Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Nyeri saat BAB Jadi Tanda Kista, Benarkah? Jangan Diabaikan ya, Ma!

Nyeri saat BAB Jadi Tanda Kista, Benarkah? Jangan Diabaikan ya, Ma!
Popmama.com/Erica Santoso/AI
Intinya Sih
  • Nyeri saat BAB bisa menjadi tanda adanya kista ovarium, terutama jika disertai tekanan di panggul atau perut bawah akibat pembesaran kantung cairan di indung telur.
  • Kista endometrioma dari endometriosis dapat menyebabkan nyeri hebat saat menstruasi dan BAB karena peradangan jaringan di sekitar ovarium serta usus.
  • Deteksi dini lewat pemeriksaan panggul dan USG transvaginal penting untuk mencegah komplikasi seperti ovarium terpuntir atau kista pecah yang berisiko serius bagi kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah Mama tiba-tiba merasakan sensasi nyeri atau tekanan yang tidak nyaman di area panggul bawah saat sedang Buang Air Besar (BAB)? Mengalami rasa sakit saat menuntaskan hajat di toilet memang sering kali bikin kita refleks menduga adanya masalah ambeien atau sembelit karena kurang serat. Namun, tahukah Mama? Jika rasa nyeri tersebut terasa menusuk di area panggul hingga ke perut bawah, bisa jadi tubuh sedang mengirimkan sinyal adanya kondisi medis lain, salah satunya kista ovarium.

Kista ovarium sendiri pada dasarnya adalah sebuah kantung berisi cairan yang berkembang di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Sebagai perempuan, kita memiliki dua ovarium di sisi kanan dan kiri rahim yang berukuran sebesar kacang almond, tempat di mana sel telur tumbuh dan matang setiap bulannya. Melansir dari Mayo Clinic, keberadaan kista ini sebenarnya cukup umum terjadi pada perempuan dan sebagian besar bersifat fungsional, tidak berbahaya, serta bisa hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam beberapa bulan.

Meski mayoritas kista bersifat jinak dan tidak bergejala, ceritanya akan berbeda jika ukuran kantung cairan ini terus membesar atau dipicu oleh kondisi seperti endometriosis. Kista yang berukuran besar dapat menciptakan tekanan konstan di dalam rongga panggul, bahkan letaknya bisa berdekatan dengan area usus besar dan rektum. Akibatnya, saat otot-otot panggul berkontraksi untuk mendorong kotoran sewaktu BAB, tekanan tersebut memicu rasa nyeri tajam atau tumpul yang mengganggu.

Demi menjaga kesehatan reproduksi kita tetap terpantau dengan baik, kali ini Popmama.com bagikan beberapa fakta seputar nyeri saat BAB yang jadi tanda kista serta gejala lain yang wajib Mama waspadai. Yuk, kita simak ulasannya bersama-sama, Ma!

Table of Content

1. Tekanan fisik dari kista yang membesar

1. Tekanan fisik dari kista yang membesar

IMG_8359.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mengapa pertumbuhan kista di indung telur bisa sampai memicu rasa sakit saat kita sedang BAB, ya? Jawabannya terletak pada ukuran dan ruang di dalam rongga panggul kita, Ma. Kista ovarium yang terus tumbuh membesar lambat laun akan menciptakan desakan, rasa penuh, atau sensasi berat di dalam perut bagian bawah.

Kantung cairan yang membengkak ini otomatis akan menyita ruang di dalam panggul dan mulai menekan organ-organ di sekitarnya, termasuk area rektum atau ujung usus besar. Ketika Mama sedang mengejan atau melewatkan kotoran saat buang air besar, proses pergerakan usus tersebut akan menekan balik kantung kista. Interaksi fisik inilah yang akhirnya memicu rasa nyeri tumpul hingga tajam yang terasa tidak nyaman di bawah pusar.

Kondisi nyeri ini biasanya akan terasa semakin intens apabila ukuran kista sudah cukup signifikan atau jenis kista yang dialami adalah kistadenoma. Jenis kista satu ini tumbuh dari sel permukaan ovarium dan bisa berisi cairan encer atau lendir yang ukurannya berpotensi menjadi sangat besar, sehingga mengganggu kelancaran aktivitas organ pencernaan di sekitarnya.

2. Kaitan erat dengan kista endometrioma

IMG_8360.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Selain faktor ukuran fisik, rasa nyeri saat BAB juga berkaitan erat dengan jenis kista tertentu yang dipicu oleh penyakit endometriosis. Kondisi ini melahirkan jenis kista yang dikenal sebagai endometrioma. Endometriosis sendiri terjadi ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam dinding rahim justru tumbuh subur di luar rahim.

Jaringan abnormal ini bisa menemain pada indung telur dan lama-kelamaan membentuk kantung kista berisi darah pekat. Hebatnya sekaligus mengerikannya, jaringan endometriosis ini juga sering kali tumbuh dan menyebar hingga ke dinding usus atau jaringan ikat di antara rahim dan rektum (panggul belakang).

