Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Mengenal 9 Jenis Lendir Serviks untuk Membantu Program Hamil

4 min read
Mengenal 9 Jenis Lendir Serviks untuk Membantu Program Hamil
Popmama.com/Bernika Nathania/AI
  • Lendir serviks berubah tekstur, warna, dan jumlah sepanjang siklus menstruasi akibat hormon; pengamatannya dapat membantu memahami pola tubuh saat menjalani program hamil.

  • Menjelang hingga puncak masa subur, lendir cenderung jernih, licin, elastis, dan basah seperti putih telur, sehingga mendukung perlindungan serta pergerakan sperma.

  • Setelah ovulasi hingga menjelang menstruasi, lendir umumnya mengental, lengket, dan berkurang; pola tiap perempuan berbeda, sehingga lendir saja tidak memastikan ovulasi atau kehamilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lendir serviks adalah salah satu perubahan alami yang terjadi sepanjang siklus menstruasi. Perubahan tekstur, warna, dan jumlahnya ini dipengaruhi oleh hormon, terutama menjelang ovulasi atau masa subur.

Untuk yang sedang menjalani program hamil, mengenali perubahan ini bisa membantu memperkirakan waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Penting juga untuk memahami ciri-ciri lendir serviks pada setiap fase agar bisa lebih mengenali pola siklus tubuh sendiri.

Berikut Popmama.com sudah rangkum sembilan perubahan lendir serviks dari satu fase siklus ke siklus berikutnya untuk membantu mengenali masa subur. Yuk, simak selengkapnya!

  1. 1. Saat menstruasi (hari 1–5)

    1. Saat menstruasi (hari 1–5)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Lendir serviks pertama yang dibahas adalah lendir serviks saat menstruasi. Nah, lendir serviks ini biasanya bercampur dengan darah, jadi tidak mudah dikenali atau diamati. 

    Di fase ini, lapisan rahim meluruh sebagai bagian dari siklus menstruasi untuk membersihkan rahim. Karena darah menutupi lendir, memungkinkan untuk belum bisa mengenali tekstur lendir serviks dengan jelas.

  2. 2. Setelah haid (hari 6–9)

    2. Setelah haid (hari 6–9)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Lendir serviks selanjutnya bisa dilihat setelah menstruasi selesai, lendir serviks biasanya masih sedikit dan terasa lengket atau kental di hari ke 6–9 setelah haid. Teksturnya akan kental berwarna putih seperti lotion.

    Tidak hanya seperti lotion, bahkan lendir serviks di fase ini akan terasa lengket seperti lem. Hal ini sebagai tanda kalau akan menuju ke fase selanjutnya, yaitu menjelang masa subur.

  3. 3. Menjelang masa subur (hari 10–11)

    3. Menjelang masa subur (hari 10–11)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Nah, selanjutnya di hari 10–11, yaitu hari menjelang masa suburnya perempuan. Teksturnya akan jernih, licin, dan elastis seperti lem. Lendir ini yang akan membantu melindungi sperma dan membantu sperma bertahan.

    Perubahan ini juga terjadi seiring meningkatnya hormon estrogen yang membantu mempersiapkan tubuh menghadapi fase selanjutnya, yaitu fase ovulasi perempuan.

  4. 4. Memasuki masa subur (hari 12–15)

    4. Memasuki masa subur (hari 12–15)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Saat memasuki masa subur di hari ke 12–15, lendir serviks akan bertekstur jernih, elasti, dan seperti putih telur. Lendiri ini juga disebut sebagai lendir yang berfungsi sangat baik. 

    Alasannya yaitu karena tekstur ini membantu sperma bergerak melalui leher rahim menuju saluran reproduksi. Jika sedang menjalani promil, perubahan tersebut bisa jadi salah satu petunjuk bahwa masa subur semakin dekat.

  5. 5. Puncak masa subur (hari 16–17)

    5. Puncak masa subur (hari 16–17)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Selanjutnya yaitu puncak masa subur dan lendir serviks perempuan akan sangat jernih, sangat licin, elastis dan basah, bukan lengket lagi. 

    Kondisi ini mendukung pergerakan sperma dan sering dikaitkan dengan masa paling subur. Namun, hari ovulasi tidak selalu sama di setiap siklus, ya, jadi perubahan lendir saja tidak bisa memastikan kapan sel telur dilepaskan. 

  6. 6. Setelah ovulasi (hari 18–21)

     6. Setelah ovulasi (hari 18–21)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Setelah ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertekstur kental, creamy, namun licinnya berkurang. Perubahan ini merupakan bagian normal dari fase setelah ovulasi karena kadar hormon progesteron meningkat.

    Pada fase ini, lendir serviks juga cenderung menjadi lebih kental sehingga membantu menghambat masuknya sperma ke dalam rahim. Namun, waktu dan perubahan lendir bisa berbeda di setiap perempuan, tergantung panjang siklus menstruasinya.

  7. 7. Fase luteal awal (hari 22–24)

    7. Fase luteal awal (Hari 22–24)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Memasuki fase luteal awal, lendir serviks umumnya semakin kental, lengket, dan jumlahnya mulai berkurang. Kondisi ini ada kaitannya dengan peningkatan hormon progesteron setelah ovulasi.

    Bagi yang sedang menjalani promil, perubahan lendir pada fase ini tidak bisa dijadikan tanda pasti kehamilan. Jika pembuahan terjadi, proses selanjutnya masih bergantung dengan perkembangan embrio dan keberhasilannya menempel pada dinding rahim.

  8. 8. Fase luteal lanjut (hari 25–27)

    8. Fase luteal lanjut (Hari 25–27)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Menjelang akhir fase luteal, lendir serviks bisa semakin sedikit, kental, atau terasa lebih lengket. Sebagian perempuan bahkan merasa area vagina lebih kering.

    Gejala awal kehamilan juga bisa menyerupai tanda menjelang menstruasi, sehingga jika sedang menunggu masa kehamilan, bisa menggunakan test pack setelah terlambat haid untuk memperoleh hasil yang lebih akurat.

  9. 9. Menjelang menstruasi (hari 28–1)

    9. Menjelang menstruasi (Hari 28–1)
    Popmama.com/Bernika Nathania/AI

    Menjelang menstruasi, lendir serviks dapat terlihat lebih kental, keruh, atau berkurang jumlahnya. Ketika menstruasi dimulai, lendir akan bercampur dengan darah, jadi teksturnya lebih sulit diamati.

    Perubahan ini merupakan bagian dari siklus menstruasi yang normal. Namun, tidak semua perempuan mengalami pola yang sama. Sama dengan saat fase luteal lanjut, jika sedang menunggu kehamilan, coba periksa dengan test pack, ya. 

    Mengenali perubahan lendir serviks memang bisa membantu untuk memahami siklus menstruasi dan memperkirakan masa subur saat menjalani program hamil. Nah, jadi, setelah cek, sedang ada di fase apa Mama sekarang? 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More