Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

BAB Keluar Darah saat Hamil, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter

BAB Keluar Darah saat Hamil, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
Magnific
  • BAB berdarah saat hamil dapat terjadi di semua trimester, paling sering akibat wasir yang dipicu peningkatan aliran darah, tekanan rahim, sembelit, atau luka kecil di anus.
  • Penanganan awal mencakup memperbanyak serat, minum minimal 2 liter air sehari, tidak menahan BAB atau mengejan kuat, serta menjaga aktivitas fisik aman.
  • Segera periksa ke dokter bila darah banyak, berulang, tidak berhenti, berwarna merah gelap, tinja hitam pekat, atau disertai sakit perut dan keluhan lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat hamil, perubahan pada tubuh mama bisa membuat berbagai keluhan baru muncul. Salah satunya adalah masalah pencernaan, seperti sembelit atau BAB yang terasa lebih sulit. Dalam kondisi tertentu, Mama bahkan mungkin melihat adanya darah setelah buang air besar.

Melihat darah saat BAB tentu bisa membuat Mama langsung khawatir, apalagi selama kehamilan setiap perubahan pada tubuh sering kali membuat Mama bertanya-tanya apakah kondisi tersebut berbahaya bagi diri sendiri maupun janin.

Namun, Mama tidak perlu langsung panik. BAB yang disertai darah saat hamil cukup sering terjadi dan salah satu penyebabnya adalah wasir atau ambeien. Kondisi ini dapat dipicu oleh perubahan aliran darah serta tekanan rahim yang semakin membesar selama kehamilan.

Lalu, apakah BAB berdarah saat hamil merupakan kondisi yang wajar? Apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan dr. Keven Pratama Manas Tali, Sp.OG yang telah Popmama.com rangkum di bawah ini.

  1. BAB Keluar Darah saat Hamil, Apakah Berbahaya?

    BAB keluar darah saat hamil
    Magnific

    BAB berdarah bisa terjadi pada ibu hamil, baik pada trimester pertama, kedua, maupun ketiga. Salah satu penyebab yang paling umum adalah wasir atau ambeien.

    Selama kehamilan, aliran darah ke berbagai bagian tubuh meningkat. Rahim yang semakin besar juga dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus. Kondisi ini membuat aliran darah balik menjadi lebih terhambat sehingga pembuluh darah di area tersebut dapat melebar dan membentuk wasir.

    Menurut dr. Keven, perubahan tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah di sekitar anus melebar.

    “Sehingga terjadi pelebaran pembuluh darah di daerah sekitar anus. Nah, itu yang bisa menyebabkan namanya ambien atau wasir,” ujar dr. Keven dalam unggahan video di Instagram pribadinya @dokterkeven.

    Wasir dapat membuat area anus terasa tidak nyaman, gatal, atau nyeri. Pada sebagian ibu hamil, kondisi ini juga dapat menyebabkan darah keluar saat BAB, terutama setelah mengejan.

    dr. Keven menjelaskan bahwa BAB berdarah dapat menjadi salah satu gejala ketika Mama mengalami wasir.

    “Nah, pada saat terjadi ambien atau wasir, bisa timbul gejala, yaitu BAB-nya berdarah,” jelas dr. Keven.

    Selain wasir, BAB berdarah juga bisa disebabkan oleh kondisi lain, seperti luka kecil pada anus akibat tinja yang keras. Oleh karena itu, Mama sebaiknya tidak langsung menganggap semua perdarahan saat BAB sebagai wasir, terutama jika darah keluar berulang atau disertai keluhan lain.

  2. Cara Mengatasi BAB Keluar Darah saat Hamil

    BAB keluar darah saat hamil
    Magnific

    Jika perdarahan terjadi akibat wasir atau sembelit, Mama bisa melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu membuat BAB lebih lancar dan mengurangi tekanan pada area anus.

    Salah satunya adalah memperhatikan asupan serat. dr. Keven menyarankan Mama untuk memperbanyak makanan berserat sejak trimester pertama hingga trimester ketiga.

    “Untuk menghindarinya, Moms juga sudah boleh makan serat mulai dari trimester 1, 2, 3. Itu perbanyaklah serat,” kata dr. Keven.

    Serat dapat diperoleh dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Selain itu, jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan agar tinja tidak terlalu keras dan lebih mudah dikeluarkan.

    dr. Keven juga menyarankan Mama untuk minum air putih minimal 2 liter setiap hari.

    “Dan juga jangan lupa untuk minum air putih yang minimal 2 liter sehari. Supaya bisa membantu pencernaan mams juga menjadi lebih lancar,” lanjutnya.

    Selain memperbanyak serat dan minum air putih, beberapa kebiasaan berikut juga dapat membantu Mama mengurangi risiko BAB berdarah:

    1. Jangan menahan keinginan untuk BAB.
    2. Hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar.
    3. Jangan duduk terlalu lama di toilet.
    4. Lakukan aktivitas fisik yang aman selama kehamilan, seperti berjalan kaki, yoga, atau berenang.
    5. Bersihkan area kelamin dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil maupun BAB.
    6. Gunakan kompres dingin untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat wasir.
    7. Lakukan latihan Kegel secara rutin untuk membantu memperkuat otot dasar panggul.
    8. Konsumsi suplemen kehamilan sesuai anjuran dokter.
    9. Jangan menggunakan salep atau obat wasir tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

  3. Hal yang Perlu Diwaspadai ketika BAB Keluar Darah saat Hamil

    BAB keluar darah saat hamil?
    Magnific

    Meski sering kali berkaitan dengan wasir, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi ketika darah keluar saat BAB. Perhatikan jumlah darah, warnanya, serta apakah ada keluhan lain yang menyertainya.

    Darah berwarna merah terang biasanya berasal dari bagian bawah saluran pencernaan, termasuk area anus. Pada ibu hamil, kondisi ini bisa berkaitan dengan wasir atau luka kecil di sekitar anus akibat tinja yang keras.

    Sementara itu, tinja berwarna hitam atau sangat gelap perlu mendapat perhatian lebih. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas.

    Namun, Mama tidak perlu langsung panik karena konsumsi suplemen zat besi selama kehamilan juga dapat membuat warna tinja menjadi lebih gelap.

    Mama sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika:

    1. Darah keluar dalam jumlah banyak.
    2. Perdarahan terjadi berulang kali atau tidak kunjung berhenti.
    3. Tinja berwarna hitam pekat.
    4. Darah berwarna merah gelap.
    5. BAB berdarah disertai sakit perut.
    6. Perdarahan disertai keluhan lain yang membuat kondisi Mama semakin tidak nyaman.

    Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai dengan kondisi Mama. Jika diperlukan, dokter juga akan meminta pemeriksaan sampel tinja di laboratorium.

    Jadi, BAB berdarah saat hamil memang bisa terjadi, terutama akibat wasir atau sembelit. Namun, Mama tetap perlu memperhatikan kondisi tersebut dan tidak mengabaikannya.

    Nah, itu dia hal yang perlu Mama ketahui terkait BAB keluar darah saat hamil. Jika perdarahan terjadi berulang, jumlahnya banyak, atau disertai keluhan lain, segera konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya bisa diketahui dan ditangani dengan tepat, ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More