Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perempuan Banyak Tumbuh Bulu, Apakah Pasti PCOS/PMOS? Ini Faktanya
Pexels/Sora Shimazaki
  • Rambut tubuh yang lebat pada perempuan dapat normal dan tidak cukup untuk memastikan PCOS/PMOS.
  • Hirsutisme dapat berkaitan dengan androgen, faktor genetik, gangguan hormon lain, atau efek samping obat tertentu.
  • Pertumbuhan rambut yang cepat disertai perubahan menstruasi atau tanda hormonal perlu diperiksakan oleh dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pertumbuhan rambut tubuh berlebih pada perempuan dapat disebut hirsutisme dan tidak selalu menandakan PCOS/PMOS.
  • Who?
    Perempuan dengan pertumbuhan rambut berlebih dan dokter yang melakukan pemeriksaan bila diperlukan.
  • Where?
    Rambut dapat tumbuh lebih tebal dan gelap di wajah, dada, perut, punggung, dagu, atau atas bibir.
  • When?
    Pemeriksaan perlu diperhatikan ketika pertumbuhan rambut muncul tiba-tiba atau berkembang sangat cepat.
  • Why?
    Penyebabnya dapat meliputi PCOS/PMOS, faktor genetik, gangguan hormon lain, atau obat-obatan tertentu.
  • How?
    Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan hormon untuk mencari penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Aku tahu perempuan bisa punya bulu tubuh lebat dan itu tidak selalu berarti PCOS atau PMOS. Dokter melihat tanda lain, seperti menstruasi tidak teratur atau jerawat. Bulu juga bisa karena keluarga, hormon lain, atau obat. Kalau tumbuh cepat dengan tanda lain, dokter memeriksa penyebabnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penjelasan mengenai berbagai penyebab pertumbuhan rambut berlebih membantu membedakan kondisi yang dapat dipengaruhi faktor genetik dari gejala yang berkaitan dengan hormon. Penilaian bersama pola menstruasi, jerawat, perubahan rambut kepala, dan perubahan tubuh memberi dasar untuk pemeriksaan yang lebih sesuai bila terdapat tanda lain.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memiliki rambut atau bulu tubuh yang cukup lebat pada dasarnya bisa menjadi hal yang normal. Namun, ketika rambut tumbuh semakin tebal dan gelap di area tertentu, seperti wajah, dada, perut, atau punggung, kondisi tersebut terkadang dikaitkan dengan gangguan hormon, salah satunya PCOS/PMOS.

Padahal, perempuan yang memiliki banyak bulu tidak selalu mengalami PCOS/PMOS. Ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih, mulai dari genetik hingga kondisi medis tertentu.

Lantas, kapan banyak bulu pada perempuan masih tergolong normal dan kapan perlu diperiksakan? Berikut Popmama.com rangkum faktanya.

1. Banyak bulu belum tentu tanda PCOS/PMOS

ilustrasi perempuan dengan banyak bulu (freepik.com/freepik)

Pertumbuhan rambut pada tubuh perempuan merupakan hal yang normal. Namun, dokter dapat menyebutnya sebagai hirsutisme ketika rambut tumbuh lebih tebal, gelap, dan kasar di area yang umumnya mengikuti pola pertumbuhan rambut laki-laki.

Menurut Endocrine Society, hirsutisme dapat berkaitan dengan peningkatan hormon androgen, tetapi tidak selalu disebabkan oleh PCOS/PMOS.

Perempuan juga bisa memiliki rambut tubuh yang lebih lebat karena faktor genetik. Jika kondisi tersebut sudah terjadi sejak lama dan tidak disertai gejala lain, belum tentu menunjukkan adanya gangguan hormon.

Jadi, banyak bulu saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami PCOS/PMOS.

2. PCOS/PMOS menjadi salah satu penyebab yang paling umum

Pexels/Freepik

PCOS (polycystic ovary syndrome) atau saat ini disebut PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) merupakan salah satu penyebab hirsutisme yang paling umum pada perempuan.

Pada orang dengan PCOS/PMOS, hormon androgen dapat meningkat atau tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon tersebut. Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan rambut halus berubah menjadi rambut yang lebih tebal dan gelap di area seperti dagu, atas bibir, dada, atau perut.

Namun, pertumbuhan rambut berlebih biasanya dinilai bersama gejala lainnya. Beberapa tanda PCOS/PMOS yang dapat menyertai antara lain menstruasi tidak teratur, gangguan ovulasi, jerawat, serta rambut kepala menipis dengan pola tertentu.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan PCOS/PMOS hanya karena memiliki rambut tubuh yang lebat.

