Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menurut Dokter Spesialis, Ini Langkah Promil untuk Pasangan Baru
unsplash.com
  • dr Yassin Bintang, dokter spesialis kandungan dan fertilitas, membagikan panduan penting bagi pasangan yang baru memulai program hamil.
  • Melalui akun Instagram @yassinbintang, ia rutin berbagi konten edukatif seputar promil dan kesehatan reproduksi.
  • Program hamil disebut bukan akhir dari segalanya, melainkan awal perjalanan baru bagi pasangan yang ingin memiliki anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Setelah puas mencoba hamil secara spontan dan belum menunjukkan hasil, akhirnya terpikir untuk mencoba promil. Dokter spesialis kandungan, dr Yassin Bintang pun membagikan tips penting untuk pasangan yang baru memulai promil. 

Program hamil bukan berarti akhir dari segalanya. Malah, merupakan awal dari segalanya. Dokter Yassin Bintang, seorang dokter spesialis kandungan dengan subspesialis fertilitas kerap membagikan konten bermanfaat di sosial media miliknya. 

Dari akun ig @yassinbintang, dr Yassin membagikan tips sederhana namun ternyata sangat penting mengenai promil bagi pasangan yang baru memulainya. 

Seperti apa saja tipsnya? Popmama.com akan merangkumkannya untuk kamu. 

1. Siklus haid sangatlah penting

Pexels.com/www.kaboompics.com

Saat mendengar kata promil, biasanya pasangan langsung membayangkan rangkaian suntikan hormon yang akan dilalui, atau banyaknya obat yang akan dikonsumsi. Padahal, yang pertama harus di cek adalah jadwal haid.  

Menurut dr Yassin, penting sekali untuk mengenali siklus haid sendiri. Cara mengetahuinya pun mudah, kamu hanya perlu mencatat tanggal haid setiap bulannya. 

Dari sana, akan terlihat apakah siklus kamu teratur atau datang setiap 24-38 hari atau tidak. Normalnya, durasi haid berlangsung selama 3-8 hari dengan jumlah darah haid yang cukup ditampung dengan ganti pembalut sebanyak 2-4 kali per hari. 

Haid yang normal juga tidak disertai dengan nyeri berat, ya. 

2. Memulai promil dengan gaya hidup yang sehat

Magnific.com/freepik

Beberapa orang memulai promil namun masih malas untuk menerapkan gaya hidup sehat. Padahal, untuk meningkatkan keberhasilan, diperlukan konsistensi. 

Kamu bisa menjaga berat badan ideal, berolahraga teratur mulai dari 150 menit per minggu, hingga tidur cukup selama 7-9 jam setiap harinya. Terasa mudah, namun cobalah jalani secara konsisten, barulah terasa tantangannya. 

Tak hanya itu, dr Yassin juga menyarankan untuk tidak stress berlebihan karena hal ini bisa mengganggu kestabilan hormon. Lalu, hindari rokok, vape, alkohol, dan narkoba. 

3. Mulai mengonsumsi asam folat

iliveactive.com

Asam folat adalah salah satu suplemen penting yang meningkatkan kemungkinan keberhasilan promil. Kamu perlu mulai mengonsumsinya minimal 1-3 bulan sebelum hamil. 

Dosis umumnya adalah minimal 400 mcg per hari. Suplemen ini sangat penting karena mampu membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin. 

4. Berhubungan 2 hari sekali pada masa subur

Pexels/Vitaly Gariev

Banyak mitos mengatakan kalau kamu perlu rajin berhubungan intim dengan pasangan agar cepat hamil. Faktanya, semua itu bisa lebih maksimal jika dilakukan dengan cara yang tepat. 

Maksimalkan hubungan pada masa subur. Umumnya, masa subur terjadi sekitar 12-16 hari sebelum haid berikutnya. Nah, di masa subur, kamu hanya perlu melakukan hubungan intim dengan pasangan setiap 2 hari sekali. 

Cara lainnya adalah melakukan hubungan seksual teratur tanpa hitung masa subur, sebanyak 2-4 kali per minggu, dengan selang 1-2 hari. 

5. Tak kalah penting, jaga kesehatan sperma

Pexels.com/Nadezhda Moryak

Promil adalah tugas berdua. Jika perempuan sudah menjaga gaya hidup dengan maksimal, maka harus diimbangi juga dari pasangan. Menurut dr Yassin, suami wajib menjaga kualitas sperma. 

Caranya bagaimana? Mudah kok, hindari merokok, menjaga berat badan ideal, dan cukup tidur serta olahraga secara rutin. 

6. Lakukan pemeriksaan dasar jika diperlukan

Pexels.com/cottonbro studio

Kalau semua itu sudah dilakukan dan belum juga bisa hamil secara spontan, maka boleh saja untuk melakukan pemeriksaan dasar. 

Kamu dan pasangan bisa berkonsultasi ke dokter jika usia istri kurang dari 35 tahun dan belum hamil setelah 12 bulan berhubungan rutin tanpa kontrasepsi. Atau, istri sudah berumur lebih dari 35 tahun dan belum hamil setelah 6 bulan. 

Apalagi jika kamu disertai dengan riwayat haid tidak teratur, mengalami PMOS, endometriosis, mioma, adenomyosis, pernah melakukan operasi panggul, atau Papa memiliki masalah dengan spermanya. 

7. Paling penting, kesehatan mental suami dan istri

Pexels.com/Luis Zambrano

Semua rangkaian promil bisa saja tidak maksimal kalau kesehatan mental tidak diperhatikan. Saat terlalu fokus dengan hasil, maka hubungan intim bisa berubah menjadi tugas yang penuh beban dan penuh kekhawatiran. 

Tak heran kalau jadi muncul tekanan, kecemasan, atau konflik yang justru mengurangi kualitas hubungan. Padahal, menurut dr Yassin, hubungan seksual yang nyaman, menyenangkan, dan dilakukan dengan penuh kedekatan emosional sangatlah penting selama promil. 

Editorial Team

Related Article