7 Manfaat Protein untuk Ibu Hamil Tua, Bisa Bantu Produksi ASI

- Protein sangat penting di trimester ketiga untuk mendukung lonjakan berat badan janin dan perkembangan otaknya.
- Konsumsi protein yang cukup membantu mengurangi pembengkakan kaki (edema) pada mama dengan menjaga keseimbangan cairan tubuh.
- Protein mempersiapkan tubuh mama untuk menyusui dan memberikan stamina ekstra yang dibutuhkan saat proses persalinan nanti.
Memasuki trimester ketiga atau masa hamil tua, Mama mungkin merasa masa kehamilan semakin berat namun juga semakin membahagiakan karena sebentar lagi akan bertemu si Kecil. Di minggu-minggu terakhir ini, kebutuhan nutrisi mama justru meningkat drastis dibandingkan trimester sebelumnya, terutama kebutuhan akan protein.
Protein sering disebut sebagai "batu bata" kehidupan karena fungsinya yang vital dalam membangun sel-sel tubuh. Kekurangan protein di masa hamil tua tidak hanya berisiko bagi berat badan janin, tetapi juga bisa memengaruhi kesehatan menjelang persalinan.
Oleh karena itu, Popmama.com telah merangkum beberapa manfaat protein untuk ibu hamil tua.
Yuk Ma, disimak!
Deretan Manfaat Protein untuk Ibu Hamil Tua
1. Mendukung pertumbuhan pesat janin

Di trimester ketiga, janin mengalami lonjakan pertumbuhan berat badan yang paling signifikan. Protein sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan otot, kulit, rambut, dan organ-organ vital bayi agar tumbuh sempurna. Tanpa asupan protein yang cukup, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) akan meningkat.
Mama perlu memastikan asupan protein hewani (seperti telur, daging, ikan) dan nabati (tahu, tempe) tercukupi setiap hari. Asam amino dalam protein akan diserap oleh plasenta dan ditransfer langsung ke janin untuk memastikan ia lahir dengan bobot yang sehat dan ideal.
2. Mengoptimalkan perkembangan otak bayi

Selain fisik, otak bayi juga mengalami perkembangan yang sangat kompleks di minggu-minggu terakhir kehamilan. Protein menyediakan asam lemak omega-3 (terutama dari ikan) dan zat pembangun lainnya yang krusial untuk pembentukan sel-sel saraf dan neurotransmiter di otak janin.
Konsumsi protein yang cukup di masa hamil tua dipercaya dapat memengaruhi kecerdasan kognitif anak di masa depan. Jadi, saat Mama makan ikan atau telur, ingatlah bahwa Mama sedang memberi "makan" otak si Kecil agar ia tumbuh menjadi anak yang cerdas.
3. Mempersiapkan produksi ASI

Tubuh mama secara alami mulai mempersiapkan diri untuk menyusui sejak masih hamil tua. Protein memegang peranan kunci dalam produksi hormon prolaktin dan oksitosin yang mengatur kelancaran produksi ASI. Bahkan, kolostrum (cairan emas ASI pertama) sudah mulai diproduksi di trimester ini.
Dengan mencukupi kebutuhan protein, Mama sebenarnya sedang "menabung" kualitas dan kuantitas ASI untuk si Kecil nanti. Jaringan kelenjar payudara pun membutuhkan protein agar bisa berkembang optimal dan siap menyuplai nutrisi terbaik begitu bayi lahir.
4. Mencegah pembengkakan (edema)

Salah satu keluhan umum saat hamil tua adalah kaki dan tangan yang membengkak atau edema. Tahukah Mama bahwa salah satu penyebab bengkak yang parah adalah kurangnya albumin (jenis protein) dalam darah? Protein membantu menjaga keseimbangan cairan di dalam pembuluh darah agar tidak bocor ke jaringan tubuh.
Jika kadar protein dalam darah mama cukup, cairan tubuh akan lebih terkontrol sehingga risiko pembengkakan ekstrem bisa dicegah. Ini tentu akan membuat mama merasa lebih nyaman beraktivitas dan tidur di minggu-minggu terakhir kehamilan.
5. Menambah stamina untuk persalinan

Melarikan sering disamakan dengan lari maraton karena membutuhkan energi yang sangat besar. Protein membantu menjaga massa otot mama agar tetap kuat dan tidak mudah lelah. Stamina yang prima sangat dibutuhkan saat mama harus mengejan dan melewati proses kontraksi yang panjang nanti.
Selain itu, protein juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini penting agar mama tidak mengalami fatigue atau kelelahan ekstrem secara tiba-tiba saat hari persalinan tiba. Tubuh yang bugar akan mempercepat proses pemulihan pasca melahirkan juga.
6. Memperbaiki jaringan tubuh ibu hamil

Saat hamil tua, rahim mama membesar berkali-kali lipat, kulit perut meregang maksimal, dan beban tubuh bertambah. Protein sangat dibutuhkan untuk meregenerasi sel-sel tubuh mama yang "bekerja keras" menopang kehamilan, serta menjaga elastisitas kulit agar tidak mudah stretch mark.
Selain itu, protein juga vital untuk kesehatan plasenta dan cairan ketuban. Dengan jaringan rahim yang kuat dan sehat berkat protein, risiko komplikasi kehamilan seperti ketuban pecah dini atau masalah plasenta bisa ditekan.
7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Menjelang HPL (Hari Perkiraan Lahir), Mama tentu tidak ingin jatuh sakit, bukan? Protein adalah bahan dasar pembentuk antibodi dan sel darah putih yang berfungsi melawan infeksi virus maupun bakteri.
Dengan sistem imun yang kuat, Mama akan terhindar dari flu, batuk, atau infeksi lainnya yang bisa mengganggu proses persalinan. Selain melindungi mama, antibodi yang terbentuk juga akan disalurkan ke janin sebagai bekal kekebalan tubuh pertamanya saat lahir ke dunia nanti.
Itulah tujuh manfaat protein untuk ibu hamil tua yang sangat krusial.
Pastikan piring makan mama selalu terisi dengan lauk pauk kaya protein, ya. Sehat selalu untuk mama dan janin sampai hari persalinan tiba!
FAQ Protein Ibu Hamil
| Berapa banyak protein yang dibutuhkan ibu hamil tua? | Rata-rata ibu hamil membutuhkan sekitar 70-100 gram protein per hari, atau sekitar 25 gram lebih banyak daripada wanita tidak hamil. Ini setara dengan 3-4 porsi lauk pauk (daging/ikan/telur) setiap harinya. |
| Apakah boleh minum susu protein (whey) saat hamil? | Umumnya aman, asalkan produk tersebut sudah terdaftar BPOM dan dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Namun, sumber protein alami dari makanan utuh (real food) tetap yang terbaik karena mengandung mikronutrien lain. |
| Lebih baik protein hewani atau nabati? | Keduanya sama pentingnya dan saling melengkapi. Protein hewani (daging sapi, ayam, telur) memiliki asam amino lebih lengkap dan zat besi tinggi, sedangkan protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) kaya serat dan lemak sehat. |

-T95zEqWZxoeuSDf3BDYQyfhVcrQQIFzD.jpg)
-578izNHo2JYeXWwAcKF1HyqxIFnQYV4y.jpg)















