Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Ingin Hamil di Usia 30-an? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Kata Dokter

3 min read
Ingin Hamil di Usia 30-an? Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Kata Dokter
Magnific.com
  • Jumlah dan kualitas sel telur menurun seiring usia; kesuburan mulai berkurang pada awal 30-an dan lebih cepat setelah 35 tahun, sehingga peluang hamil dapat terpengaruh.

  • Dokter merekomendasikan kehamilan, termasuk anak berikutnya, direncanakan pada usia 20–35 tahun; kehamilan setelah 35 tahun tetap dapat sehat dengan konsultasi dan persiapan tepat.

  • Persiapan kehamilan perlu melibatkan kesehatan kedua pasangan: pola hidup laki-laki memengaruhi kualitas sperma, sementara nutrisi cukup mendukung kebutuhan ibu dan pertumbuhan janin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Usia seorang perempuan jadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan saat merencanakan kehamilan. Seiring bertambahnya usia, jumlah dan kualitas sel telur perempuan bisa mengalami penurunan, lho. Kondisi ini bisa memengaruhi peluang kehamilan, terutama saat perempuan mulai memasuki usia 35 tahun ke atas.

Melihat kondisi itu, berikut Popmama.com sudah rangkum penjelasan dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, spesialis obstetri dan Ginekologi, mengenai risiko hamil di usia 30-an dan hal yang perlu diperhatikan saat merencanakan kehamilan. 

Simak selengkapnya, yuk!

  1. Usia Memengaruhi Jumlah dan Kualitas Sel Telur

    Usia Memengaruhi Jumlah dan Kualitas Sel Telur
    Magnific.com

    Sejak lahir, perempuan sudah punya cadangan sel telur yang jumlahnya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Selain jumlahnya, kualitas sel telur juga bisa menurun, terutama saat sudah memasuki usia yang matang.

    “Jadi, jumlah dan kualitas itu dipengaruhi oleh salah satunya usia. Makanya, untuk hamil lebih baik jangan di usia yang lebih senior, seperti 35 tahun ke atas, ” jelas dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG. saat dijumpai dalam interview, Rabu (28/10/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.

    Dilansir dari Better Health Channel, kesuburan alami perempuan mulai menurun secara bertahap di awal usia 30-an dan penurunannya menjadi lebih cepat setelah usia 35 tahun. Perubahan ini bisa memengaruhi peluang perempuan untuk hamil seiring bertambahnya usia.

  2. Usia yang Disarankan oleh Dokter

    Usia yang Disarankan oleh Dokter
    Magnific.com

    Dalam wawancara, dr. Agatha juga menyebutkan kalau kehamilan idealnya direncanakan sebelum perempuan berusia 35 tahun.

    “Rekomendasi kalau bisa hamil di 20–35 tahun. Untuk anak kedua juga seperti itu. Semua kehamilan, baik itu hamil yang pertama, kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya, lebih baik di bawah 35 tahun,” ungkap dr. Agatha.

    Meski demikian, bukan berarti perempuan tidak dapat menjalani kehamilan sehat setelah usia 35 tahun. Setiap kehamilan punya kondisi yang berbeda, jadi konsultasi dengan dokter akan membantu pasangan memahami peluang, risiko, dan persiapan yang diperlukan.

  3. Risiko Kehamilan Tidak Hanya Ditentukan oleh Usia Perempuan

    Risiko Kehamilan Tidak Hanya Ditentukan oleh Usia Perempuan
    Magnific.com

    Saat merencanakan kehamilan, kondisi kesehatan kedua pasangan sama-sama perlu diperhatikan, lho. Kualitas sperma laki-laki juga berperan dalam proses pembuahan dan perkembangan embrio. 

    dr. Agatha menjelaskan kalau kesuburan laki-laki ikut dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari. Jadi, persiapan kehamilan tidak sebaiknya hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga melibatkan pasangan, ya.

    “Kalau laki-laki, dia murni karena pola hidup. Semakin pola hidupnya baik, semakin dia meminimalisir adanya paparan terhadap bahan racun masuk ke badannya, harusnya dia bisa menjaga kualitas dan jumlah sel spermanya,” jelas dr. Agatha.

  4. Nutrisi Selama Persiapan Kehamilan Juga Berpengaruh

    Nutrisi Selama Persiapan Kehamilan Juga Berpengaruh
    Magnific.com

    Selain kualitas sel telur dan sperma, asupan nutrisi selama melakukan persiapan kehamilan juga penting untuk mendukung pertumbuhan janin nantinya, ya, Ma. Kalau nutrisi cukup, ini bisa membantu memenuhi kebutuhan Mama dan janin selama masa kehamilan juga.

    dr. Agatha mengibaratkan kehamilan seperti menanam pohon. Bibit yang baik perlu didukung dengan perawatan dan nutrisi yang cukup supaya tumbuh dengan optimal. 

    Nah, di kehamilan, perumpamaan ini menggambarkan pentingnya memperhatikan faktor reproduksi sekaligus pemenuhan gizi sebelum dan selama kehamilan. 

    Jadi, merencanakan kehamilan di usia 30-an itu perlu Ma, untuk mengenal kondisi kesehatan dan kesuburan kedua pasangan. Walaupun usia bisa memengaruhi peluang kehamilan, pemeriksaan kesehatan, pola hidup sehat, serta pemenuhan nutrisi tetap jadi bagian penting dalam persiapannya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More