“Sebenarnya tidak wajib, tapi kalau mau diambil boleh-boleh saja,” jelas dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG, saat dijumpai dalam interview, Rabu (28/10/2026) di Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan.
Apakah Miom Perlu Diangkat Sekaligus saat Melahirkan? Ini Kata Dokter

Miom selama kehamilan tidak selalu harus diangkat saat melahirkan; keputusan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, gejala, dan dampaknya terhadap kehamilan.
Pengangkatan miom bersamaan dengan operasi caesar memungkinkan, tetapi perlu pertimbangan ketat karena kondisi rahim dan aliran darah tinggi meningkatkan risiko perdarahan.
Dokter menilai pengangkatan setelah persalinan dapat menjadi pilihan, ketika rahim mengecil kembali; prosedur laparoskopi atau teknologi robotik bisa dipertimbangkan setelah pemeriksaan.
Miom adalah pertumbuhan jaringan jinak yang muncul di dalam atau sekitar rahim. Kondisi ini bisa dialami perempuan di usia reproduktif, termasuk yang sedang hamil, lho. Ukuran dan lokasi miom bisa berbeda-beda, jadi pengaruhnya terhadap kehamilan bisa berbeda juga.
Dalam wawancara bersama dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG dari Rumah Sakit Brawijaya, Jakarta Selatan, membahas seputar kesehatan reproduksi perempuan, seperti kista, miom, sampai perdarahan.
Salah satu pembahasan yang menarik yaitu apakah miom perlu diangkat sekaligus saat melahirkan. Berikut Popmama.com sudah rangkum penjelasan dokter mengenai pengangkatan miom saat melahirkan. Simak selengkapnya, yuk!
Table of Content
Miom Tidak Harus Diangkat saat Melahirkan

magnific.com/pressfoto Tidak semua miom yang ditemukan selama kehamilan harus wajib diangkat, Ma. Kalau miom tidak mengganggu kehamilan, dokter bisa mempertimbangkan pemantauan sesuai kondisi Mama.
Keputusan untuk mengangkat miom ini juga perlu disesuaikan dengan ukuran, lokasi, gejala, serta dampaknya terhadap kehamilan.
Pengangkatan Miom saat Operasi Caesar Punya Risiko Perdarahan

magnific.com/freestockcenter dr. Agatha juga menjelaskan kalau miom bisa diangkat bersamaan dengan operasi caesar. Tapi, tindakan ini perlu dipertimbangkan secara hati-hati karena rahim sedang mengalami perubahan selama kehamilan dan persalinan, serta memiliki aliran darah yang tinggi.
“Pada saat lahiran caesar, kalau kita sekalian ambil miom juga bisa berisiko perdarahan,” lanjut dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG.
Oleh karena itu, keputusan untuk mengangkat miom saat caesar perlu mempertimbangkan kondisi rahim, lokasi miom, dan risiko yang mungkin terjadi, seperti pendarahan.
Pengangkatan Miom Bisa Dipertimbangkan setelah Melahirkan

magnific.com/DC Studio Pengangkatan miom setelah persalinan bisa jadi pilihan yang lebih baik, nih. Jadi, setelah melahirkan, rahim akan pelan-pelan kembali ke ukuran sebelum hamil. Setelah itu, dokter bisa melihat kembali kondisi miom dan menentukan tindakan yang sesuai.
“Kalau saya ditanya lebih bagus miom diambilnya kapan, waktu lagi lahiran apa nanti setelah dia lahiran? Kalau saya pribadi, sih, setelah,” ujar dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG
Ada Pilihan Metode Pengangkatan Miom setelah Persalinan

dataresearch.com Kalau memilih metode pengangkatan miom setelah melahirkan, dokter bisa mempertimbangkan menggunakan prosedur laparoskopi, yaitu prosedur operasi dengan sayatan kecil menggunakan alat khusus.
dr. Agatha menyebutkan kalau penggunaan teknologi robotik ini bisa digunakan untuk mengambil miom setelah melahirkan. Prosedur ini bisa meminimalisir rasa sakit yang berlebihan. Namun, metode yang paling sesuai perlu ditentukan melalui konsultasi dan pemeriksaan dokter dulu, ya, Ma.
Nah, itu dia penjelasan dr. Agatha Pradana, M.Si, Sp.OG mengenai pertanyaan apakah miom bisa diambil sekaligus saat melahirkan. Risiko pendarahan yang bisa terjadi ini jadi pertimbangan dokter sebelum memutuskan.
Jadi, pengambilan miom sekaligus saat melahirkan ini tidak wajib, ya, Ma. Mama bisa melakukan setelahnya dengan prosedur laparoskopi.






