Ketika masa menstruasi tiba, jaringan yang menempel di sekitar usus dan ovarium ini akan ikut meradang dan membengkak. Peradangan kronis inilah yang menyebabkan dinding panggul menjadi sangat sensitif, sehingga memicu rasa nyeri yang luar biasa hebat, kram, dan sensasi terbakar yang menjalar khususnya saat Mama sedang berusaha buang air besar.

3. Munculnya gejala nyeri panggul yang datang dan pergi

IMG_8361.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Nyeri saat buang air besar akibat kista ovarium umumnya tidak datang sendirian, Ma. Biasanya, keluhan tersebut akan dibarengi dengan gejala khas berupa nyeri panggul yang sifatnya timbul tenggelam. Rasa ketidaknyamanan ini bisa berupa nyeri tumpul yang konstan atau jepitan nyeri tajam yang terlokalisasi di salah satu sisi perut bawah, tergantung di ovarium mana kista tersebut tumbuh.

Rasa nyeri panggul ini kerap kali memburuk pada momen-momen tertentu yang melibatkan aktivitas fisik atau tekanan di area panggul. Aktivitas berat yang mengguncang panggul, termasuk saat melakukan hubungan seksual vaginal, dapat meningkatkan tekanan internal dan memicu rasa sakit yang mengganggu kenyamanan Mama sehari-hari.

Jika Mama sering merasakan kombinasi antara perut yang selalu terasa begah, kembung, panggul terasa berat, plus adanya rasa nyeri menusuk setiap kali duduk di kloset untuk BAB, maka tanda-tanda ini sudah melampaui gejala sembelit biasa. Ini saatnya bagi Mama untuk mulai menaruh perhatian lebih pada kesehatan indung telur.

4. Risiko komplikasi ovarium terpuntir dan kista pecah

IMG_8362.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mengabaikan rasa nyeri panggul dan sakit saat BAB yang berkelanjutan sangat tidak disarankan karena adanya risiko komplikasi, meskipun kasusnya jarang terjadi. Komplikasi pertama yang patut diwaspadai adalah ovarian torsion atau ovarium terpuntir. Kista yang berukuran besar dan berat dapat membuat posisi indung telur bergeser dari tempat semula hingga berputar pada porosnya sendiri.

Ketika ovarium terpuntir, aliran darah ke organ reproduksi tersebut bisa berkurang drastis atau bahkan terhenti total. Kondisi darurat ini akan menimbulkan gejala yang sangat khas dan parah secara mendadak, seperti nyeri perut bawah yang luar biasa hebat, mual yang intens, hingga muntah-muntah.

Komplikasi kedua adalah risiko ruptur atau kista pecah di dalam rongga perut. Semakin besar ukuran sebuah kista, maka dinding kantungnya akan semakin menipis dan rentan pecah akibat tekanan fisik. Kista yang pecah tidak hanya memicu rasa sakit yang menusuk secara instan, tetapi juga dapat menyebabkan perdarahan di dalam panggul yang membahayakan keselamatan tubuh Mama.

5. Pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan panggul

IMG_8363.png
Popmama.com/Erica Santoso/AI

Satu hal yang perlu Mama pahami dengan bijak adalah bahwa sebagian besar kista fungsional (seperti kista folikel atau kista corpus luteum) sebenarnya tidak berbahaya dan sering hilang dengan sendirinya dalam 2 hingga 3 siklus menstruasi. Namun, karena gejala awalnya bisa sangat samar dan mirip dengan gangguan pencernaan, deteksi dini menjadi kunci utama pencegahan.

Langkah terbaik yang bisa Mama lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan panggul dan USG transvaginal secara rutin ke dokter spesialis kandungan. Pemeriksaan ini sangat efektif untuk memantau jika ada perubahan ukuran atau bentuk pada ovarium sedini mungkin, bahkan sebelum kista tersebut tumbuh besar dan mengganggu fungsi organ pencernaan Mama.

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih jeli dalam mencatat setiap perubahan pada siklus menstruasi harian atau adanya gejala tidak biasa yang berlangsung selama beberapa siklus berturut-turut. Konsultasi dengan tenaga medis profesional akan memberikan kejelasan dan kedamaian pikiran bagi Mama dalam merawat tubuh.


Menjadi seorang Mama yang aktif mengurus keluarga sering kali membuat kita abai dan menomorduakan rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh sendiri. Padahal, mengenali sinyal seperti nyeri saat BAB atau rasa begah di panggul adalah bentuk rasa cinta terbaik pada diri kita sendiri, lho. Jangan tunggu sampai gejalanya semakin parah baru kita tersadar untuk berobat ya, Ma.

Segera cari bantuan medis darurat jika Mama merasakan nyeri perut mendadak yang sangat parah, nyeri disertai demam atau muntah, hingga tanda-tanda syok seperti pusing berputar, lemas, dan kulit terasa dingin. Yuk, jadwalkan pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala demi tubuh yang bugar dan rahim yang sehat. Ingat Ma, kebahagiaan dan kesehatan keluarga berawal dari seorang Mama yang sehat lahir dan batin. Tetap semangat menjaga kesehatan, Mama!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Related Articles

See More