Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
12 Hal tentang Operasi Caesar yang Jarang Diceritakan ke Ibu Hamil
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
  • Operasi caesar adalah prosedur bedah besar. Mama mungkin akan merasakan efek fisik seperti gemetar, rasa dingin, dan sensasi tarikan akibat anestesi.

  • Pascaoperasi Mama mungkin akan mengalami pembengkakan, nyeri bahu karena gas.

  • Mama tetap memiliki kesempatan melakukan kontak kulit dengan bayi setelah operasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Proses persalinan dengan operasi caesar sering kali sudah dipersiapkan dengan matang, mulai dari mencari informasi hingga memilih metode yang paling nyaman. Namun, dalam beberapa kondisi, prosedur ini juga bisa terjadi secara mendadak. Ada berbagai hal tak terduga yang mungkin dialami ketika melakukan operasi caesar, baik saat proses operasi maupun selama masa pemulihan.

Mengutip dari The Bump, Dokter Kandungan di New York City, Kameelah Phillips, MD, menjelaskan bahwa karena banyak orang fokus pada kelahiran bayi, mereka sering lupa bahwa operasi caesar adalah prosedur bedah besar. Karena itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui berbagai hal tentang operasi caesar yang jarang dibahas.

Berikut Popmama.com rangkum informasil tentang operasi caesar yang jarang diceritakan ke ibu hamil.

1. Tubuh mungkin akan gemetar saat operasi caesar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat menjalani operasi caesar dengan anestesi spinal, tubuh bisa mengalami gemetar atau menggigil. Ini adalah reaksi yang cukup umum terjadi akibat pengaruh obat bius. Meski terasa agak aneh, kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya.

Menurut Dokter Kandungan di Island Women’s Care, dr. Carolyn Eskridge, sensasi yang muncul biasanya hanya seperti menggigil ringan dan akan berangsur hilang seiring efek anestesi mereda. “Itu bukan sesuatu yang berlebihan," kata Carolyn Eskridge.

2. Merasakan sedikit tarikan

Unsplash/Natanael Melchor

Selama operasi caesar, Mama memang tidak akan merasakan sakit karena efek anestesi. Namun, bukan berarti tidak ada sensasi sama sekali. Mama masih bisa merasakan sentuhan, seperti dorongan atau tarikan di area perut.

Sensasi ini biasanya muncul saat dokter mengeluarkan bayi dari dalam rahim. Terutama jika posisi bayi berada lebih tinggi, misalnya dekat tulang rusuk, Mama mungkin akan merasakan tekanan yang cukup kuat.

Meski terasa agak aneh, hal ini normal terjadi. dr. Kameelah Phillips menjelaskan bahwa anestesi berfungsi menghilangkan rasa nyeri, tetapi tidak sepenuhnya menghilangkan rasa sentuhan. Karena itu, sensasi seperti didorong atau ditarik masih bisa dirasakan, namun tanpa rasa sakit.

3. Tubuh mungkin akan kedinginan

Pexels/Vidal Balielo Jr.

Saat menjalani operasi caesar, Mama mungkin akan merasa kedinginan. Banyak yang mengira ini karena ruang operasi yang dingin, padahal suhu ruangan biasanya sudah diatur agar tetap nyaman, terutama untuk bayi. Rasa dingin ini lebih disebabkan oleh efek anestesi yang membuat tubuh mati rasa dari pinggang ke bawah, serta posisi tubuh yang berbaring cukup lama.

Selain itu, bagian tubuh yang tidak tertutup juga bisa membuat sensasi dingin terasa lebih jelas, apalagi saat penutup operasi mulai dilepas di akhir prosedur. Jika merasa tidak nyaman, Mama tidak perlu ragu untuk memberi tahu tim medis. Biasanya, mereka bisa memberikan selimut hangat agar tubuh tetap terasa nyaman selama dan setelah operasi.

4. Mendapat ‘pijat’ di kaki setelah operasi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah operasi caesar, Mama mungkin akan merasakan sensasi seperti dipijat di area kaki. Namun, ini sebenarnya bukan pijatan biasa, melainkan alat medis yang disebut sequential compression device (SCD).

Alat ini bekerja dengan cara mengembang dan mengempis secara otomatis di sekitar kaki, sehingga membantu melancarkan aliran darah dan mencegah terjadinya pembekuan darah setelah operasi.

Biasanya, alat ini sudah dipasang sebelum operasi dan akan tetap digunakan selama masa perawatan, kecuali saat Mama mulai berjalan. Selain menggunakan alat ini, bergerak atau berjalan perlahan juga penting untuk membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar.

5.  Mendapat pembersihan area vagina setelah operasi

Unssplash

Meskipun bayi lahir melalui operasi caesar, area vagina tetap perlu dibersihkan setelah persalinan. Hal ini dilakukan karena tubuh tetap mengeluarkan darah seperti proses nifas pada umumnya. Biasanya, tenaga medis akan membersihkan area luar vagina dengan cara membilas dan mengeringkannya secara lembut. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi selama masa pemulihan.

Jika sebelumnya Mama sempat menjalani proses persalinan normal sebelum akhirnya beralih ke operasi caesar, jumlah perdarahan bisa lebih banyak. Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin juga melakukan pembersihan bagian dalam vagina secara hati-hati untuk memastikan tidak ada sisa darah yang dapat meningkatkan risiko infeksi.

6. Beberapa bagian tubuh mungkin bengkak untuk sementara waktu

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah melahirkan, Mama mungkin akan mengalami pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai edema dan cukup umum terjadi, baik pada persalinan normal maupun operasi caesar.

