Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
9 Bahaya Begadang saat Hamil yang Perlu Diwaspadai
Pexels/cottonbro studio
  • Kurang tidur saat hamil dapat meningkatkan risiko persalinan prematur, preeklampsia, dan tekanan darah tinggi akibat perubahan hormon serta reaksi imun berlebihan.
  • Kualitas tidur buruk dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan operasi caesar dan proses persalinan yang lebih lama, yang bisa berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.
  • Begadang pada trimester akhir menurunkan kadar adiponektin, memicu gangguan metabolisme bagi ibu serta meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada anak di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sulit tidur menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami ibu hamil. Seiring bertambahnya usia kehamilan, perut yang semakin membesar membuat posisi tidur terasa kurang nyaman. Belum lagi keinginan buang air kecil yang lebih sering pada malam hari sehingga waktu istirahat jadi berkurang.

Melansir dari jurnal BMC Pregnancy and Childbirth, sekitar 3 dari 10 ibu hamil memiliki durasi tidur kurang dari 7 jam setiap harinya. Kondisi ini memang cukup umum terjadi, tetapi bukan berarti boleh dianggap sepele.

Kurang tidur atau sering begadang dapat berdampak pada kesehatan Mama maupun perkembangan janin. Mulai dari meningkatkan risiko persalinan prematur hingga gangguan metabolisme, semuanya berkaitan dengan kualitas tidur yang kurang baik.

Agar Mama lebih waspada, Popmama.com telah merangkum bahaya begadang saat hamil yang perlu diwaspadai.

1. Meningkatkan risiko persalinan prematur

Freepik

Gangguan tidur selama kehamilan diketahui dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Hal ini disebutkan dalam studi yang dimuat dalam Psychosomatic Medicine.

Salah satu penyebabnya diduga berkaitan dengan meningkatnya risiko badai sitokin, yaitu reaksi sistem imun yang berlebihan. Pada ibu hamil, peningkatan kadar sitokin dapat memengaruhi kinerja pembuluh darah di tulang belakang yang mengarah ke plasenta.

Akibatnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya persalinan prematur bahkan depresi selama kehamilan.


2. Meningkatkan risiko preeklamsia

Pexels/Thirdman

Kurang tidur juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko preeklamsia. Penelitian yang dilakukan Nikolaos Georgiou dari East Kent University Hospitals terhadap 49 ibu hamil menemukan bahwa ibu yang tidur kurang dari lima jam setiap malam selama 10 hari lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan organ janin, kematian bayi dalam kandungan, hingga berakibat fatal bagi ibu yang menjalani operasi caesar.


3. Meningkatkan tekanan darah

Freepik

Mengutip dari jurnal Sleep Science, durasi tidur yang pendek dan kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan risiko hipertensi pada ibu hamil.

Gangguan tidur dapat mengubah kadar hormon endothelin dan vasopressin. Kedua hormon tersebut berperan dalam mengatur pembuluh darah di seluruh tubuh sehingga dapat memengaruhi tekanan darah.


4. Meningkatkan risiko komplikasi persalinan

Freepik

Kualitas tidur yang buruk juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko persalinan caesar. Hal ini ditemukan dalam penelitian Sichuan University terhadap 688 ibu hamil di Cina.

Dalam penelitian tersebut, lebih dari separuh perempuan yang menjalani operasi caesar mengalami gangguan tidur selama kehamilan. Operasi caesar umumnya dilakukan ketika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan melalui vagina atau pervaginam.


5. Menghambat proses persalinan

Pexels/AI25.Studio Studio

Tidur kurang dari enam jam setiap malam pada trimester ketiga juga dapat memengaruhi proses persalinan. Menurut penelitian yang dimuat dalam Maternal and Child Health Journal, kondisi ini membuat ibu hamil lebih berisiko mengalami persalinan normal dengan durasi yang lebih lama.

Persalinan yang berlangsung lama tidak hanya menguras tenaga dan lebih menyakitkan bagi ibu, tetapi juga dapat berdampak pada bayi. Salah satu risikonya adalah bayi menghirup mekonium sehingga mengalami keracunan pada paru. Menurut World Health Organization (WHO), persalinan yang terlalu lama juga meningkatkan risiko bayi mengalami infeksi.


6. Mengalami gangguan metabolisme

Pexels/Amina Filkins

Begadang, terutama pada trimester ketiga, dapat meningkatkan risiko berkurangnya kadar adiponektin pada ibu hamil.

Adiponektin merupakan senyawa yang membantu menjaga metabolisme tubuh. Jika kadarnya menurun, ibu hamil lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan selama kehamilan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu. Kekurangan adiponektin juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan metabolisme pada anak setelah lahir dan tumbuh dewasa, seperti diabetes, obesitas, serta penyakit lain yang berkaitan dengan gangguan metabolisme.


7. Pertumbuhan janin menjadi lebih lambat

Freepik

Dampak begadang lainnya saat hamil adalah terganggunya jam biologis tubuh, mengutip Vinmec.

Kondisi ini dapat memengaruhi produksi hormon dan proses metabolisme, yang pada akhirnya berpotensi menghambat pertumbuhan serta perkembangan janin.

8. Ibu hamil lebih rentan terkena flu dan infeksi

Freepik/user15285612

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur atau tidur terlalu larut dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Pada ibu hamil, perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan ditambah daya tahan tubuh yang menurun akibat kurang tidur dapat meningkatkan risiko terserang flu maupun infeksi.

9. Perubahan suasana hati (mood)

Popmama.com/Sysilia Tanhati/AI

Kebiasaan begadang dapat memicu insomnia, membuat ibu hamil sulit beristirahat dengan optimal, serta memengaruhi kestabilan emosi.

Akibatnya, ibu menjadi lebih mudah sedih, cemas, mudah lupa, dan mudah tersinggung.

Nah, itu dia bahaya begadang saat hamil yang perlu diwaspadai. Meski sulit tidur sering terjadi selama kehamilan, usahakan tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar kesehatan Mama dan janin tetap terjaga.

Curated For You

Editorial Team

Related Article