3. Faktor genetik juga bisa membuat rambut tubuh lebih lebat

Pexels/Google DeepMind

Setiap perempuan memiliki pola pertumbuhan rambut tubuh yang berbeda. Faktor genetik dapat membuat seseorang secara alami memiliki lebih banyak rambut dibandingkan orang lain.

Ada pula kondisi yang disebut idiopathic hirsutism, yaitu ketika perempuan mengalami pertumbuhan rambut dengan pola hirsutisme tetapi tidak ditemukan penyebab hormonal yang jelas.

Pada kondisi ini, siklus menstruasi dan kadar androgen dapat tetap normal.

Artinya, apabila sejak remaja sudah memiliki rambut tubuh yang relatif lebat tetapi menstruasi teratur dan tidak ada tanda gangguan hormon lainnya, kondisi tersebut belum tentu berkaitan dengan PCOS.

4. Gangguan hormon lain juga bisa menjadi penyebab

freepik.com/atlascompany

Selain PCOS, pertumbuhan rambut berlebih dapat berkaitan dengan gangguan hormon lainnya. Salah satunya adalah non-classic congenital adrenal hyperplasia (NCCAH), yaitu kondisi yang memengaruhi produksi hormon steroid pada kelenjar adrenal.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan kadar androgen dan menimbulkan gejala yang menyerupai PCOS/PMOS, termasuk hirsutisme dan gangguan menstruasi.

Gangguan hormon lain, seperti Cushing syndrome, juga dapat menjadi salah satu penyebab meskipun relatif jarang.

Oleh sebab itu, jika pertumbuhan rambut berlebih disertai perubahan menstruasi atau gejala hormonal lainnya, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebabnya.

5. Obat-obatan tertentu dapat memicu pertumbuhan rambut

Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Pertumbuhan rambut berlebih juga dapat terjadi sebagai efek samping dari obat-obatan tertentu.

Menurut Mayo Clinic, beberapa obat yang dapat berkaitan dengan hirsutisme antara lain minoxidil, danazol, testosteron, dan DHEA.

Karena itu, bila pertumbuhan rambut tiba-tiba menjadi lebih lebat setelah mulai mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya informasikan kepada dokter. Jangan menghentikan obat yang diresepkan secara sepihak tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

6. Pertumbuhan bulu yang muncul tiba-tiba perlu diperhatikan

Pexels/Ron Lach

Berbeda dengan rambut tubuh yang memang sudah lebat sejak lama, pertumbuhan rambut yang muncul secara tiba-tiba atau berkembang sangat cepat sebaiknya tidak diabaikan.

Terlebih jika rambut tebal dan gelap mulai tumbuh di wajah atau tubuh dalam waktu singkat dan disertai tanda maskulinisasi, seperti suara menjadi lebih berat, jerawat berat, kerontokan rambut kepala dengan pola laki-laki, atau peningkatan massa otot.

Menurut Mayo Clinic, kondisi tersebut dalam kasus yang jarang dapat berkaitan dengan tumor pada ovarium atau kelenjar adrenal yang menghasilkan androgen.

Meski penyebab ini jarang, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

7. Periksa ke dokter jika disertai gejala lain

Pexels/Felipe Queiroz

Jika memiliki banyak bulu tetapi tidak mengalami gejala lainnya, kondisi tersebut belum tentu membutuhkan pemeriksaan khusus. Namun, konsultasi dengan dokter sebaiknya dilakukan jika pertumbuhan rambut berlebih disertai gejala seperti:

  • Menstruasi tidak teratur atau jarang

  • Jerawat yang semakin berat

  • Sulit hamil

  • Rambut kepala menipis

  • Pertumbuhan rambut kasar yang semakin cepat

  • Perubahan fisik yang mengarah pada maskulinisasi

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan hormon untuk mengetahui penyebab pertumbuhan rambut tersebut.

Jadi, perempuan yang memiliki banyak bulu tidak otomatis mengalami PCOS/PMOS. Pertumbuhan rambut tubuh dipengaruhi banyak faktor dan perlu dilihat bersama pola menstruasi, gejala hormonal, serta perubahan tubuh lainnya.

Jika ada perubahan yang tidak biasa atau terjadi secara cepat, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Curated For You

Editorial Team

Related Article