Pembengkakan biasanya terlihat di area bekas sayatan, serta pada kaki, telapak kaki, tangan, dan lengan. Hal ini terjadi karena penumpukan cairan dan perubahan hormon setelah melahirkan. Tidak perlu khawatir, karena kondisi ini normal dan biasanya akan berangsur membaik dalam beberapa minggu.

7. Tetap bisa melakukan skin to skin contact dengan bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Banyak yang mengira operasi caesar membuat Mama tidak bisa langsung melakukan kontak kulit atau skin-to-skin contact dengan bayi. Padahal, hal ini tetap bisa dilakukan, terutama jika kondisi ibu dan bayi sehat setelah persalinan. Dalam kondisi yang stabil, bayi dapat langsung diletakkan di dada Mama untuk melakukan kontak kulit ke kulit.

Jika Mama ingin melakukan skin-to-skin contact lebih cepat, sebaiknya sampaikan ke tim medis sejak awal agar mereka bisa mempersiapkannya. Sementara itu, untuk proses menyusui biasanya dilakukan setelah Mama dan bayi berada di ruang pemulihan.

8.  Mengalami sembelit setelah caesar

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah operasi caesar, buang air besar bisa terasa sulit dan tidak nyaman. Hal ini karena area perut masih terasa nyeri, sehingga Mama mungkin ragu untuk mengejen (ngeden). Meski otot perut tidak benar-benar dipotong, bagian inti tubuh tetap terdampak dan terasa lebih lemah setelah operasi.

Banyak Mama juga khawatir mengejan bisa memengaruhi jahitan, padahal hal tersebut umumnya tidak akan menyebabkan luka terbuka kembali. Karena itu, dokter biasanya menyarankan penggunaan obat pelunak tinja agar proses buang air besar lebih lancar dan tidak perlu mengejan terlalu kuat.

9. Bisa mengalami nyeri hingga ke bahu

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah operasi caesar, sebagian Mama mungkin merasakan nyeri yang tidak biasa, bahkan sampai ke area bahu. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gas yang menumpuk di dalam perut karena pergerakan usus yang melambat setelah operasi.

Gas tersebut dapat menekan diafragma dan memicu saraf, sehingga rasa nyerinya “menjalar” hingga ke bahu, terutama di sisi kanan. Sensasinya bisa terasa tajam atau seperti tertusuk, meski sumbernya sebenarnya berasal dari perut.

Selain itu, nyeri bahu juga bisa terjadi karena nyeri alih, yaitu rasa sakit dari satu bagian tubuh (seperti rahim) yang terasa di bagian lain. Untuk mengatasinya, tenaga medis biasanya akan memberikan obat anti-gas dan menyarankan Mama untuk mulai bergerak atau berjalan ringan setelah operasi. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya akan membaik dalam waktu satu hingga dua hari.

10. Batuk dan bersin bisa terasa nyeri

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setelah operasi caesar, Mama mungkin akan merasakan nyeri saat batuk, bersin, atau bahkan tertawa. Hal ini terjadi karena area perut, terutama di sekitar bekas sayatan, masih dalam proses pemulihan sehingga lebih sensitif terhadap tekanan.

Untuk membantu mengurangi rasa sakit, Mama bisa menahan atau menopang perut dengan bantal saat batuk atau bersin. Cara sederhana ini cukup efektif untuk mengurangi tekanan pada area luka. Menyediakan bantal di dekat Mama, termasuk saat berada di mobil, bisa sangat membantu.

Selain itu, penggunaan sabuk perut atau pakaian kompresi juga bisa memberikan dukungan tambahan pada otot perut, sehingga rasa nyeri berkurang. Biasanya, rasa tidak nyaman ini paling terasa pada minggu pertama setelah melahirkan, lalu akan berangsur membaik dalam beberapa minggu berikutnya.

11. Bekas luka mungkin terlihat mengejutkan di awal

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Setiap bekas luka operasi caesar bisa terlihat berbeda, ada yang berbentuk horizontal atau vertikal, dan biasanya berada di bagian bawah perut, tepat di atas garis rambut kemaluan. Bagi sebagian Mama, tampilan bekas luka ini mungkin terasa cukup mengejutkan di awal.

Selama sekitar enam minggu pertama, hindari mengoleskan produk apa pun pada area luka agar tidak berisiko infeksi. Biarkan luka sembuh secara alami terlebih dahulu. Setelah masa pemulihan awal, Mama bisa menggunakan salep khusus untuk membantu memudarkan bekas luka jika diinginkan.

Bekas luka mungkin tidak akan hilang sepenuhnya. Seiring waktu, bekas luka biasanya akan memudar dengan sendirinya. Setiap tubuh memiliki proses penyembuhan yang berbeda dan itu adalah hal yang wajar.

12. Latihan bergerak secara perlahan dan bertahap

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Meski baru menjalani operasi caesar dan membutuhkan istirahat, Mama tetap disarankan untuk mulai bergerak secara perlahan. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk mulai bangun dan berjalan ringan sekitar satu hari setelah operasi.

Berjalan pelan dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi nyeri akibat gas, serta menurunkan risiko pembekuan darah. Aktivitas sederhana seperti ke kamar mandi sendiri atau berjalan singkat di sekitar ruangan sudah cukup membantu proses pemulihan. Namun, tetap lakukan sesuai kemampuan dan jangan memaksakan diri.

Di hari-hari awal, tubuh sedang beradaptasi secara fisik, emosional, dan hormonal, sehingga wajar jika terasa lebih berat. Jalani proses pemulihan secara bertahap, dengan harapan yang realistis. Ingat, setiap Mama memiliki proses pemulihan yang berbeda.

Nah, itu tadi berbagail hal tentang operasi caesar yang jarang diceritakan ke ibu hamil. Dengan mengetahuinya, Mama tentu lebih siap menghapi proses operasi ini!

Editorial Team