Jangan Diabaikan, Masalah Gigi & Mulut Bisa Memengaruhi Kesuburan Lho!

Jika tidak cepat diobati, bakteri pada rongga mulut dapat berkembang biak dan mengganggu kesuburan

26 Agustus 2021

Jangan Diabaikan, Masalah Gigi & Mulut Bisa Memengaruhi Kesuburan
Pexels/evelina-zhu

Bagi kamu yang sedang menjalankan program hamil, memastikan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk dilakukan. Pasalnya menurut penelitian, masalah kesehatan gigi dan mulut bisa memengaruhi kesuburan lho. Bukan hanya pada perempuan, tapi juga pada laki-laki.

Bakteri yang umumnya jadi penyebab masalah gigi dan mulut, jika tidak ditangani dengan tepat dapat berkembang biak di dalam tubuh. Jika jumlah bakteri meningkat, tidak menutup kemungkinan masalah kesehatan lainnya akan muncul termasuk gangguan kesuburan.

Lantas bagaimana masalah kesehatan gigi dan mulut bisa memengaruhi kesuburan?

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak rangkuman informasi dari Popmama.com, tentang bagaimana masalah kesehatan gigi dan mulut bisa memengaruhi kesehatan.

1. Benarkan kesehatan gigi dan mulut berpengaruh pada kesuburan?

1. Benarkan kesehatan gigi mulut berpengaruh kesuburan
Freepik

Dilansir dari Verywell Family, sebagian besar penelitian mengenai hubungan kesehatan gigi dan kesuburan, berfokus pada penyakit periodontal atau penyakit gusi.

Periodontal adalah infeksi bakteri yang dapat berkembang jika kamu tidak menyikat gigi dengan benar. Penyakit ini ditandai dengan gusi yang bengkak, kemerahan serta tekstur gusi yang lunak. Penyakit periodontal dipengaruhi oleh berapa faktor diantaranya, faktor genetik, pola hidup, adanya penyakit lain, atau faktor kebersihan gigi dan mulut.

Infeksi bakteri akibat periodontal dapat menciptakan respon imun tubuh berlebih dalam melawan infeksi. Diperkirakan, respon imun tubuh ini berpotensi menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat termasuk sel sperma.

Penyakit periodontal dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan lainnya seperti penyakit jantung, diabetes, penyakit saluran pernapasan dan stroke. Menurut penelitian, perempuan dengan PCOS dan endometriosis, serta laki-laki dengan disfungsi ereksi, lebih mungkin menderita penyakit periodontal.

Editors' Picks

2. Pengaruh masalah kesehatan gigi dan mulut terhadap kesuburan laki-laki

2. Pengaruh masalah kesehatan gigi mulut terhadap kesuburan laki-laki
Freepik/drobotdean

Laki-laki dengan masalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang dan periodontal yang tidak diobati, lebih mungkin mengalami gangguan kesuburan dibandingkan dengan mereka yang memiliki gigi sehat.

Dilansir dari Verywell Family, berikut ini pengaruh masalah kesehatan gigi dan mulut terhadap kesuburan laki-laki.

  • Masalah kesehatan gigi menyebabkan peningkatan risiko bakteriospermia

Gigi berlubang, infeksi gigi, dan penyakit gusi semuanya melibatkan pertumbuhan bakteri di dalam mulut. Bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak di dalam rongga mulut dan menyebabkan kadar bakteri meningkat. Peningkatan kadar bakteri di dalam mulut tersebut berdampak pada peningkatan bakteri di area tubuh lainnya.

Dalam analisis sel sperma, jumlah sel darah putih yang tinggi menunjukkan kemungkinan adanya bakteriospermia. Penelitian menemukan bahwa gigi dan mulut yang tidak sehat berhubungan erat dengan peningkatan risiko bakteriospermia.

  • Respon imun tubuh yang berlebih akan menyerang sel sperma yang sehat

Ketika kamu mengalami kerusakan gigi dan infeksi, tubuh akan berusaha melawan infeks tersebut. Akibatnya respon imun tubuh menjadi berlebihan. Ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat, termasuk sel sperma yang sedang berkembang.

3. Pengaruh masalah kesehatan gigi dan mulut terhadap kesuburan perempuan

3. Pengaruh masalah kesehatan gigi mulut terhadap kesuburan perempuan
Freepik/lookstudio

Dilansir dari Havingbabies.com, perempuan dengan masalah kesehatan gigi terutama periodontal, membutuhkan waktu dua bulan lebih lama untuk bisa hamil, dibandingkan dengan mereka yang memiliki gigi sehat.

Dalam sebuah penelitian di Australia, perempuan dengan penyakit periodontal membutuhkan rata-rata 7,1 bulan untuk bisa hamil. Sedangkan pada perempuan tanpa penyakit periodontal membutuhkan waktu 5 bulan untuk bisa hamil. Ini artinya, penyakit periodontal meningkatkan waktu pembuahan hingga dua bulan lebih lama untuk perempuan bisa hamil.

Selain itu, sama seperti pada laki-laki, infeksi yang terjadi pada gigi dan mulut akibat bakteri dapat meningkatkan respon imun tubuh yang berlebihan. Pada perempuan, sistem imun yang berlebihan dapat meningkatkan risiko infertilitas, keguguran dan kegagalan implantasi embiro selama perawatan IVF.

Para peneliti menyarankan bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya lakukan pemeriksaan gigi terlebih dahulu. Karena ada kemungkinan penyakit pada gigi dan mulut terutama periodontal dapat memengaruhi endometrium dan menyebabkan tertundanya kehamilan.

4. Cara yang bisa dilakukan untuk mencegah masalah gigi dan mulut

4. Cara bisa dilakukan mencegah masalah gigi mulut
Freepik/Racool_studio

Sejauh ini penelitian menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut dikaitkan dengan kualitas sel sperma pada laki-laki. Sedangkan pada perempuan, masalah kesehatan gigi dan mulut dapat menyebabkan tertundanya kehamilan.

Tapi kamu tak perlu khawatir, karena masalah kesehatan gigi dan mulut bisa dicegah kok. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mencegah masalah gigi dan mulut, dilansir dari Verywell Family.

  • Bersihkan gigi dan mulut secara rutin dengan menyikat gigi dua kali sehari.
  • Cek kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi, minimal 6 bulan sekali.
  • Lakukan pengobatan dan perawatan jika ada masalah sekecil apapun pada gigi.
  • Biasakan untuk berkumur sehabis makan.
  • Hentikan kebiasaan merokok, karena bisa meningkatkan risiko periodontal.

Nah, itulah tadi informasi bagaimana masalah kesehatan gigi dan mulut bisa memengaruhi kesuburan. Jika kamu dan pasangan sedang menjalankan program hamil, jangan lupa untuk memeriksakan kesehatan gigi dan mulut ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.