- Sesak napas atau napas terasa berat. Tekanan pada organ di dalam perut dapat membuat Mama merasa kurang nyaman saat bernapas.
- Sakit punggung. Posisi telentang dapat menambah tekanan pada punggung seiring bertambahnya berat badan dan ukuran perut.
- Pusing. Berkurangnya aliran darah yang kembali ke jantung dapat memengaruhi tekanan darah dan menimbulkan rasa pusing.
- Gangguan pencernaan. Sebagian Mama dapat mengalami rasa tidak nyaman pada perut atau keluhan asam lambung.
- Wasir. Tekanan pada pembuluh darah di area panggul dapat memperburuk keluhan wasir pada sebagian ibu hamil.
- Penurunan tekanan darah. Tekanan pada pembuluh darah besar dapat mengurangi aliran darah kembali ke jantung sehingga tekanan darah Mama berpotensi menurun.
Amankah Tidur dengan Posisi Telentang saat Hamil 5 Bulan?

Tidur telentang sebaiknya mulai dihindari saat usia kehamilan memasuki 20 minggu karena dapat menekan pembuluh darah besar dan mengganggu aliran darah.
Tidur tengkurap juga bisa terasa kurang nyaman saat hamil 5 bulan karena perut mulai membesar. Mama lebih disarankan tidur menyamping, terutama ke kiri.
Gunakan bantal untuk menopang perut, punggung, dan lutut agar tidur lebih nyaman selama kehamilan.
Saat hamil, banyak ibu hamil mulai kesulitan menemukan posisi tidur yang nyaman. Kondisi ini biasanya semakin terasa saat memasuki trimester kedua, ketika perut mulai membesar dan tubuh terasa lebih berat. Tidak jarang, posisi telentang justru terasa paling nyaman untuk beristirahat.
Tapi, posisi tidur telentang perlu diperhatikan seiring bertambahnya usia kehamilan. Pada usia 5 bulan, perubahan ukuran rahim dapat memengaruhi aliran darah saat berbaring dalam posisi tertentu. Karena itu, Mama perlu mengetahui fakta medis di balik posisi tidur telentang selama kehamilan.
Berikut Popmama.com telah merangkum penjelasan mengenai amankah tidur dengan posisi telentang saat hamil 5 bulan. Yuk, simak penjelasannya!
Table of Content
1. Amankah tidur dengan posisi telentang saat hamil 5 bulan?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Tidur telentang sebaiknya mulai dihindari ketika kehamilan memasuki usia sekitar 20 minggu atau 5 bulan. Pada awal kehamilan, posisi ini umumnya masih dapat dilakukan. Namun, seiring rahim membesar, tidur telentang dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah besar yang berada di dekat tulang belakang.
Tekanan tersebut dapat mengurangi aliran darah yang kembali menuju jantung sehingga memengaruhi sirkulasi darah ke tubuh mama dan janin. Akibatnya, suplai darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke janin berpotensi terganggu. Karena itu, Mama dianjurkan mulai membiasakan diri tidur menyamping saat memasuki usia kehamilan ini.
2. Risiko tidur telentang saat hamil 5 bulan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Ketika rahim yang semakin besar menekan pembuluh darah dan organ di sekitarnya, Mama dapat merasakan beberapa keluhan saat berbaring telentang. Keluhan yang mungkin muncul antara lain:
3. Tidur tengkurap juga tidak disarankan untuk ibu hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Selain telentang, tidur tengkurap juga umumnya mulai terasa kurang nyaman ketika usia kehamilan bertambah. Pada usia 5 bulan, rahim sudah membesar dan perut mulai menonjol, sehingga posisi tengkurap dapat memberikan tekanan langsung pada perut dan janin.
Meski begitu, jika Mama tanpa sengaja tertidur dalam posisi tengkurap, tidak perlu langsung panik. Tubuh biasanya akan terasa tidak nyaman seiring bertambahnya ukuran perut, sehingga Mama cenderung mengubah posisi secara alami. Pilihlah posisi menyamping yang terasa nyaman dan gunakan bantal untuk menopang perut serta tubuh.
4. Posisi tidur yang disarankan untuk ibu hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI American Pregnancy Association menyarankan ibu hamil tidur menyamping ke kiri dengan lutut sedikit ditekuk. Posisi miring ke kiri sering dianjurkan karena dapat membantu mengurangi tekanan rahim pada pembuluh darah besar dan mendukung aliran darah menuju jantung, rahim, ginjal, serta plasenta.
Mama tidak harus mempertahankan posisi miring ke kiri semalaman. Posisi miring ke kanan juga dapat menjadi pilihan jika lebih nyaman. Hal yang penting adalah membiasakan diri tidur menyamping dan menghindari berbaring telentang terlalu lama saat usia kehamilan semakin besar.
5. Tips tidur lebih nyaman saat hamil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Untuk membantu istirahat terasa lebih nyaman, Mama bisa menerapkan beberapa tips berikut:
- Gunakan bantal untuk menopang tubuh. Letakkan bantal di bawah perut dan di antara kedua lutut saat tidur menyamping agar tubuh terasa lebih stabil.
- Tinggikan kepala jika mengalami asam lambung. Jika Mama mengalami heartburn atau asam lambung naik, gunakan bantal untuk meninggikan bagian kepala dan dada agar keluhan berkurang.
- Tinggikan tubuh bagian atas jika sulit bernapas saat berbaring. Mama dapat menggunakan bantal tambahan untuk menopang tubuh bagian atas. Namun, jika sesak napas terasa berat atau muncul mendadak, segera cari pertolongan medis.
- Pertimbangkan penggunaan bantal hamil. Bantal khusus kehamilan dapat membantu menopang perut, punggung, dan kaki sekaligus membuat posisi menyamping terasa lebih nyaman.
- Ciptakan rutinitas tidur yang menenangkan. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang teratur, serta lakukan aktivitas santai sebelum tidur agar tubuh lebih siap beristirahat.
Itulah penjelasan mengenai apakah aman tidur telentang saat hamil 5 bulan. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

























