan selamanya, terutama ketika perjalanan hidup sudah berada di arah yang berbeda. Kehamilan sering menjadi titik balik yang memperlihatkan siapa yang benar-benar bisa mengikuti perubahan Mama.

Menerima kenyataan ini membuat Mama tidak lagi menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Ada hubungan yang berhenti bukan karena masalah, tetapi karena ritme hidup tidak lagi sejalan. Ini hal yang lumrah dalam proses tumbuh dewasa.

6. Hargai teman dan keluarga yang tetap ada

Freepik/pressfoto
Freepik/pressfoto

Ketika beberapa teman mulai menjauh, Mama bisa lebih menghargai mereka yang tetap ada. Kehadiran orang-orang ini menunjukkan bahwa mereka siap beradaptasi bersama Mama, meski fase hidup Mama berubah.

Cobalah memberikan apresiasi kecil, seperti ucapan terima kasih atau sekadar menghabiskan waktu lebih sering dengan mereka. Ini membantu memperkuat hubungan positif yang Mama miliki sekarang. Lingkaran kecil yang stabil sering kali lebih penting daripada kelompok besar yang tidak konsisten.

7. Manfaatkan ruang baru untuk bertumbuh

Freepik
Freepik

Saat beberapa hubungan memudar, Mama sebenarnya sedang diberi ruang untuk fokus pada diri sendiri dan masa depan si Kecil. Waktu dan energi yang sebelumnya tercurah pada banyak orang kini bisa Mama gunakan untuk menata ulang tujuan, kebiasaan, dan rencana ke depan.

Mama dapat mengisi ruang ini dengan belajar hal baru, menata rumah, atau merencanakan kegiatan menyenangkan bersama si Kecil setelah lahir. Ajak juga teman atau keluarga yang tetap hadir untuk ikut terlibat. Hubungan seperti ini biasanya lebih sehat dan nyata.

Itulah cara menghadapi pertemanan yang mulai renggang saat hamil. Meski tidak mudah, perubahan ini bisa membantu Mama membangun lingkungan yang lebih sehat, stabil, dan mendukung perjalanan menuju peran baru sebagai orangtua. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Apakah Konsumsi Tempe dan Tahu Baik saat Promil?

28 Jan 2026, 14:51 WIBPregnancy