Sering Mengonsumsi Obat Bisa Mengganggu Kesuburan Laki-Laki, Benarkah?

Hati-hati, interaksi obat di dalam tubuh kamu bisa mengurangi jumlah sel sperma lho!

18 Agustus 2021

Sering Mengonsumsi Obat Bisa Mengganggu Kesuburan Laki-Laki, Benarkah
Freepik.com

Dalam mempersiapkan kehamilan, tidak hanya kesuburan perempuan, kesuburan laki-laki juga sangat penting untuk diperhatikan. Karena jika salah satunya mengalami gangguan kesuburan, tentu akan menghambat program hamil yang sedang dijalankan.

Biasanya gangguan kesuburan pada laki-laki dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat. Misalnya kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, serta kurangnya berolahraga. Tapi tahukah kamu, sering mengonsumsi obat-obatan juga bisa menyebabkan laki-laki mengalami gangguan kesuburan?

Dilansir dari Babycentre.com, menurut V alerie Baker seorang Kepala Divisi Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, sebuah obat bisa memengaruhi jumlah sel sperma pada laki-laki.

Kualitas dan jumlah sperma yang menurun tentunya akan berdampak pada semakin rendahnya peluang kehamilan. Lantas, bagaimana obat yang kamu konsumsi bisa mengganggu kesuburan?

Dirangkum Popmama.com, berikut informasi mengenai bagaimana obat-obatan bisa mengganggu kesuburan laki-laki.

1. Bagaimana obat-obatan bisa mengganggu kesuburan laki-laki?

1. Bagaimana obat-obatan bisa mengganggu kesuburan laki-laki
Unsplash/Online Marketing

Dilansir dari Babycentre.com, menurut Jason Griffith MD seorang Spesialis Endokrinologi Reproduksi di Houston Fertility Institute, ada tiga cara utama obat dalam mengganggu kesuburan, dua diantaranya berhubungan langsung dengan perempuan dan satu cara lainnya pada laki-laki.

Interaksi obat yang terjadi di dalam tubuh laki-laki kemungkinan besar dapat mengurangi jumlah sperma dengan memengaruhi produksi hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH).

Pada laki-laki, Follicle Stimulating Hormone (FSH) berfungsi untuk mengendalikan produksi sperma dan perkembangan organ reproduksi. Sedangkan Luteinizing Hormone (LH) berfungsi merangsang produksi hormon testosteron yang memengaruhi tingkat produksi sperma. Kedua hormon ini akan bekerja sama dalam meningkatkan kesuburan laki-laki.

Jika kadar FSH dan LH di dalam tubuh terganggu akibat mengonsumsi obat-obatan, maka produksi dan kualitas sperma juga akan berkurang. Hal ini tentu saja mengganggu kesuburan dan menyebabkan kamu sulit untuk punya anak.

Editors' Picks

2. Obat apa saja yang dapat memengaruhi kesuburan laki-laki?

2. Obat apa saja dapat memengaruhi kesuburan laki-laki
Freepik/racool_studio

Dilansir dari Babycentre.com, berikut ini beberapa jenis obat-obatan yang dapat memengaruhi kesuburan laki-laki.

  • Obat terapi testosteron

Terapi testosteron biasanya dilakukan untuk mengatasi kadar testosteron yang rendah pada laki-laki. Obat-obatan yang dikonsumsi dalam terapi ini kemungkinan bisa membuat tubuh tidak memproduksi sel sperma.

  • Steroid

Jika pada perempuan steroid memengaruhi ovulasi, pada laki-laki steroid bisa menurunkan jumlah sel sperma lho. Sebaiknya kamu berhati-hati dalam mengonsumsinya ya.

  • Sulfasalazine

Obat yang satu ini biasanya digunakan untuk mengobati inflamasi dan peradangan. Tapi perlu diperhatikan bahwa, mengonsumsi sulfasalazine ternyata bisa menurunkan jumlah sel sperma. Biasanya jumlah sel sperma akan kembali normal jika konsumsi obat ini dihentikan.

  • Obat kanker

Perawatan kanker baik itu kemoterapi, terapi radiasi, maupun pengobatan lainnya dapat merusak dan menyebabkan produksi sel sperma terhambat.

  • Obat darah tinggi

Obat antihipertensi yang digunakan untuk mengontrol tekanan darah seperti beta-blocker dan diuretic dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau biasa disebut impotensi.

  • Obat depresi

Beberapa macam obat antidepresan bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau kesulitan dalam melakukan ejakulasi.

3. Jika berhenti dikonsumsi, berapa lama kesuburan bisa kembali optimal?

3. Jika berhenti dikonsumsi, berapa lama kesuburan bisa kembali optimal
Freepik/Rantaimages

Biasanya pengaruh obat akan hilang dalam hitungan hari atau bulan. Namun, ada beberapa jenis obat yang pengaruhnya baru bisa hilang dua sampai tiga bulan, setelah kamu berhenti mengonsumsinya.

Jika kamu berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat, sebaiknya hindari mengonsumsi jenis obat-obatan tersebut ya. Ini dilakukan agar tingkat kesuburan kamu kembali optimal, dan peluang kamu untuk memiliki anak bisa jadi lebih besar.

Kalau kamu merasa ragu saat ingin menghentikannya, sebaiknya lakukan konsultasi medis mengenai kondisi tubuh kamu. Biasanya dokter akan mempertimbangkan alternatif lain untuk menggantikan terapi obat tersebut atau mengurangi dosisnya.

4. Alternatif pengobatan yang bisa dilakukan

4. Alternatif pengobatan bisa dilakukan
Freepik/chevanon

Dalam mengobati suatu penyakit, memang tidak semua harus menggunakan obat-obatan. Ada lho, beberapa jenis penyakit yang bisa diobati dengan melakukan alternatif pengobatan lain sehingga tidak berdampak pada kesuburan, diantaranya:

  • Terapi bahan-bahan alami

Terapi ini dilakukan untuk mengobati masalah kesehatan dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti buah dan sayur. Terapi ini dinilai aman karena buah dan sayuran kaya akan nutrisi yang baik bagi tubuh. Tapi perlu kamu perhatikan, kalau ada beberapa jenis buah dan sayur yang sebaiknya dihindari saat kamu dan pasangan sedang menjalankan program hamil.

  • Terapi akupuntur

Terapi ini dilakukan dengan cara menusuk jarum halus pada titik-titik tertentu untuk meningkatkan aliran darah dan menurunkan stres. Terapi yang berasal dari Tiongkok ini biasanya dijadikan alternatif pengobatan karena tidak memberikan efek samping bagi kesuburan.

  • Terapi meditasi

Meditasi dilakukan dengan cara duduk dan menutup mata kurang lebih 15-20 menit. Terapi meditasi melatih kamu untuk tetap fokus terutama pada kesehatan tubuh. Dengan begitu, kecemasan dan pikiran negatif bisa hilang tanpa memberikan efek samping pada kesuburan.

Kadang hal ini memang terkesan membingungkan ya, karena disatu sisi kamu harus memperhatikan kesehatan, tapi disisi lain kamu dan pasangan juga harus meningkatkan kesuburan, agar cepat hamil.

Oleh karena itu, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai obat-obatan yang harus dikonsumsi, agar tidak memberikan efek samping pada kesuburan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.